nikah sirih_www.muslimah.co.id
Foto Ilustrasi "Pernikahan Siri" (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi “Pernikahan Siri” (shutterstock.com)

Gulalives.com, JAKARTA – Tema kali ini dijamin wuuiihh deh. Ini lho yang lagi hot-hotnya, yaitu seputar nikah siri. Hayooo, apa yang terbayang di benak anda tentang pernikahan siri? Apakah menikah siri itu salah? Apakah pernikahan ini sah? Banyak yang sotoy dalam menerjemahkan apa itu pernikahan siri. Please, tongkrongin sampai tuntas deh ya artikel yang Gulalives suguhkan ini.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Well, sebelum Gulalives bedah lebih dalam tentang pengertian nikah siri, ada baiknya kita intip hot news yang terjadi di dunia entertainment. Sosok satu ini nggak pernah lepas dari kontroversi, Ahmad Dhani. Jumat (20/11) kemarin, bos Republik Cinta Management ini mengunggah video di akun Instagram miliknya tentang sebuah acara baru di sebuah teve swasta yang akan ia pandu.

Cuplikan video diambil dari tayangan perdana program televisi itu. Pentolan grup band Dewa 19 ini memancing narasumbernya untuk bicara soal kawin siri. Dua wanita cantik yang pernah melakukan pernikahan siri dan belakangan ini selalu menjadi news maker. Mereka adalah Regina ‘Fathat Abbas’ dan Nikita Mirzani. Di dalam video Dhani nyeletuk, “Saya tidak berpangalaman nikah siri, tapi saya berpengalaman dalam banyak hal. Salah satunya nikah siri”. Nah… nah… nah…

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Setelah episode cintanya tutup buku bersama Maia Estianti, Ahmad Dhani kemudian mengaku bahwa ia telah menikah siri dengan Mulan Jameela. Dari penelusuran Gulalives, Dhani menikah siri dengan Mulan pada tahun 2009. Padahal, waktu itu ia tengah mengurus perceraiannya dengan Maia. Yang paling anyar, Dhani blak-blakan bersuara kalau saat ini Mulan kembali berbadan dua, hamil 7 minggu.

Ahmad Dhani dan Mulan (foto : google)
Ahmad Dhani dan Mulan Jameela (foto : google)

Sosok kontroversial lain yang nggak kalah menggigit adalah Farhat Abbas. Pengacara yang kerap menyerang Ahmad Dhani melalui twitwar nya itu balik menggugat perdata wanita bertubuh semlohai yang pernah ia nikahi secara siri, Regina Andriane Saputri. Mantan suami Nia Daniati itu menyebut angka 19,73 miliar rupiah sebagai nominal kerugian yang ia derita karena menikah siri dengan Regina. Besaran rupiah bernilai fantastis itu diketahui setelah Farhat Abbas memberitahu ke awak media pada sidang di Pengadilan Negeri Bogor, Senin (16/11) kemarin. Agak aneh sih, biasanya kan yang melakukan gugatan itu datang dari pihak wanita ya?

Farhat Abbas dan Regina (foto : google)
Farhat Abbas dan Regina (foto : google)

 

Menjamurnya para penyedia jasa pernikahan siri

Sesekali boleh tuh anda ketik di mesin pencari Google dengan keyword ‘jasa nikah siri’. Hasilnya? Weeew… bikin geleng-geleng kepala! Maraknya pernikahan siri yang terjadi di Indonesia, membuat orang menangkap celah ini sebagai peluang bisnis menarik. Seabrek situs yang menyediakan layanan jasa nikah siri pun berseliweran dan dapat dengan mudah kita akses dengan mata telanjang.

Foto Ilustrasi "Pernikahan Siri" (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Para penyedia jasa tersebut tanpa malu-malu menawarkan sejumlah kemudahan untuk para pasangan yang berminat melakukan nikah siri. Ibarat kita berbelanja kebutuhan dapur di pasar tradisional, pengunjung situs-situs itu pun ramai sekali. Mereka mengutarakan secara gamblang mekanisme simpel untuk menikah siri. Seperti cukup datang bersama pasangan, membawa sejumlah mahar, kemudian bisa dilangsungkan pernikahan deh. Gokilnya lagi nih, para penyedia jasa itu telah menyiapkan beberapa benefit lain, seperti menyediakan jasa sekaligus untuk menghadirkan sejumlah saksi dan wali hakim. Lengkap dengan rincian tarifnya pula!

foto ilustrasi nikah siri_gulalives_05
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

 

