Anak nonton TV

Gulalives.com, JAKARTA – Anak-anak yang sedari kecil dibiasakan menonton televisi, biasanya akan sulit lepas dari kebiasaan itu. Ibaratnya, mata dan pikiran mereka terpaku di layar, sulit dialihkan.

Selain ada manfaatnya, kotak ajaib ini tak sedikit pula sisi negatifnya, terutama bagi perkembangan dan kesehatan anak. Anak yang terlalu lama menonton TV biasanya cenderung kurang aktif beraktivitas, yang berbuntut pada kemungkinan untuk mengalami obesitas. Terlebih banyak sekali tayangan iklan makanan dan minuman yang belum tentu bermanfaat bagi anak-anak, yang dengan mudah diserap oleh anak-anak.

Belum lagi pengaruh terhadap perkembangan kemampuan anak dalam pelajaran dan sosialisasi. Sering kali anak menolak untuk belajar atau bergaul dengan sesamanya karena ada tayangan film kesukaan mereka.

Lantas bagaimana mengatasi masalah ini? Sebaiknya orangtua menetapkan batas waktu yang ketat untuk menonton TV. Sebuah studi menyebutkan, anak-anak yang orangtuanya menetapkan batas waktu untuk menonton TV, mereka akan benar-benar mengurangi waktu untuk duduk di depan layar kaca.

Apalagi jika anak-anak diajak untuk lebih giat beraktivitas fisik, mereka pasti akan memiliki lebih sedikit waktu untuk menonton TV, kata tim peneliti.

Ketua tim peneliti Susan A. Carlson, ahli epidemiologi di National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion mengatakan, American Academy of Pediatrics merekomendasikan waktu hingga 2 jam bagi anak-anak berusia 2 tahun atau lebih untuk menonton TV.

Agar aturan main berjalan lancar, baik orangtua maupun anak harus sama-sama mematuhi aturan yang mereka sepakati bersama.

Carlson menyebutkan, membatasi waktu menonton TV adalah penting, sebab terlalu banyak menyaksikan tayangan di layar kaca, bermain komputer atau video game, akan berhubungan dengan kemungkinan peningkatan risiko obesitas, penggunaan alkohol, aktivitas seks lebih dini, konsep tubuh negatif, gangguan makan, perilaku agresif dan prestasi sekolah anjlok.

Menurut dia, anak-anak berusia 2 tahun ke atas hendaknya disuguhi tayangan program yang berkualitas, terutama untuk menambah pengetahuan mereka, sedangkan anak di bawah 2 tahun, seharusnya tak dibiasakan menonton TV sama sekali.

Sebenarnya, masalah yang diakibatkan oleh TV ini bukan soal lamanya waktu menonton, tapi lebih pada mutu dari program acaranya, kata Carlson dalam studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Pediatrics. (VW)

LEAVE A REPLY