Ilustasi virus Zika. (Foto: AFP)
Ilustasi virus Zika. (Foto: AFP)

Gulalives.com, SEMARANG – Bunda, waspada selalu, karena wabah virus Zika telah meneror warga di Brasil dan Amerika Selatan. Sebagaimana diketahui, virus Zika telah menjadi musuh yang diperangi dan masih belum teratasi. Pemerintah Brasil telah mengumumkan agar para ibu tidak hamil. Sebab, virus ini diduga menyebabkan mikrosefali (cacat pertumbuhan otak) pada bayi baru lahir. Saat ini virus telah menginfeksi ribuan orang di Benua Amerika.

Bahkan, presiden Amerika Serikat (AS), Barrack Obama dan sejumlah pemimpin negara lainnya juga menyerukan untuk memerangi virus Zika itu. Pakar kesehatan menyatakan, virus yang mewabah di Brasil dan Amerika Selatan itu perlu dipahami sebagai virus yang memangsa kepala anak-anak dan otaknya, sebelum dilahirkan. Dampaknya, anak-anak lahir dengan kepala yang sangat kecil (mikrocepali).

Ilustrasi Virus Zika. (Foto: BBC)
Ilustrasi Virus Zika. (Foto: BBC)

Sebanyak 4.180 kasus mikrocepali, yang mengakibatkan bayi-bayi lahir dengan kepala sangat kecil telah dilaporkan terjadi di Brasil, Oktoiber 2015, yang mengalami peningkatan sebanyak 150 kasus dari tahun 2014. Karena itu, sejumlah kalangan ahli menyatakan, para wanita hamil harus bisa melindungi diri mereka dengan cara menghindari gigitan nyamuk penyebar virus Zika itu.

El Salvador sudah mewanti-wanti kaum hawa sejak dua tahun lalu. Mikrocepali adalah kondisi kepala bayi jauh lebih kecil dari kepala bayi pada umumnya, yang terjadi karena otak tidak tumbuh atau berhenti berkembang.

Ilustrasi Virus Zika. (Foto: Hindustantimes)
Ilustrasi Virus Zika. (Foto: Hindustantimes)

Jadi, virus ini sudah memangsa otak janin di dalam kandungan di masa-masa awal bayi itu bernyawa. Virus Zika diyakini sebagai virus yang mengakibatkan mikrocepali. Mikrocepali adalah sejenis penyakit yang termasuk di dalamnya adalah down syndrome, chromosomal syndromes, dan neurometablic syndromes, yang semuanya dikaitkan dengan keganasan virus ini.

Sementara, Kepala Departemen Ilmu Obstetri, Ginekologi dan Reproduksi dari Hackensack University Medical Center, New Jersey, Dr. Manny Alvarez, mengatakan ada tiga hal penting yang Anda harus ketahui mengenai virus Zika. Berikut ulasannya, seperti dikutip Gulalives.com dari Foxnews, Sabtu (30/1/2016).

Bahaya virus Zika, ilustrasi virus zika. (Foto: AFP)
Bahaya virus Zika, ilustrasi virus zika. (Foto: AFP)

Virus Zika dapat menyebabkan cacat bawaan pada anak. Terlepas dari apakah penyakit yang dibawa nyamuk ini sangat mirip dengan demam kuning, virus West Nile dan chikungunya, Zika memiliki risiko yang lebih besar karena virus ini berkaitan dengan kasus mikrosefali yang mengancam bayi-bayi di Brasil. “Virus dapat mempengaruhi kehamilan. Secara teoritis, virus dapat menyebabkan keguguran atau mempengaruhi pertumbuhan otak dalam janin,” katanya.

Dia mengatakan permasalahan mikrosefali bukan masalah sepele. Pasalnya, anak tersebut memerlukan perawatan dan pemantauan seumur hidup. “Belum ada pengobatan sehingga anak-anak ini akan menderita keterlambatan tumbuh kembang dan gangguan kognitif.”

Ilustrasi Virus Zika. (Foto: Hindustantimes)
Ilustrasi Virus Zika. (Foto: Hindustantimes)

Di Brasil sendiri para pejabat melaporkan hampir 4.000 kasus mikrosefali terjadi sejak Oktober. Di Amerika Serikat diperkirakan ada dua sampai 12 bayi per 10.000 kelahiran hidup yang menderita mikrocepali.

Virus tak hanya menyerang wanita hamil. Virus Zika bukan hanya berbahaya bagi wanita hamil, tapi juga pada dewasa lainnya. Virus ini menyerang sistem saraf dewasa dan menyebabkan peradangan akar saraf di tulang belakang atau disebut juga Guillain-Barre (gangguan saraf yang menyebabkan kelemahan otot yang dimulai pada kaki yang kemudian menyebar ke lengan dan wajah).

Gangguan saraf tersebut dapat menyebabkan pasien merasa mati rasa, kesulitan berjalan, dan lumpuh. Dalam kasus yang parah, pasien mungkin memerlukan dukungan hidup.

Ilustrasi Virus Zika. (Foto: Hindustantimes)
Ilustrasi Virus Zika. (Foto: Hindustantimes)

“Kita semua perlu waspada dan melindungi diri dari nyamuk, bukan hanya ibu hamil. Kita harus mempertimbangkan peringatan perjalanan yang telah dikeluarkan WHO dan mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk,” ujar Manny.

Virus Zika menyebar dengan cepat ke arah Selatan. Di Kolombia, pejabat setempat memprediksi akan mengalami 600.000 kasus Zika. Virus ini menyebar terlalu cepat, sehingga 22 negara telah masuk daftar travel warning.

Menurut Manny, jika seorang pasien terinfeksi virus Zika saat mengunjungi wilayah tertentu, dia bisa menjadi fokus untuk kontak virus. Selebihnya, dia mengimbau masyarakat dunia untuk proaktif karena sampai saat ini belum ada vaksin virus Zika. “Segera hubungi dokter jika mengalami gejala. Bila Anda sedang hamil, upayakan untuk tidak pergi ke daerah yang masuk daftar travel warning,” katanya.  (DP)

LEAVE A REPLY