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Pengertian nikah siri

Nah, sampai sini apakah anda sudah menemukan benang merah tentang definisi nikah siri? Kalau belum, Gulalives senang hati akan menjelaskannya. Nikah siri biasa atau lazim disebut nikah di bawah tangan adalah sebuah pernikahan yang tidak dicatat di Kantor Urusan Agama. Sederhananya begini. Pasangan yang menikah secara siri, mereka nggak akan mendapatkan buku nikah resmi. Alasannya, karena pernikahan siri tidak tercatat oleh negara.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Kata siri sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu sirri atau sir yang artinya rahasia. Bahasa kerennya, pernikahan siri adalah sebuah pernikahan yang dilakukan secara rahasia tanpa harus repot-repot menggelar resepsi dan mengundang banyak tamu. Pernikahan ini sah secara norma agama, tapi tidak sah menurut norma hukum. Kok gitu? Ya itu tadi, karena pernikahan siri tidak dicatat di KUA.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Fenomena nikah siri nggak hanya marak dilakukan oleh sejumlah public figure. Kamis (19/11) kemarin, Kementerian Agama Kabupaten Tangerang menyoroti fenomena pernikahan siri yang dilakukan puluhan wanita di Kecamatan Tigaraksa dengan warga negara asing.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Seperti dilansir dari inilahbanten.com, Kepala Kemenag Tangerang M Nawawi mengungkap ada sekitar 20 wanita di Kecamatan Tiga Raksa telah menikah siri dengan WNA asal Korea Selatan, Singapura dan Tiongkok. Perempuan yang dinikahi umumnya bekerja sebagai caddy di lapangan golf. Padahal para pria WNA tersebut telah memiliki istri di negara asal mereka. Nawawi menyarankan agar pernikahan beda negara yang diharapkan masih satu iman dan dilakukan secara resmi tercatat di Kantor KUA setempat. “Bila terjadi pernikahan siri, maka anak terancam tidak diakui oleh negara,” ujarnya.

Pernikahan siri _ gulalives _6
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Ya… persoalan nikah siri akan berbuntut ketika pasangan tersebut telah memiliki buah hati. Menurut undang-undang, seorang anak yang sah yaitu anak yang didapat dari hasil perkawinan yang sah.

 

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Anak hasil pernikahan siri, nasib mereka bagaimana?

Hal ini melekat dalam UU No.1 tahun 1974 tentang Pernikahan, Pasal 42 Ayat 1: Anak yang sah adalah anak-anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah. Dilema buat pasangan nikah siri, karena anak mereka bakal dihadang segudang kesulitan dalam pengurusan hak hukum seperti nafkah, warisan, maupun pembuatan akta kelahiran.

Pernikahan siri _ gulalives _3
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Duh, kasian dong nasib anak jadi terombang-ambing? Nah, Majelis Ulama Indonesia punya jawaban tegas soal ini nih. Melalui sebuah fatwa yang dirilis pada medio tahun 2006, MUI secara tegas menyatakan bahwa nikah siri itu sah secara hukum agama. Begitu pun dengan anak hasil pernikahan siri. Jika pernikahan tersebut sah dalam syariat Islam, anak dari pernikahan itu harusnya juga sah. Meski, keabsahan tersebut kembali terbentur oleh peraturan hukum positif.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Imam Masjid Istiqlal Jakarta, Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub lantang mengatakan seharusnya negara mengakui secara sah anak dari nikah siri. Boleh jadi pelaku pernikahan siri memiliki keterbatasan, salah satunya kesulitan ekonomi. Nggak semua pengantin mampu membayar biaya penghulu dari KUA. Ketimbang mereka dituduh masyarakat melakukan zina, menikah siri adalah salah satu solusinya.

 

Foto Ilustrasi Pernikahan Siri (foto : google)
Foto Ilustrasi Pernikahan Siri (foto : google)

Ali Mustafa melanjutkan, pernikahan yang sangat sakral dan menjadi syariat menjalankan agama harus dilindungi negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 29. Nggak boleh ada intervensi negara dalam menjalankan syariat agama, termasuk dalam urusan pernikahan. Jika agama sudah menyatakan sah, mau nggak mau negara juga harus menyatakan sah.

foto ilustrasi nikah siri_gulalives_01
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Dalam tatanan sosial masyarakat, anak hasil di luar pernikahan resmi juga kerap dianggap lebih buruk ketimbang anak yang dilahirkan melalui sebuah pernikahan yang diakui negara. Anak sah pada asasnya berada di bawah kekuasaan orang tua, sementara yang dicap tidak sah biasanya berada di bawah perwalian. Hal ini menjadi bom waktu ketika nanti dihadapkan pada permasalahan warisan dan hak-hak anak lainnya.

