Gulalives.com, JAKARTA – Usai berkunjung ke Candi Borobudur, setiap wisatawan pasti mendapatkan kesan mendalam. Inilah obyek wisata, yang tak pernah berhenti menceritakan keagungan masa silam.

Candi Borobudur laksana prasasti kemegahan. Di atasnya membentang enam teras bujur sangkar, yang menopang tiga pelataran melingkar. Di dinding candi, terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia.

Candi yang ditemukan oleh Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa, Sir Thomas Stamford Raffles pada 1814 ini memiliki stupa utama terbesar di tengah bangunan. Keberadaan stupa sekaligus memahkotai bangunan canding. Jika berjalan berkeliling, yang diawali dari stupa mahkota ini, pengunjung akan menyaksikan 72 stupa berlubang, yang menyebar dalam tiga barisan melingkar. Di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Borobudur berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Jika ditempuh dari Semarang, posisi candi berjarak 100 kilometer ke arah barat daya, dari Surakarta 86 kilometer ke arah barat, dan dari Yogyarakarta 40 kilometer ke arah barat laut.

Wisatawan dapat mengunjungi candi setiap hari, mulai pukul 06.00 – 17.00 WIB. Candi bergaya arsitektur India ini selalu oleh oleh kunjungan wisatawan. Bahkan, sebagian diantara mereka telah berkali-kali mengunjungi candi yang dibangun pada tahun 750 Masehi oleh Gunadarma ini. Saat menatap candi, yang berketinggian 42 meter dan luas 2.500 meter persegi tersebut, seketika mereka akan berdecak kagum.

candi borobudur 2 - liburanjogya.co.id

Kota Terdekat
Ada dua cara untuk mencapai lokasi Borobudur. Yakni, menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi umum.

Menggunakan kendaraan pribadi akan memudahkan perjalanan menuju lokasi. Jika, wisatawan berangkat dari wilayah di luar Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), maka sebaiknya mencapai kota-kota yang dekat dengan Borobudur terlebih dulu. Yakni Semarang, Yogyakarta, Surakarta, atau yang paling dekat adalah Magelang.

Dari Kota Semarang, jarak Candi Borobudur kurang lebih 100 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan. Wisatawan bisa menuju Kota Magelang, lalu berbelok ke arah barat langsung menuju Candi Borobudur, yang hanya tinggal beberapa kilometer.

Jika berangkat dari Kota Yogyakarta, bisa langsung menuju Muntilan, salah satu kota kecamatan kecil yang berada di wilayah Kabupaten Magelang. Dari Muntilan, tinggal berbelok beberapa kilometer ke arah barat menuju lokasi candi. Selanjutnya, jika berangkat dari Kota Solo, harus menempuh jarak yang sedikit jauh sekitar 100 kilometer melewati kota Boyolali, Salatiga, Bawen, Ambarawa, dan Magelang.

Setelah tiba di Kota Magelang, lokasi candi sudah di depan mata. Jaraknya pun hanya ‘sepelemparan batu’. Wisatawan dijamin tidak akan tersesat karena di setiap sudut kota banyak terpasang papan penunjuk arah menuju candi.

Selanjutnya, bagaimana mencapai lokasi candi, dengan kendaraan umum? Tidak sulit. Letak Candi Borobudur tidak terlalu sulit dijangkau dengan kendaraan umum. Rute terbaik menuju Candi Borobudur, dengan kendaraan umum adalah :

1.Dari Kota Semarang
Wisatawan bisa menggunakan bus umum jurusan Semarang – Yogyakarta. Kemudian turun di Terminal Kota Magelang, lalu melanjutkan perjalanan dengan angkutan perkotaan atau bus kota jurusan Borobudur.

2.Dari Kota Yogyakarta

Wisatawan bisa menggunakan bus umum jurusan Yogyakarta – Semarang atau Yogyakarta – Magelang. Kemudian turun di terminal Kota Muntilan, lalu menggunakan berbagai angkutan perkotaan atau bus kota jurusan Candi Borobudur, dan berhenti di dekat pintu masuk candi.

