Cara Gampang Atasi Jet Lag. Foto: BlogKLM

Gulalives.com, JAKARTA – Jet lag merupakan ‘ancaman’ yang mau tidak mau, suka tak suka harus dihadapi pebisnis atau wisatawan yang bepergian lintas negara dengan zona waktu berbeda.

Nah, untuk mengatasi gangguan jet lag ini, ilmuwan menemukan bahwa paparan cahaya dari lampu kedip di malam hari bisa membantu tidur para wisatawan yang menyesuaikan diri dengan zona-zona waktu dan menghindari jet lag.

Para peneliti Universitas Stanford meyakini bahwa cahaya tersebut menembus kelopak mata dan memberitahu otak untuk kembali mengatur jam biologis dalam tubuh.

Jetlag sering dialami mereka yang bepergian lintas negara. Foto: Shutterstock
Jetlag sering dialami mereka yang bepergian lintas negara. Foto: Shutterstock

Mereka melakukan uji coba terhadap 39 relawan dan menemukan metode ini bisa mengubah jam tubuh seseorang sekitar dua jam. Terapi ini berhasil hanya dengan menggunakan lampu senter selama satu jam.

Tubuh manusia biasanya menyesuaikan dengan pola 24 jam pada siang dan malam hari. Dan ketika mereka melakukan perjalanan melintasi zona waktu ke jadwal siang-malam yang baru, mereka perlu beradaptasi kembali.

Sebagian orang bisa dengan mudah terbang dengan pesawat jarak jauh melintasi satu atau dua zona waktu. Namun, melintasi beberapa zona waktu menimbulkan kekacauan jam tubuh.

Jet lag bisa mengakibatkan sejumlah wisatawan merasa lelah, mudah marah dan merasa kehilangan arah untuk beberapa hari.

Untuk menyembuhkannya, beberapa orang meminum tablet-tablet melatonin sehingga mereka bisa tidur dengan normal pada malam hari.

Ada juga beberapa orang yang mencoba phototherapy, yaitu terapi dengan menggunakan penyinaran yang mensimulasikan waktu pada siang hari.

Jet lag bisa diatasi dengan terapi cahaya. Foto: TRavelinsurance4all
Jet lag bisa diatasi dengan terapi cahaya. Foto: TRavelinsurance4all

Tapi Dr Jamie Zeitzer dan rekan-rekannya di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford mempercayai bahwa tidur di depan sebuah lampu strobe atau lampu studio bisa berimbas lebih baik.

Mereka meminta sejumlah relawan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari selama sekitar dua minggu.

Selanjutnya, mereka diminta untuk tidur di laboratorium. Beberapa di antara mereka tidur dengan terkena cahaya secara terus menerus, sementara beberapa orang lainnya tidur dengan lampu strobe yang berkedip sebanyak dua-milidetik, mirip dengan lampu blitz kamera, setiap 10 detik selama satu jam.

Kelompok yang tidur dengan lampu kedip melaporkan rasa kantuk tertunda hampir dua jam pada malam berikutnya.

Sebagai perbandingan, kelompok yang tidur dengan paparan cahaya yang terus menerus mengalami rasa kantuk yang tertunda selama 36 menit.

Dr Zeitzer menyebut terapinya sebagai “terjangan biologis”. Sel-sel di belakang mata yang mendeteksi cahaya mengirim pesan ke bagian otak yang mengatur jam tubuh.

Sinar cahaya mengelabui otak untuk berpikir bahwa siang hari berlangsung lebih lama dari yang sebenarnya, yang kemudian menggeser jam dalam tubuh.

“Ini bisa menjadi cara baru untuk menyesuaikan lebih cepat dengan perubahan waktu dibanding metode lain yang digunakan saat ini,” kata Dr Zeitzer seperti dilaporkan BBC.

Lampu senter itu sangat kuat karena cahayanya bisa mendeteksi sel-sel di belakang mata, hal itu memberikan kesempatan untuk memulihkan atau menyesuaikan kembali dalam kegelapan diantara cahaya, tambahnya.

Stuart Pierson, seorang ahli dalam ilmu saraf di Universitas Oxford, mengatakan sangat senang melihat kemajuan di bidang dan diwujudkan ke dalam pengobatan yang efektif. “Meski obat-obatan bisa digunakan untuk mengubah jam tubuh, terapi sinar ini siap tersedia dan mampu ditanggapi tubuh kita,” ujarnya.

Minum Jus Tomat

Buat yang sering bepergian ke berbagai negara dengan zona waktu berbeda, mungkin jet lag menjadi hal yang tak asing lagi. Bahkan mungkin harus diakrabi. Penerbangan panjang dan lama menjadi hal yang kudu dijalani.

Jus tomat efektif atasi jet lag. Foto: Go4healthylife
Jus tomat efektif atasi jet lag. Foto: Go4healthylife

Ada cara lumayan gampang untuk mengatasi jet lag ini, yaitu dengan minum jus tomat. Nah, jus tomat cocok diminum saat berada di sebuah tempat bising, termasuk dinikmati di dalam kabin pesawat saat melakukan penerbangan.

Jus tomat mengandung senyawa kimia khusus yang dipercaya bisa membuat seseorang nyaman berada di keramaian.

“Jus tomat mempunyai sifat multi-indrawi yang mengubah persepsi tentang lingkungan bising menjadi tenang,” kata Asisten Profesor Ilmu Makanan dari Cornell University Robin Dando.

Dalam situasi bising, seperti saat berada di atas ketinggian 2000 kaki, jus tomat menimbulkan aroma wangi khas dan rasanya juga menggambarkan manis, gurih asam amino seperti glutamat atau bisa disebut umami dalam bahasa Jepang.

“Penelitian kami menegaskan bahwa dalam lingkungan suara keras, pengertian kita tentang rasa terganggu. Menariknya, ini adalah khusus untuk rasa manis dan umami, dengan rasa manis dihambat dan rasa umami secara signifikan ditingkatkan,” kata Dando.

Studi ini dilakukan para peneliti dengan saling membandingkan menu makanan dan minuman yang diberikan kepada penumpang antar maskapai di Jerman. Salah satunya perusahaan penerbangan Jerman Lufthansa telah menyuguhkan minuman jus tomat kepada penumpangnya saat terbang.

Temuannya, penumpang yang selalu percaya terbang dengan pesawat Lufthansa sangat jarang mengalami jet lag. Mereka justru sangat menikmati, berkat kandungan senyawa kimia yang ada di dalam jus tomat, demikian menurut TimesofIndia. (VW)