Anda Masih Muda dan Gampang Emosi, Stroke di Depan Mata
Ilustrasi perempuan marah. (Foto: Shutterstock)

Gulalives.com, SEMARANG – Guys, waspada serangan stroke. Jika  beberapa waktu lalu stroke menyerang orang-orang berusia lanjut, saat ini orang-orang muda berumur 30-an juga sudah banyak yang terkena penyakit saraf tersebut. Selain gaya hidup yang tidak sehat, sikap temperamen dan ambisius juga bisa jadi penyebab. Kepastian tentang stroke di usia dini ini berdasarkan studi dari American Academy of Neurology. Seperti dipublikasikan pada jurnal Neurology, llembaga itu merilis satu dari lima korban stroke berusia di bawah 45 tahun dan resiko tersebut terus meningkat.

Dilansir dar dailymail, ahli saraf sekaligus pemimpin penelitian tersebut, Annesh Singhal mengatakan, bahkan mereka yang berusia 20 tahunan juga mulai banyak yang didiagnosis stroke. Di Indonesia sendiri, menurut Data Riset Kesehatan Dasar 2008, terdapat sekitar 1,7 juta penderita stroke. Namun, 12 juta penduduk lainnya yang berusia di atas 35 tahun berpotensi terserang stroke. Padahal beberapa tahun sebelumnya, rata-rata penduduk yang berisiko berusia 55-65 tahun.

Singhal menyatakan berbagai faktor penyebab stroke usia muda ini, antara lain adanya gumpalan darah di jantung maupun otak akibat konsumsi obat-obatan yang melebihi dosis dan gaya hidup tak sehat seperti merokok dan banyak mengonsumsi alkohol.  Pada usia 25-40 tahun, kebanyakan orang-orang memiliki tuntutan hidup yang lebih berat. Mereka berusaha mengejar karier dan kesuksesan sehingga tanpa sadar memasang target yang lebih tinggi dan keras terhadap diri sendiri untuk mencapainya.

Secara umum, anak-anak muda memang jarang yang memiliki gangguan pembuluh darah di otak, karena organ-organ tubuhnya masih bekerja dengan baik. Namun, dengan gaya hidup “orang-orang kantoran” yang cenderung tak sehat seperti jadwal makan yang berantakan dan jarang berolahraga, maka resiko terkena stroke semakin meningkat. Belum lagi ditambah dengan konsumsi rokok dan alkohol. Maka, semakin sering seseorang tersebut marah maka risiko mengalami serangan jantung dan stroke semakin tinggi.

Jika dibandingkan dengan gangguan otak lain, stroke punya kekhasan. Yakni serangannya lebih mendadak. Gejalanya yang paling sering jika tubuh lemas secara tiba-tiba. Jikalau ada keluhan lain seperti sakit kepala dahulu selama tujih hari sebelumnya setelah itu lemas sebelah, biasanya itu bukan stroke. Gaya hidup yang tidak sehat itu bisa menimbulkan plak di pembuluh darah. Plak akan menyumbat pembuluh darah sehingga penyaluran nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan otak terhambat. Masalahnya, pembuluh darah akan semakin menyempit jika ditambah dengan stress yang tinggi.

Meskipun sangat jarang sebagai faktor tunggal penyebab stroke, emosi yang berlebihan seperti marah-marah dan mengangis histeris dapat menambah risiko stroke jika memang sebelumnya di pembuluh darah kita sudah ada plak. Sehingga, cara terbaik untuk menangani stroke adalah dengan segera memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami gejala stroke. Sebisa mungkin dalam kurun waktu tiga jam sejak merasakan gejala, pasien stroke harus segera mendapatkan pertolongan dari dokter. Jika lewat dari masa itu. setidaknya jangan lebih dari 14 hari, karena 5-14 hari merupakan fase akut. (DP)

LEAVE A REPLY