Gulalives.com, Bogor – Memasuki Kampung Empang, Kota Bogor, Sobat akan menemui sebuah alun-alun di lapangan terbuka yang cukup luas. Di sisi timur alun-alun terdapat sebuah masjid yang sangat bersejarah bagi perkembangan Islam di kota hujan itu. Masjid At-Thohiriyah, namanya. Berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 750 meter persegi, masjid ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Agung Empang. Masjid ini memiliki sejarah panjang karena dibangun pada 1817 atau hampir dua abad silam.  Masjid berbentuk joglo (panggung) ini merupakan masjid pertama di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Saat itu, Empang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dan tempat kediaman bupati Bogor. Kedudukan bupati Bogor ketika itu sebagai pimpinan pemerintahan dan pimpinan urusan agama Islam di Kota Bogor, yang salah satunya adalah Dalem Suryawinata (RH Mohamad Siradz). Di samping sebagai bupati, ia dikenal juga sebagai pimpinan umat Islam di Bogor.

   empang

1# 4 Tiang melambangkan 4 Sahabat Nabi

empang3

Pada 1935, saat kepengurusan masjid dipegang Raden Abdulqadir dengan bantuan Habib Alwi bin Muhammad Alhadad, masjid dibangun sehingga berdinding tembok permanen sebagaimana terlihat sekarang. Dengan pembangunan ini, luas masjid bertambah dua kali lipat dari semula.

Ciri khas masjid ini sebagaimana masjid-masjid tua di Tanah Air adalah adanya empat tiang penopang kubah. Tiang ini menyimbolkan empat sahabat Rasulullah (Abubakar, Umar, Usman, dan Ali) dan empat arah mata angin.  Empat tiang ini berasal dari bangunan asli. Begitu juga tempat imam/mihrab yang telah ada sejak masjid didirikan pada 1817.
Pada 1993, masjid bersejarah ini kian semarak dengan bertambahnya kegiatan keagamaan menyusul didirikannya bangunan khusus untuk madrasah diniyah di sebelah utara masjid. Jika kita mendatangi daerah Empang ketika sekolah tidak libur, kita akan mendapati murid-murid berpakaian seragam Muslim sedang belajar di sekolah tersebut.

2# Presiden Mesir Abdel Nasser Pernah Berkunjung

empang1

Masjid Agung Empang tidak pernah sepi dari kegiatan keagamaan, seperti ceramah, tausiyah, acara maulid Nabi SAW, madrasah, dan setiap Ramadhan masjid ini membuka pintu lebar-lebar bagi kaum dhuafa untuk berbuka bersama. Tiap hari setelah Shalat Subuh, dilanjutkan dengan kegiatan mengkaji tafsir Alquran dan fiqih.
Jika menengok ke belakang, sejumlah tokoh nasional dan internasional pernah berkunjung dan shalat di masjid ini. Sebut saja, misalnya, Presiden Sukarno dan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, ketika menghadiri Konferensi Asia Afrika 1955.  Wapres Adam Malik dan Hamzah Haz bila ke Bogor selalu menyempatkan shalat di masjid ini. Selain mereka, Masjid At-Thohiriyah juga kerap dikunjungi ulama-ulama terkemuka seperti KH Abdullah bin Nuh, KH Abdullah Syafi’ie, dan para habaib.

3# Masjid Selamat dari Jilatan Api

empang2

Masjid Agung Empang dibangun RH Muhamad Thohir, cucu Dalem Cikundul Cianjur (R Arya Wiratanudatar II) yang telah mewakafkan tanah untuk dibangun sebuah masjid pada 1817. Pembangunan dilanjutkan putranya, Dalem Wiranata (Dalem Sepuh). Kemudian, dilanjutkan cucunya, Dalem Sholawat (Raden Sholawat). Pada 1927, terjadi musibah kebakaran. Rumah-rumah penduduk di sekitar masjid terbakar, tapi masjid tetap utuh karena terhindar dari musibah ini.  Sebagian rumah yang terbakar yang luasnya 750 meter persegi dan sudah rata dengan tanah, kemudian dibeli Sayid Alwi bin Ismail Alaydrus. Dia kemudian mewakafkan untuk masjid.  Di sebelah utara masjid terdapat rumah dan tanah milik Habib Abdullah F Assegaf. Sebelum meninggal, dia mewakafkan rumah dan tanahnya untuk masjid.

LEAVE A REPLY