Anak demam, salah satu tanda DBD. Foto: Shutterstock

Gulalives.com, JAKARTA – Jangan anggap enteng demam berdarah, khususnya pada anak-anak. Pasalnya anak-anak umumnya belum bisa mengatakan apa yang dirasakannya dengan tepat.

Demam dengue dan dan demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh salah satu dari 4 serotipe virus yang berbeda antigen. Virus ini adalah kelompok Flavivirus dan serotipenya adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4.

Infeksi oleh salah satu jenis serotipe ini akan memberikan kekebalan seumur hidup tetapi tidak menimbulkan kekebalan terhadap serotipe yang lain. Artinya, seseorang yang hidup di daerah endemis DBD dapat mengalami infeksi sebanyak 4 kali seumur hidupnya, demikian dilansir Mayoclinic.org.

Dengue adalah penyakit daerah tropis dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini adalah nyamuk rumah yang menggigit pada siang hari.

Nyamuk Aedes aegypti pembawa virs dengue. Foto; Time
Nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue. Foto; Time

Anak yang mengalami kasus ringan DBD umumnya tidak merasakan gejala apapun. Namun pada kasus yang lebih berat, anak dapat mengalami gejala seperti demam, nyeri di bagian belakang mata, nyeri pada tulang, otot, dan sendi, sakit kepala, mual dan muntah.

Selain itu, anak dapat mengalami bintik merah pada beberapa bagian tubuh. Pada kondisi yang lebih jarang, dapat terjadi perdarahan ringan dari gusi dan hidung. Gejala ini umumnya terjadi pada 4 hingga 10 hari setelah anak tergigit nyamuk yang terinfeksi virus dengue.

Umumnya gejala di atas akan sembuh dalam waktu kurang lebih sepekan. Namun pada situasi tertentu, gejala dapat memburuk dan mengancam nyawa akibat kebocoran pembuluh darah dan penurunan jumlah trombosit. Situasi ini membawa risiko perdarahan dalam, gangguan pada paru-paru, ginjal, dan jantung serta sakit parah pada bagian perut.

Bagaimanan penanganan demam berdarah pada anak?

Segera bawa ke dokter jika anak mengalami beberapa gejala di atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan diagnosis.

Demam pada anak salah satu gejala DBD. Foto: Shutterstock
Demam pada anak salah satu gejala DBD. Foto: Shutterstock

Meski tidak ada penanganan khusus untuk DBD, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala dan membantu kekebalan tubuh dalam melawan virus ini:

1.Berilah anak parasetamol yang diresepkan dokter untuk menurunkan demam. Untuk meredakan demamnya bantulah dengan kompres dahi.

2.Minta anak mendapatkan istirahat yang cukup, kurangi bermain.

3.Berikan banyak cairan untuk mencegah dehidrasi sembari tetap berikan makanan bernutrisi.

4.Hindari memberikan obat pereda rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen karena dapat memengaruhi kadar trombosit dalam darah dan meningkatkan risiko perdarahan.

5.Hindarkan anak dari gigitan nyamuk untuk mencegah penularan virus dengue penyebab demam berdarah.

Tidak jarang anak yang terkena DBD harus dirawat di rumah sakit. Sebagai langkah menggantikan cairan yang hilang karena diare, muntah atau kehilangan nafsu makan, dokter akan memberikan cairan melalui infus.

Kompres bantu menurunkan demam anak. Foto: Shutterstock
Kompres bantu menurunkan demam anak. Foto: Shutterstock

Haus dan dehidrasi merupakan akibat dari demam tinggi, tidak adanya nafsu makan dan muntah. Untuk mengganti cairan yang hilang harus diberikan cairan yang cukup melalui mulut atau melalui vena. Cairan yang diminum sebaiknya mengandung elektrolit seperti oralit. Cairan yang lain yang bisa juga diberikan adalah jus buah-buahan.

Pada kasus yang ekstrem, dimana anak yang kehilangan banyak darah, perlu dilakukan transfusi darah.

Bagaimana mencegah demam berdarah?

Pengembangan vaksin untuk dengue sangat sulit karena keempat jenis serotipe virus bisa mengakibatkan penyakit. Perlindungan terhadap satu atau dua jenis serotipe ternyata meningkatkan risiko terjadinya penyakit yang serius. Saat ini sedang dicoba dikembangkan vaksin terhadap keempat serotipe sekaligus. Artinya, vaksin demam berdarah belum tersedia di pasar.

Sampai sekarang satu-satunya usaha pencegahan atau pengendalian dengue dan demam berdarah dengue adalah dengan memerangi nyamuk yang mengakibatkan penularan.

Tempat tidur kelambu sebagai upaya cegah gigitan nyamuk. Foto: Bismacenter
Tempat tidur kelambu sebagai upaya cegah gigitan nyamuk. Foto: Bismacenter

Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak terutama di tempat-tempat buatan manusia, seperti wadah plastik, ban mobil bekas dan tempat-tempat lain yang menampung air hujan. Nyamuk ini menggigit pada siang hari, beristirahat di dalam rumah dan meletakkan telurnya pada tempat-tempat air bersih tergenang.

Pencegahan dilakukan dengan langkah 3M: Menguras bak air; Menutup tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat berkembang biak nyamuk; Mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air.

Di tempat penampungan air seperti bak mandi diberikan insektisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate, yang bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu, tapi pemberiannya harus diulang setiap beberapa waktu tertentu.

Di tempat yang sudah terjangkit DBD dilakukan penyemprotan insektisida secara fogging (pengasapan), namun efeknya hanya bersifat sesaat dan sangat tergantung pada jenis insektisida yang dipakai.

Di samping itu, partikel obat ini tidak dapat masuk ke dalam rumah tempat ditemukannya nyamuk dewasa.

Untuk perlindungan yang lebih intensif, orang-orang yang tidur di siang hari sebaiknya menggunakan kelambu, memasang kasa nyamuk di pintu dan jendela, menggunakan semprotan nyamuk di dalam rumah dan obat-obat nyamuk yang dioleskan. (VW)