Ilustrasi stres di tempat kerja.

Gulalives.com, JAKARTA – Ladies, dalam kehidupan sehari-hari, waktu kerja normal dan seimbang adalah delapan jam dalam sehari, selama 5 atau 6 hari, dan 12 hari jatah cuti tahunan. Bagaimana ketika pekerjaan sudah mengonsumsi seluruh waktu serta ruang berpikir, sehingga Anda merasa begitu letih dan stres yang berkelanjutan?

Karena, sebesar-besarnya rasa cinta Anda pada pekerjaan, ketika hal itu sudah membuat Anda depresi dan tak bahagia, selanjutnya akan seperti apa. “Kunci untuk keluar dari kondisi itu adalah menimalisir stres yang bisa membuat performa kerja Anda menurun,” saran Dr Hendrie Weisinger, rekan penulis buku How To Performa Under Pressure: The Science of Doing Your Best When It Matters Most.

Untuk itu, butuh cara agar mencintai pekerjaan yang membuat Anda Stres, seperti dlansir Gulalives dari Glamour, Sabtu (19/12). Yang pertama Anda harus ciptakan ritual “me time” sebelum meeting. Stres sebelum presentasi yang menyebabkan jantung berdebar dan tangan berkeringat, bisa ditangkal dengan cara memikirkan hal-hal bahagia di luar pekerjaan.

Bayangkan momen liburan Anda, perbuatan manis pasangan, atau Anda bisa melihat-lihat kembali foto-foto yang memperlihatkan wajah bahagia Anda. “Beberapa studi menemukan bahwa melihat kembali foto-foto bahagia bisa membuat Anda tegar dan semangat,” jelas Dr Weisinger.

Kemudian, berdiri seperti superhero. Lupakan busana terbaik dan riasan wajah tanpa cela. Salah satu cara efektif sebelum memulai sebuah pekerjaan yang Anda tahu akan membuat Anda stres adalah berdiri selama lima menit dengan pose bak seorang superhero.

 “Studi teranyar pose berdiri seperti superhero ini, cukup efektif dalam memproduksikan testosterone yang menebarkan rasa percaya diri. Pose ini juga ampuh untuk menurunkan hormone kortisol yang merupakan hormone stres,”urainya.

Langkah berikutnya adalah simpan rencana dalam hati saja. Memang benar, berbagi keresahan dan kekhawatiran pada keluarga dan sahabat memang bisa meredakan stres yang berkecamuk di kepala.

Namun, kebiasaan ini juga bisa membuat Anda semakin tertekan. Sebab, banyak bercerita sana sini mengenai sebuah proyek, peluang promosi, dan rencana pada banyak orang, menyebabkan Anda memiliki ekspektasi terlalu tinggi karena tidak ingin mengecewakan sekeliling Anda. Terutama mereka yang telah berbaik hati meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita Anda.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan terlalu banyak curhat dan biarkan beberapa hal, entah baik dan buruk, yang berhubungan dengan karier, Anda simpan sendiri saja.

“Saat Anda bercerita pada orang mengenai peluang besar atau kesempatan naik jabatan. Mereka pasti akan mendoakan dan mengharapkan yang terbaik untuk Anda. Terkadang, hal-hal seperti itu malah berbalik membuat Anda tertekan,” jelas Dr Weisinger.

Selain masalah stres karena pekerjaan, kadang Anda dihadapkan juga pada terjebak dalam pekerjaan yang kamu benci namun sulit bertahan, berikut ini adalah  cara bertahan pada pekerjaan yang dibenci:

Langkahnya yakni tetapkan tujuan dan sasaran. Jika Anda berada dalam pekerjaan yang Anda benci, maka kamu berada dalam posisi yang lebih baik untuk menemukan pekerjaan yang Anda suka. Manfaatkan peluang di tengah keterpurukan, sambil tetap bekerja Anda dapat mengirim resume atau melamar pekerjaan.

Kemudian tetap fokus. Rasanya memang sulit untuk fokus pada pekerjaan yang kita benci. Kita seringkali melupakan tujuan yang sesungguhnya dari pekerjaan kita dan mulai membencinya. Bantulah diri Anda sendiri dan tuliskan tujuan pekerjaan Anda. Hal ini akan mengingatkan mengapa Anda mengambil pekerjaan sejak awal dan mebuat kamu kembali fokus.

Berikutnya, berteman dengan rekan kerja. Berteman dengan rekan kerja merupakan salah satu dari tujuh cara bertahan pada pekerjaan yang dibenci.  Asalkan, rekan kerja bukan alasan Anda membenci pekerjaan Anda. Terhubung dengan satu atau dua rekan kerja merupakan salah satu cara untuk tetap positif dan produktif di tempat kerja. Hindari orang yang hanya mengeluh tentang pekerjaan dan tidak memberikan solusi nyata. (DP)

 

LEAVE A REPLY