Warisan (foto : google)
Foto Ilustrasi Warisan (foto : google)

Coba deh anda bertanya kepada mereka yang memiliki anak dari kawin siri. Secara hukum negara, anak masih dipandang nggak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya. Persis sama hukumnya dengan anak di luar nikah. Dalam akta kelahiran, masih sering dijumpai kasus akta kelahiran anak dari nikah siri yang nggak mencantumkan nama ayah.

Sebuah titik terang ketika hal yang disebutkan tadi dikoreksi Mahkamah Konstitusi melalui putusan Mahkamah Konstitusi No 46/PUU-VIII/2010 tentang Pengujian Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan. MK menyatakan, anak yang lahir di luar perkawinan mempunyai hubungan hukum dengan ayah biologis, nggak lagi hanya kepada ibu dan keluarga ibu. Selain itu, konsekuensi dari tidak adanya hubungan antara ayah dan anak secara hukum, juga berakibat anak di luar nikah tidak mendapat warisan dari ayah biologisnya.

Father and chlid
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Lebih jauh MK berpendapat, ketentuan Pasal 2 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pencatatan Perkawinan ini menyimpulkan pencatatan perkawinan bukan faktor yang menentukan sahnya perkawinan. Pencatatan hanya kewajiban administrasi yang diwajibkan berdasarkan perundang-undangan. Kewajiban administrasi ini dalam rangka memenuhi fungsi negara untuk memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan HAM yang bersangkutan.

Pernikahan siri _ gulalives _4
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

MK bahkan menegaskan Pasal 43 ayat 1 bertentangan dengan UUD 1945. Review pasal tersebut menjadi, “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya.”

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Pada tahun 2013 lalu, Gamawan Fauzi yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, telah memberikan pengakuan terhadap anak hasil nikah siri sebagai anak yang sah secara undang-undang. Anak hasil nikah siri, secara teknis sudah mendapatkan haknya sebagai anak-anak dari pernikahan sah lainnya. Contoh, tentang akta kelahiran. Si anak bisa mendapatkannya, dengan catatan setelah melalui itsbat atas pernikahan siri orangtuanya.

 

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Nikah siri bisa diakui oleh negara, asal…

Terkait dengan itsbat, ada beberapa contoh kasus menarik yang pernah terjadi pada sejumlah selebriti tanah air. Masih ingat dengan pedangdut Melinda? Pelantun hit “Cinta Satu Malam” ini pernah dinikahi secara siri oleh seorang pejabat di Jawa Barat. Sampai kemudian Melinda mengajukan itsbat nikah ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan supaya pernikahannya diakui. Dalam persidangan tersebut, kolektor tas-tas mahal itu menggugat Drs. H. Dedi Supardi MM bin Suhendra, mantan Bupati Cirebon. Akhirnya, pengadilan memutus pernikahan Melinda dan sang pejabat itu sah. Dari hasil itsbat tersebut, anak hasil pernikahan mereka pun bisa memiliki akta kelahiran.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Pesinetron ganteng Tommy Kurniawan juga pernah nikah siri dengan Fatimah Tania Nadira. Hal itu dilakukan karena orangtua dari pihak wanita tidak merestui hubungan cinta mereka. Nggak lama berselang, keduanya memutuskan melakukan itsbat nikah ke Pengadilan Agama Tiga Raksa, Tangerang. Setelah melalui dua kali masa persidangan, akhirnya pernikahan mereka telah sah diakui oleh negara.

 

tommy-kurniawan
Tommy Kurniawan juga pernah nikah siri dengan Fatimah Tania Nadira (foto : google)

Ini dia penjelasan pakar hukum tentang nikah siri

Kurang afdol rasanya kalau tidak menghadirkan ahli hukum untuk menelaah lebih dalam persoalan nikah siri. Simak nih Q & A seru Gulalives dengan konsultan hukum dari BP Lawyers, Fairus Harris SH M.Kn. Check it out…

konsultan hukum dari BP Lawyers, Fairus Harris SH M.Kn
Konsultan Hukum dari BP Lawyers, Fairus Harris SH M.Kn (gulalives.com)

 

Apakah nikah siri diakui oleh hukum positif di Indonesia?

