Bergaul, Cara Gampang Bikin Wajah Bercahaya. Foto: Carerealism

Gulalives.com, JAKARTA – Ada cara gampang membuat wajah perempuan bercahaya lho, dan sejatinya sebagian besar orang sudah melakukan hal ini. Apakah itu? Bergaul dengan lawan jenis.

Para peneliti di University of St Andrews menemukan bahkan kontak non-seksual dengan pria bisa membuat kenaikan suhu yang nyata pada wajah perempuan.

Tim menggunakan pencitraan suhu untuk mendeteksi perubahan pada perempuan heteroseksual selama pertemuan mereka dengan orang lain.

Peneliti menemukan bahkan tanpa diperhatikan, wajah seorang perempuan akan memanas saat berinteraksi dengan lawan jenis.

Interaksi dengan lawan jenis bisa bikin wajah bercahaya. Foto: Cosmopolitan
Interaksi dengan lawan jenis bisa bikin wajah bercahaya. Foto: Cosmopolitan

Tim di balik riset ini mengatakan bahwa temuan itu dapat digunakan dalam pengembangan pencitraan termal untuk memantau tingkat stres dan emosi di masa depan, misalnya dalam tes deteksi kebohongan.

Pemimpin penelitian, Amanda Hahn, mengatakan para peneliti mengukur suhu kulit di tangan  wajah, lengan dan dada perempuan ketika mereka berinteraksi dengan pria.

Mereka menemukan peningkatan yang paling dramatis terjadi pada wajah seorang wanita, dimana suhu meningkat beberapa derajat dalam beberapa kasus.

“Perubahan suhu itu sebagai tanggapan terhadap interaksi sosial sederhana, tanpa ada perubahan eksperimental untuk emosi atau gairah. Memang peserta kami tidak melaporkan perasaan malu atau ketidaknyamanan selama interaksi tersebut,” kata peneliti.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam Biology Letters, menunjukkan bahwa jenis kelamin saja mempengaruhi reaksi perempuan, yang menunjukkan respon yang sangat sedikit untuk interaksi dengan wanita lain.

Interaksi dengan rekan kerja. Foto: Interconnectedlives
Interaksi dengan rekan kerja. Foto: Interconnectedlives

Prof David Perrett, yang juga bagian dari tim peneliti, menambahkan, “Kami baru saja mulai memahami potensi menggunakan pencitraan suhu dalam kedokteran dan itu bisa sangat berguna dalam bidang keamanan nasional, di mana perubahan suhu kulit dapat diukur sebagai bagian dari tes deteksi kebohongan. ”

Tujuan berikutnya tim peneliti adalah untuk menentukan apakah terjadi perubahan fisik yang terdeteksi oleh orang lain, dan apakah hal itu mempengaruhi interaksi sosial.

Interaksi Sosial Panjangkan Umur

Mungkin banyak yang belum menyadari dan mengetahui bahwa memiliki hubungan sosial yang baik penting dalam memperpanjang umur dalam keadaan sehat seperti layaknya berhenti merokok, mengurangi berat badan atau mengonsumsi obat tertentu, demikian menurut penelitian terpisah.

Mereka yang memiliki hubungan sosial erat dan bagus diklaim akan memiliki kemungkinan 50 persen lebih rendah untuk meninggal lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak menjalin ikatan sosial yang bagus. Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Brigham Young University di Utah, AS.

“Kurangnya hubungan sosial setara dengan merokok hingga 15 batang sehari,” kata psikolog Julianne Holt-Lunstad, yang memimpin studi ini.

Interaksi sosial memanjangkan umur. Foto: Mademan
Interaksi sosial memanjangkan umur. Foto: Mademan

Tim Holt-Lunstad melakukan serangkaian studi meta-analisis yang mengamati hubungan sosial dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Mereka menganalisis 148 studi yang mencakup lebih dari 308.000 orang dalam analisis yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Medicine.

Memiliki tingkat interaksi sosial yang rendah sama dengan menjadi alkoholik, dan bahkan lebih membahayakan dibandingkan dengan tidak berolahraga dan dua kali lebih berbahaya ketimbang obesitas.

Interaksi sosial memiliki dampak lebih besar terhadap kematian dini dibandingkan dengan vaksin untuk orang dewasa dalam mencegah pneumonia, dan juga ketimbang mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi dan jauh lebih besar dampaknya dibandingkan dengan paparan terhadap polusi udara.

Adapun hubungan sosial ini meliputi interaksi dengan keluarga (suami/istri/anak) dan juga dengan teman. Dampak positif dari ikatan sosial ini muncul dalam bentuk dukungan orang-orang terdekat dalam suka maupun duka.

Hal ini penting karena tanpa dukungan dari orang-orang dekat saat kita menghadapi masalah, kita seperti terisolasi untuk menyelesaikan masalah itu sendiri, dan kondisi ini tentunya akan berdampak pada kesehatan mental yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesehatan fisik juga. (VW)