besthealthmag.ca

Gulalives.co – Berasal dari istilah Yunani diabetes punya arti pancuran atau curahan, dan tahukah kamu tentang Melitus atau Mellitus? Yakni berarti gula atau madu. Maka, curahan cairan dari tubuh yang banyak mengandungan gula inilah disebut diabetes. Air seni adalah cairan yang dimaksud di sini. Saat di mana tubuh tak lagi bisa menghasilkan hormon insulin sesuai dengan yang dibutuhkan pun saat tubuh tidak bisa memanfaatkan secara optimal insulin yang dihasilkan, maka saat inilah gula darah kita meningkat.

Related image
syncremedies.com

Jika jumlah insulin dalam tubuh tidak mencukupi dan sel-sel tubuh tidak bisa memberikan respon maksimal pada insulin, maka insulin yang dihasilkan pun tidak bisa dimanfaatkan secara optimal, hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penumpukan gula dalam darah kamu, dan terciptalah penyakit diabetes itu.

Penyebab penyakit yang juga disebut dengan kencing manis ini adalah:

  • Ketidakmampuan organ tubuh (pankreas) untuk memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup
  • Tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin yang telah dihasilkan oleh pankreas secara efektif, atau bahkan
  • Karena gabungan keduanya.

Penyakit Diabetes juga dibagi menjadi tiga tipe, yaitu:

  • Diabetes melitus tipe 1, yakni diabetes mellitus yang disebabkan karena kurangnya produksi hormon insulin oleh organ pankreas
  • Diabetes melitus tipe 2, yakni diabetes mellitus yang disebabkan karena kurangnya respon tubuh terhadap insulin sehingga penggunaan hormon tersebut menjadi tidak efektif
  • Diabetes gestasional, yakni penyakit diabetes yang sebabkan tubuh tidak bisa merespon hormon insulin karena adanya hormon penghambat respon yang dihasilkan oleh plasenta selama proses kehamilan.

Sebagai seorang wanita Indonesia, kita harus selalu waspada dengan risiko terkena penyakit diabetes, karena makin hari, makin tinggi pula jumlah penderita penyakit tersebut. Bahkan, diabetes sudah dianggap pembunuh tingkat dunia tertinggi kesembilan untuk wanita. Dokter spesialis endokrin dari Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Roy Panusunan Sibarani mengungkapkan: setiap tahunnya ada 2,1 juta wanita di dunia yang meninggal akibat menderita diabetes.

Related image
diasiscare.greenworldnutritions.com

“Apalagi komplikasi diabetes pada wanita itu lebih sulit untuk didiagnosis. Minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai bahaya diabetes merupakan faktor utama yang menjadikan Indonesia masuk ke dalam 10 peringkat teratas negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia,” jelas Roy melalui keterangan resmi, Kamis 16 November 2017.

Mirisnya, menurut data Diabetes Atlas Edisi ke-8 yang diterbitkan oleh International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2017 ini, ada lebih dari 199 juta wanita yang terkena diabetes dan sayangnya angka tersebut diproyeksikan akan terus meningkat menjadi 313 juta jiwa pada tahun 2040 nanti. Dua dari lima wanita yang terkena diabetes masih berada di usia produktifnya. Selain itu, satu dari tujuh kelahiran dipengaruhi oleh gestational diabetes (GDM), yang mana ini merupakan ancaman dan sayangnya hal ini justru sering diabaikan.

Vice President & General Managaer PT Novo Nordisk Indonesia, Morten Vaupel menyampaikan perusahaan perawatan kesehatan global yang berfokus pada penyakit diabetes tersebut secara konsisten melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan diabetes.

Image result for Morten Vaupel
id.linkedin.com

“Khusus pada tahun ini, sesuai dengan tema yang diusung IDF, kami akan mengkomunikasikan pentingnya akses yang terjangkau dan merata bagi semua wanita yang berisiko ataupun penyandang diabetes agar mendapat pengobatan yang dibutuhkan,” jelas Morten.

Data IDF Diabetes Atlas edisi ke-8 juga memperkirakan bahwa jumlah penyandang diabetes di Indonesia sudah mencapai angka 10,3 juta orang di tahun 2017 dan lagi-lagi diprediksi akan mencapai 16,7 juta pada tahun 2045 nanti. Bahayanya, 53,7 persen di antaranya mempunyai kemungkinan tidak terdiagnosis. Indonesia sendiri saat ini berada pada peringkat keenam, negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Untuk itu, agar kita tidak termasuk ke dalamnya, maka mulailah jalani hidup sehat, jangan ragu untuk cek kadar gula darah kalian, karena mencegah akan selalu lebih baik daripada mengobati. Namun, untuk kalian yang sudah dekat dengan diabetes, baik karena mengalaminya sendiri atau warisan dari orang tua, jangan pernah lelah untuk terus menjalani hidup dengan lebih baik dan lebih baik lagi, rutin untuk memeriksakan kadar gula darah kalian, dan semoga kita semua menjadi jauh lebih sehat, ya.

LEAVE A REPLY