3.Dari Kota Solo
Wisatawan bisa menggunakan jalur selatan melalui Kota Yogyakarta atau jalur utara melewati Kota Salatiga. Jika melewati jalur utara bisa menggunakan bus umum jurusan Solo – Semarang, melewati Kota Salatiga dan turun di Kota Bawen. Dari Kota Bawen melanjutkan perjalanan dengan bus umum jurusan Semarang – Yogyakarta dan turun di Kota Magelang. Setelah masuk Magelang, perjalanan dilanjutkan dengan bus kota atau angkutan kota jurusan Candi Borobudur.

candi borobudur 4 - viva.co.id

Berwisata di Candi Borobudur tak akan membuat kantong wisatawan kering gelondangan. Harga tiket masuk ke lokasi candi termasuk murah. Di samping tiket domestik, juga disediakan tiket untuk wisatawan mancanegara. Tentunya, harga masing-masing tiket berbeda.

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur :

1.Wisatawan Domestik
Anak/Pelajar : Rp 12.500
Dewasa : Rp 30.000

2.Wisatawan Mancanegara
Anak/Pelajar: US$ 10
Dewasa : US$ 20

candi borobudur 5

Semak Belukar
Kata Borobudur, berdasarkan bukti tertulis, pertama kali digunakan oleh Raffles. Kata itu pula yang dia gunakan untuk menamai candi. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua terkait nama tersebut. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Kata Borobudur berarti ‘biara di perbukitan’. Akar kata dalam Bahasa Sansekerta itu adalah ‘bara’ (candi atau biara) dan ‘beduhur’ (perbukitan atau tempat tinggi). Karena itu,sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadah penganut Buddha.

Dalam sejarahnya, candi ini sempat tidak digunakan selama berabad-abad. Bahkan, bangunan fisikanya pernah tertutup tanah vulkanik akibat letusan gunung berapi. Lokasinya yang dikelilingi oleh pepohonan dan semak belukar semakin menyempurnakan masa ‘persembunyian’ Candi Borobudur. Bangunan candi akhirnya benar-benar tak bergema saat Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro, Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan, yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi oleh semak belukar.

candi borobudur 6 -

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan candi. Dengan mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh, maka Cornelius melaporkan penemuan tersebut kepada Raffles. Kemudian, dengan penuh antusia, Rafles memimpin operasi penggalian Borobudur. Atas tindakanya itu, dia menerima penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Bangunan candi terus dipugar selama masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada 1956, Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Selanjutnya pada 1963, keluar keputusan resmi dari pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan UNESCO. Namun, pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada 1984. Sebelumnya sejak 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

candi borobudur 7 - liburanjogya.co.id


Monumen Besar

Seperti dikutip dari wikipedia, candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Hingga kini, Borobudur masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan bagi pemeluk Agama Budha. Setiap tahun, umat Buddha dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Sedangkan di dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun asing.

candi borobudur 15

Menurut budhanet.net, Borobudur benar-benar salah satu keajaiban dunia. Ini lah salah satu tempat langka, dimana belas kasih, keindahan estetika alam dan manusia terlihat secara bersamaan. Candi Borobudur adalah cermin kedamaian dan ketenangan, serta simbol imajinasi dan kerajinan manusia.

Mengutip whc.unesco.org, di kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya terdapat tiga titik candi yang saling berhubungan. Yakni, Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon. Dalam hubungan tersebut, Candi Mendut dan Candi Pawon memiliki fungsi berbeda terhadap Candi Borobudur. Hingga kini fungsi dinamis antara ketiganya masih dipertahankan.

Candi Mendut menggambarkan ketangguhan monolit Budha, dengan didamping oleh dua Bodhisattva. Sedangkan Candi Pawon adalah kuil kecil yang menjadi ruang pemujaan terhadap dewa. Sementara itu, baik Borobudur, Mendut, dan Pawon memiliki satu tujuan yang sama, yakni Nirvana.

Bila diartikan sebagai monumen, maka Borobudur adalah monomunen besar, yang di dalamnya tersimpan nilia – nilai religi dan filosofi. Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha. Di samping itu, Borobudur juga berfungsi sebagai tempat ziarah, yang menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.

candi borobudur 8 - bumn.go.id

Di kompleks bangunan candi, peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi. Saat masuk, mereka berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha.

Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga, dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Berjalan melingkar searah jarum jam memberi nilai- nilai filosofi tentang dunia bentuk atau duniawi. Selama menjalaninya, peziarah dapat menyaksikan relief perjalanan hidup Budha.

