Gulalives.com, JAKARTA – Kita sudah mengenal diet golongan darah yang dicetuskan oleh Dr. Peter J.D’Adamo dalam buku Eat Right for Your Type. Diet golongan darah ini membagi pola dan menu diet berdasar golongan darah O, A, B dan AB.

Nah, masih terkait dengan darah, kali kita akan mengulas mengenai Diet Cohen. Pernah mendengar tentang Diet Cohen? Diet Cohen dikembangkan oleh Dr Rami Cohen MD F.C.O.G (Wits) SA, dokter yang meneliti hormon-hormon yang bisa berperan dalam kenaikan berat badan sehingga bisa merumuskan program unik ini.

Diet Cohen menganalisis hasil tes darah (profil darah) yang lebih spesifik hingga diketahui hormon-hormonnya.

Jika program diet selama ini identik dengan banyaknya larangan dalam mengonsumsi makanan, maka terapi penurunan berat badan Cohen menggunakan makanan sebagai ‘obat’. Orang tetap bisa makan 5 kali sehari yang terdiri dari 3 kali makan wajib dan 2 kali diselingi makanan ringan.

Diet Sehat Sesuai Profil Darah

Gaya hidup makan_www.trendelier.com
Gaya hidup makan_www.trendelier.com

Dr Cohen menemukan tiga hormon yang berpengaruh pada kelebihan berat badan seseorang yakni hormon pertumbuhan, hormon insulin dan hormon serotonin.

Karena perubahan gaya hidup, orang tidak sadar telah terjadi ketidakseimbangan dalam hormon-hormon tersebut. Padahal jika ketiga hormon itu baik maka orang tidak akan terkena masalah kelebihan berat badan.

Hormon pertumbuhan misalnya berfungsi melindungi jaringan otot dan menghancurkan lemak, hormon insulin mengatur kadar gula darah dan hormon serotonin yang mengendalikan keinginan untuk makan karbohidrat (mengontrol rasa lapar).

Dalam menangani pasiennya, terapi Cohen akan melihat hasil tes darah (profil darah) seseorang. Profil darah tiap orang berbeda-beda sekalipun orang tersebut kembar. Dengan melihat hasil tes darah tersebut bisa diberikan resep makanan, ada orang yang tetap boleh makan daging tapi ada juga yang tidak boleh. Jadi program yang diberikan lebih bersifat personal.

Seseorang yang akan mengikuti program ini awalnya akan melakukan tes darah,  selanjutnya Dr Cohen akan melakukan analisis untuk membuat rincian makanan yang boleh dikonsumsi.

Tes darah awal akan diperiksa kadar glukosa, fungsi hati, fungsi ginjal, elektrolit dan juga kadar LDH seseorang. Nantinya hasil tes darah ini yang akan menentukan bagaimana ‘resep obat’ yang akan diberikan untuk klien tersebut.

Resep makanan ini akan membuat tubuh bereaksi sehingga dapat menyeimbangkan hormon pertumbuhan (HGH), insulin dan juga serotonin.

Tahapan Diet Cohen

Diet melalui makanan_ readysetfoogo.wordpress.com_2
Diet melalui makanan_ readysetfoogo.wordpress.com

Dalam program penurunan berat badan ini, ada tiga tahapan yang harus dilakukan oleh seseorang, yaitu:

1. Eating plan atau rencana makan. Klien harus dijaga pola makannya sesuai dengan resep yang diberikan. Dalam tahapan ini klien harus disiplin menjalaninya dan pada saat inilah berat badan akan turun hingga mencapai berat badan ideal.

2. Refeeding program, pada tahap ini secara bertahap klien akan diperkenalkan pada makanan yang sebelumnya dilarang. Hal ini agar tubuh bisa beradaptasi dengan makanan-makanan lainnya dan tiap hari akan ada makanan baru yang diperkenalkan.

3. Management guidelines, dalam tahap ini diberikan cara bagaimana agar seseorang bisa mempertahankan berat badan idealnya. Hal ini agar klien bisa mengontrol berat badannya dan bukan berat badan yang mengontrol tubuhnya.

Dalam program ini klien tidak boleh melewatkan 3 kali makan utama yaitu makan pagi, makan siang dan makan malam. Lalu ada camilan yang bisa dikonsumsi di sela-sela antara makan pagi dan makan siang, antara makan siang dan malam atau sebelum tidur.

Siapa Saja yang Disarankan Diet Cohen?

Orang yang boleh menjalankan program ini minimal berusia 15-65 tahun, tapi umumnya klien yang pernah menjalani operasi jantung, memiliki penyakit diabetes yang tergantung dengan insulin atau perempuan hamil tidak bisa melakukan program ini.

Ilustrasi Diabetes.
Ilustrasi Diabetes. Sumber : wwwnewsnetwork.mayoclinic.org

Meskipun program ini menggunakan makanan sebagai obatnya, tapi bukan berarti seseorang bisa menjalaninya dengan lancar. Pada umumnya di minggu pertama program badan akan terasa mudah lelah, hal ini karena tubuh masih perlu tahap adaptasi terhadap perubahan yang terjadi dan menahan godaan-godaan yang ada. Namun kondisi ini akan terjadi pada 3-4 hari pertama.

Kemungkinan seseorang bertambah berat badannya kembali tentu ada, karena tidak mungkin orang tidak bertambah berat badan selamanya. Jika berat badannya bertambah, maka seseorang akan kembali ke tahap eating plan namun waktunya tidak lama.

Nah, mau coba? (VW)

LEAVE A REPLY