Ilustrasi wanita jomblo.

Gulalives.com, SEMARANG – Ladies, sebagian diantara kita menganggap bahwa jomblo adalah menyakitkan. Namun sebagian juga menganggap bahwa menjadi lajang bisa menjadi masa-masa yang menyenangkan.

Untuk yang kedua itu, biasanya mereka menganggap bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang berasal dari dalam hati. Ada cara mengasyikkan dimana Anda dapat menikmati masa-masa jomblo Anda penuh dengan dengan kebahagiaan dan kesan.

Nah, orang yang belum memiliki pasangan pasti memiliki perasaan yang berbeda-beda. Ada yang merasa santai-santai saja, ada juga yang merasa sedih karena selalu jadi bahan pertanyaan saat menghadiri pesta pernikahan kerabat hanya seorang diri.

Dan hidup jomblo bukanlah sebuah kenyataan yang harus Anda tangisi. Pasalnya, status hubungan tidak berkaitan dengan kualitas kebahagiaan Anda.  Sebuah studi yang dihelat oleh Social Psychological and Personality Science di University of Aucklan, New Zealand, menemukan bahwa orang-orang berstatus lajang menjalani hidup yang bahagia.

Sebagaimana dilansir Gulalives.com dari Cosmopolitan, Jumat (25/12), kualitas kebahagiaan responden lajang, menurut para peneliti, sama dengan kebahagiaan mereka yang telah berpasangan dan memiliki keluarga. Studi ini mempelajari 4.000 responden dewasa di seantero New Zealand.

Kemudian, para peneliti memonitor kehidupan seluruh responden dari waktu ke waktu. Mereka menemukan, satu dari lima responden tetap hidup melajang dan lainnya menikah serta berkeluarga. Ternyata, sejumlah responden yang masih menjomblo tersebut, ditemukan hidup sama bahagia dengan responden yang telah berumahtangga.

Namun, peneliti mengatakan bahwa untuk menjaga hati dan kehidupan terus nyaman dan bahagia, Anda harus pintar memilih teman-teman dan orang-orang di sekeliling Anda. Pasalnya, sebagian besar responden yang masih menjomblo mengaku memiliki sahabat yang menyenangkan dan kehangatan dukungan keluarga.

Nah, salah satu kunci bahagia meski menjomblo adalah harus tetap bersyukur karena masih banyak orang yang masih sayang dengan Anda, seperti para sahabat dan keluarga yang selalu memberi dukungan. Rasa syukur itu bisa membantu menumbuhkan sikap untuk selalu berpikiran positif dan tetap merasa bahagia menjalani kehidupan sehari-hari.

Yang kedua adalah selalu tampilkan kepercayaan diri. Hal yang kadang membuat para bujangan merasa ‘terpukul’ adalah, biasanya teman dekat atau keluarga sering menanyakan ‘kapan kamu mengakhiri masa jomblomu?’ dan menyuruh Anda untuk segera mencari pasangan. Namun, hal tersebut jangan dijadikan alasan untuk bersedih.

Anda harus tetap tampil percaya diri dengan menunjukkan sikap positif yang Anda miliki. Perhatikan penampilan Anda, rawatlah diri Anda sebaik-baiknya. Jangan sampai jomblo dijadikan alasan untuk tidak memperhatikan penampilan. Tingkatkan rasa percaya diri, itu akan membuat Anda semakin terlihat menarik.

Ini juga jangan sampai, yakni meratapi diri sendiri. Itu adalah hal terburuk yang dapat Anda lakukan untuk diri sendiri saat melewati masa lajang. Kadang-kadang ketika Anda memperhatikan semua orang di sekitar Anda bermesraan dengan pasangannya masing-masing, Anda mungkin merasa sedih dan mulai mengasihani diri sendiri.

Nikmati saja kehidupan yang Anda jalani sekarang dan bersyukurlah.  Jomblo bukan berarti harus dilewatkan begitu saja dengan kesedihan dan kesepian. Saat-saat menjadi lajang bisa Anda manfaatkan untuk meraih banyak potensi yang Anda miliki sebelum Anda bertemu pasangan dan melangkah ke jenjang pernikahan kelak.

Jadi, tetaplah berbahagia meski menjomblo. (DP)

LEAVE A REPLY