Berubah demi pasangan
Berubah Demi Pasanganmu Itu Tidak Menyenangkan Sumber: plus.google.com

Gulalives.com, SEMARANG – Ladies, kita semua memahami bahwa hampir semua wanita yang cantik itu pasti sedang bahagia. Kebahagiaan membuatnya memancarkan aura positif yang kuat dan mengabaikan semua minusnya menjadi plus. Itulah energi cantik dari sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan wanita itu bisa didapatkan dengan cara yang sederhana, yaitu dengan memanggil sayang.

Kata-kata romantis“Hallo selamat pagi, sayang?”.  Bukankah kalimat tersebut terdengar manis dan hangat di telinga Anda? Nah, panggilan “Sayang”, menurut peneliti, memiliki efek positif signifikan di otak wanita.

Sebagaimana dilansir Gulalives.com dari Elitedaily.com, Selasa (15/12), panggilan mesra tersebut efektif dalam melepas hormone oksitosin di tubuh wanita yang menghasilkan perasaan bahagia dan hangat. Selain itu, wanita yang sering dipanggil “Sayang”, ditemukan jarang mengalami stres dan lebih ikhlas dalam menghadapi segala tantangan hidup.

Sehingga, “Sayang” dianggap sebagai kata positif yang memberikan dampak baik pada wanita. Dan menurut paparan di Psychology Today, panggilan “Sayang” pada wanita menciptakan perasaan aman dan nyaman. Mereka pun jadi lebih percaya diri dalam beraktivitas.

“Sensai sensual dibalik panggilan ‘Sayang’ menciptakan dopamine yang membuat kecanduang mendengar panggilan tersebut. Lalu, efek neurochemicals seperti oksitosin dan vasotosin, hormon cinta, membantu pasangan untuk membangun hubungan yang penuh cinta, kasih, dan loyalitas,” jelas laporan Psychology Today.

Kata-kata positif dan negatif, memiliki efek terhadap energy tubuh, termasuk semangat dan motivasi.  Orang yang sering mendengar kata “Tidak” cenderung lebih mudah stres, ketimbang mereka yang mendengar kata “Ya” dan “Sayang”.

Selain itu, sebuah laporan yang dipublikasikan oleh Harvard Law School mempelajari efek dari kata positif dan negatif. Menurut studi, gambar-gambar indah yang disertakan kata negatif, akan memberikan pengaruh buruk pada pilihan orang yang melihatnya.

Oleh karena itu, banyak karyawan profesional yang sangat berhati-hati dalam pemilihan kata untuk materi presentasi. Mereka menghindari menggunakan kata negatif, dan menggantinya dengan kata penolakan yang lebih diplomatis.

Namun demikian, sebagai perbandingan, ada sebuah penelitian menarik di Jepang yang mungkin akan membuat para suami dan lelaki berubah. Penelitian tersebut adalah mengenai bagaimana pengaruh memanggil istri dengan namanya.

Sesederhana seorang suami yang memanggil nama istrinya. Membuatnya punya pancaran wajah yang berbeda seperti saat pertama kali bertemu dengan pria yang menjadikannya ibu dari anak-anaknya. Pancaran sebagai seorang wanita dan istri, bukan hanya seorang ibu.

Penelitian ini dilakukan pada banyak keluarga yang sudah memiliki anak. Pada keluarga seperti ini biasanya bukan hanya anak-anak yang memanggil ‘mama’ atau ‘ibu’, tapi suami juga melakukannya. Perhatikan reaksi yang berbeda saat suami memanggilnya dengan nama asli mereka.

Hal ini ternyata membuat wanita menjadi lebih cantik dan bahagia. Terbukti dari penelitian yang dilakukan terhadap perkembangan oksitosin mereka dari hari ke hari. Sebuah hormon yang menunjukkan kebahagiaan seseorang.

Lepas dari penelitian itu, ada satu kesimpulan yang bisa kita petik. Saat kita memanggil nama orang sebagai sebutan, bukan hanya sebutan yang umum dipakai, seseorang akan merasa lebih dikenali, diinginkan, dihargai dan cara sederhana ini bisa membahagiakan mereka. (DP)

 

LEAVE A REPLY