Selanjutnya, perjalanan bergerak ke dunia tak berbentuk,dimana peziarah berjalan mengikuti piramida persegi. Perjalanan ini berujung di puncak candi, yang merupakan titik sentral Sang Budha. Di sini lah, Sang Budha bermeditasi.

candi borobudur 9 -

Di puncak candi juga terdapat menara lonceng atau stupa, yang seolah menunjuk ke alam keabadian. Yakni, alam penuh kebahagiaan, yang disebut sebagai Nirvana.

Stupa di Candi Borobudur dibangun menyerupai mikrokosmos alam semesta dan untuk memberikan gambaran visual dari ajaran Sang Buddha . Ajaran-ajaran itu disampaikan dengan cara praktis. Siapapun yang mengikuti ajaran ini akan mendapatkan langkah-langkah menuju pencerahan. Yakni langkah-langkah yang menyelamatkan mereka dari budak duniawi, keinginan ilusi, keserakahan, dan kebodohan.

candi borobudur 10


Konsepsi Alam

Kembali ke soal kosmologi Budha. Pencerminan itu terlihat dari pembagian vertikal Candi Borobudur, yang terdiri ats dasar bangunan, tubuh bangunan, dan suprastruktur. Ketiganya terbagun sempurna selaras dengan konsepsi alam semesta dalam kosmologi Buddhis. Dengan tiga pembagian tersebut diyakini bahwa alam semesta ini dibagi menjadi tiga bidang. Yakni Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Masing – masing tingkatan mewakili keinginan manusia.

Kendati terikat oleh keinginannya,manusia berusaha untuk meninggalkannya. Namun, ikatan itu sangat kuat sehingga sulit untuk melepasnya. Dalam proses melepaskan diri itu, manusia terikat oleh nama dan bentuk. Sedangkan, hasil akhir dari lepasnya ikatan itu adalah sebuah dunia, dimana sudah tidak ada lagi nama atau bentuk.

Di Candi Borobudur, Kamadhatu diwakili oleh dasar, Rupadhatu oleh lima teras persegi, dan Arupadhatu oleh tiga platform melingkar serta stupa besar. Seluruh struktur menunjukkan campuran unik dari ide-ide yang sangat sentral dari pemujaan leluhur. Ide – ide tersebut juga berkaitan dengan gagasan gunung bertingkat, yang dikombinasikan dengan konsep Buddha guna mencapai Nirvana.

candi borobudur 11


Balok Batu

Secara fisik, Candi Borobudur berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 meter di setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.

candi borobudur 14

Sementara itu, relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2.672 relief yang berbeda.

Relief tersebut dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri di pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur, seperti umumnya candi Buddha lainnya.

candi borobudur 12


Upaya Penyelamatan

Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa, serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada 1814. Ketika itu Raffles menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa.

Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO. Selanjutnya, situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Proses perbaikan menggunakan bahan asli untuk tahap rekonstruksi. Hanya saja, sebagian besar bahan asli dikombinasikan dengan beberapa bahan tambahan. Meski demikian, dipastikan tidak memiliki dampak signifikan yang merugikan nilai properti candi. Kendati bangunan fisik candi yang selama ini dikunjungi wisatawan dan peziarah adalah hasil restorasi, namun mayoritas ditopang oleh bahan-bahan asli.

candi borobudur 13


Payung Hukum

Di samping restorasi fisik, Candi Borobudur juga dilindungi oleh payung hukum. Dalam perlindungan hak milik, ketentuannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 11/2010 tentang Warisan Budaya dan lanskap budaya sekitarnya. Hal ini dijalankan di bawah Kawasan Strategis Nasional dan Rencana Tata Ruang oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sesuai dengan Undang-Undang tentang Pengelolaan Ruang No 26/2007 dan Peraturan Pemerintah No. 26/2008 tentang Penataan Ruang Nasional dan diberlakukan lebih lanjut oleh peraturan lain presiden tentang Pengelolaan untuk Kawasan Strategis Nasional Borobudur.

Kerangka hukum dan kelembagaan untuk pengelolaan efektif properti diatur dengan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1992. Zona yang didirikan dalam properti warisan dunia itu, masing-masing di bawah tanggung jawab Kantor Konservasi Peninggalan Borobudur di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta lembaga milik negara, PT. Taman Wisata Candi Borobudur . (Senandung Bening/AA)