Berdasarkan hukum postif di Indonesia yang mengatur mengenai perkawinan yaitu UU No. 1 tahun 1974, dinyatakan suatu perkawinan dianggap sah oleh negara apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan dan dicatatkan menurut peraturan perundang-undangan. Untuk yang beragama Islam, dicatatkan di Kantor Urusan Agama dan yang beragama Non Islam, di kantor Catatan Sipil. Pernikahan siri diidentikkan dengan suatu perkawinan yang dilakukan secara sah menurut hukum agama namun tidak dicatatkan. Maka menurut negara, belum terjadi suatu perkawinan.

IMG_3519
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

 

Apakah pasangan yang menikah siri itu bisa mendapatkan buku nikah?

Pernikahan siri yang dikenal khalayak umum merupakan perkawinan yang tidak melibatkan unsur negara atau pemerintah. Dalam hal ini, unsur pencatatan sebagai syarat sahnya suatu perkawinan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, tidak ada buku nikah yang dapat dikeluarkan KUA atau akta perkawinan dari kantor catatan sipil. Agar dapat diakui pernikahan tersebut oleh negara, maka harus dilakukan itsbat nikah atau peneguhan pernikahan. Hal ini pernah dilakukannya juga oleh selebritis seperti Ayu Azhari.

Buku Nikah
Buku Nikah Resmi yang di keluarkan oleh Negara (foto : google)

Prosedurnya, pasangan pernikahan siri dapat mengajukan permohonan itsbat nikah kepada pengadilan agama setempat. Nantinya setelah diterbitkan penetapan oleh pengadilan agama, akan menjadi dasar untuk mengurus buku nikah hingga penegasan status anak yang lahir dari pernikahan siri tersebut. Dengan adanya pengesahan tersebut dengan dilanjutkan pengakuan atas anak tersebut, maka nantinya di akta kelahiran anak tersebut akan dicantumkan catatan sehubungan dengan adanya pengakuan tersebut.

Pernikahan siri _ gulalives _7
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

 

Bagaimana mengurus dokumen akte lahir bagi anak yang lahir dari pasangan nikah siri?

Terkait anak yang lahir dari suatu perkawinan siri hanya memiliki hubungan hukum dengan pihak ibu dan keluarga ibunya. Oleh karena itu yang tercatat di akta lahir anak tersebut hanya nama ibunya saja.

Akta Kelahiran (foto : google)
Akta Kelahiran (foto : google)

 

Siapa yang berhak menikahkan pasangan siri? Apakah penghulu seperti layaknya di pernikahan biasa atau…?

Unsur pembeda pernikahan siri dengan pernikahan yang diakui oleh negara yaitu pada pernikahan siri tidak dihadiri penghulu dari KUA sebagai perwakilan negara yang bertugas mencatatkan perkawinan tersebut. Umumnya suatu pernikahan siri hanya dihadiri oleh pihak keluarga dari kedua belah pihak calon pengantin.

IMG_3520
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

 

Apa saja kerugian pasangan siri terutama dari sisi wanita?

Kerugian dari suatu perkawinan siri terutama bagi pihak wanita dan anak dari perkawinan siri tersebut. Terjadinya perkawinan tersebut tidak diketahui oleh negara karena tidak adanya pencatatan di pihak yang diberikan kewenangan. Dengan tidak tercatatnya perkawinan tersebut, maka tidak ada perlindungan hukum bagi pihak wanita dan anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut. Menurut negara, wanita tersebut bukan istri dari pria yang dinikahkannya tersebut. Jadi tidak ada kewajiban bagi si pihak pria untuk memberikan nafkah bagi wanita tersebut sebagaimana kewajiban suami ke istrinya. Selain itu dengan tidak adanya pencatatan tersebut, maka jika dikemudian hari pihak pria hendak menikah lagi maka tidak memerlukan izin dari istri dan negara melalui penetapan pengadilan, karena status pria tersebut masih single atau belum menikah.

Foto Ilustrasi (shutterstock.com)
Foto Ilustrasi (shutterstock.com)

Hal tersebut akan sangat merugikan pihak wanita sebagi istri dari pernikahan siri tersebut karena tidak dapat memperoleh hak-haknya yang dilindungi negara sebagai seorang istri. Anak yang lahir dari perkawinan siri tersebut hanya memiliki hubungan hukum dengan ibunya, dengan demikian sepanjang belum ada pengakuan dari bapaknya yang bertanggungjawab atas anak tersebut hanya ibu kandungnya saja. Bahkan tidak memiliki hak waris nantinya dari sang ayah jika sudah meninggal. (VD)

LEAVE A REPLY