Cara Menghilangkan Bekas Jerawat
Cara Menghilangkan Bekas Jerawat

Gulalives.com, JAKARTA – Apa hal yang menyebalkan dari jerawat? Selain membuat wajah tidak indah dipandang, jerawat juga kerap meninggalkan bekas.

Bekas jerawat bisa membuat kulit terlihat ‘bopeng’ atau malah meninggalkan parut, atau bahkan lesakan ke dalam kulit.

Apa yang bisa dilakukan untuk membuat bekas jerawat ini menipis, atau setidaknya tidak terlihat jelas? Berkat kemajuan teknologi dan berkembangnya ilmu kedokteran telah memungkinkan bekas jerawat untuk ditangani dengan baik.

Lantas, bagaimana cara menghilangkah bekas jerawat ini? Laman Webmd.com memaparkan dalam uraian berikut ini. Simak ya:

1. Kortison dan krim kulit

Jika bekas luka jerawat berwarna merah atau bengkak, gunakan krim kortison untuk menenangkan kulit, saran Tina Alster, MD, seorang profesor dermatologi di Georgetown University. Kortison mampu diserap oleh sel-sel kulit dan mengurangi peradangan. Kita dapat membeli krim kulit dengan kortison ini tanpa perlu resep dokter.

Selanjutnya, kita akan berkonsentrasi pada daerah gelap di kulit yang ditinggalkan bekas parut jerawat.

“Hidrokuinon, adalah pencerah kulit yang popular, namun kini dijauhi dan tak lagi digunakan di banyak krim karena efek iritasi dan kekhawatiran sifat karsinogenik,” kata Alster.

Tetapi ada bahan-bahan lain dalam krim kulit yang dijual tanpa resep yang dapat meringankan bintik-bintik gelap di kulit wajah. Asam kojak (kojic acid), merupakan bahan pencerah alami yang berasal dari ekstrak jamur),  arbutin (juga disebut ekstrak bearberry), dan vitamin C (asam askorbat) merupakan bahan alternatif yang bisa digunakan untuk membantu mencerahkan kulit.

2. Laser dan perawatan filler

Jika bekas jerawat tidak memudar dengan sendiri, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan janji temu dengan dokter kulit. Dalam 1 hingga 3 sesi, laser skin resurfacing menggunakan teknologi laser difraksinasi dapat meratakan permukaan kulit dan meningkatkan pembentukan kolagen baru.

Kolagen adalah protein yang merupakan pondasi bangunan kulit. Kolagen baru ini dapat membantu mengisi bekas jerawat.

Laser ablatif menguapkan bekas luka, membiarkan kulit yang lebih halus untuk mengambil alih. Laser non ablatif membantu mengaktifkan produksi kolagen tanpa merusak permukaan kulit.

Suntikan filler dapat membantu mengisi lekukan yang tertinggal dari bekas jerawat yang dalam, kata Ron Moy, MD, mantan presiden American Academy of Dermatology. Tapi efek samping dari filler adalah perlu diulang setiap empat hingga enam bulan, karena produk diserap ke dalam kulit seiring berjalannya waktu.

3. Kesabaran

Kunci utama untuk melihat bekas jerawat memudar adalah kesabaran. Beberapa minggu setelah jerawat meradang dan meninggalkan bekas luka, pembuluh darah baru pindah ke daerah luka untuk memberikan nutrisi pada kulit. Itulah sebabnya sebagian bekas luka awal terlihat merah muda, kata Alster.

Beberapa bulan kemudian, kolagen mulai terbentuk, mengisi di bagian kulit yang terluka. Karena jerawat cystic menghancurkan kulit dan lemak, butuh memakan waktu hingga satu tahun untuk bekas luka memudar, kata Moy.

Nah, lantas, bagaimana mencegah pembentukan bekas luka jerawat? Lakukan sejumlah petunjuk berikut ini:

1. Hindari sinar matahari.

Memajankan (mengekspos) bekas luka jerawat di bawah sinar matahari dapat menyebabkan bekas luka menggelap dan memperlambat proses penyembuhan, kata Alster. Kok bisa? Sinar ultraviolet merangsang melanosit (sel-sel penghasil pigmen), yang menyebabkan perubahan warna lebih lanjut.

Sebelum beraktivitas di luar ruang, kenakan tabir surya spektrum luas dengan faktor perlindungan matahari (SPF) 30 atau lebih tinggi. Spektrum luas tabir surya melindungi terhadap sinar ultraviolet  A (gelombang panjang) dan ultraviolet B (gelombang pendek).

Bahan dengan perlindungan spektrum luas termasuk benzofenon (sulisobenzone dan oxybenzone), cinnamates (octylmethyl cinnamates dan cinoxate), salisilat, titanium dioksida, zinc oxide, avobenzone (Parsol 1789), dan ecamsule (Mexoryl SX). Aplikasikan ulang setelah berenang, setelah berkeringat, dan setelah lebih dari 2 jam di bawah sinar matahari.

Batasi waktu di bawah sinar matahari, terutama pada jam 10:00-14:00. Kenakan pakaian pelindung, seperti kemeja lengan panjang, celana, dan topi lebar.

2. Hindari menyentuh dan memencet jerawat.

Bekas luka, yang sebagian besar terbuat dari kolagen, adalah cara tubuh untuk memperbaiki diri. Bekas jerawat yang menjorok atau berlekuk ke dalam biasanya akibat kehilangan kolagen dari peradangan yang intens, kata Alster.

Memencet jerawat akan mengarah pada peradangan dan luka pada kulit, yang berpotensi menyebabkan kulit tidak merata dan meninggalkan jaringan parut. Meremas atau mencoba untuk memencet jerawat justru menyebabkan nanah dan bakteri lebih dalam kulit masuk kulit, dan berujung pada kerusakan kolagen, kata Moy.

3. Jangan gunakan vitamin E pada bekas luka.

Kita mungkin pernah mendengar bahwa mengaplikasikan vitamin E pada bekas luka akan membantunya lebih cepat sembuh. Tapi menurut studi dari University of Miami, mengaplikasikan nutrisi secara langsung ke bekas luka justru dapat menghambat proses penyembuhan.

Dalam studi tersebut, vitamin E tidak memiliki efek atau membuat hal-hal yang lebih buruk untuk 90 persen pasien, dan 33 persen yang mengoleskan vitamin E pada kulit mengembangkan dermatitis kontak. (VW)

LEAVE A REPLY