Insulin

Gulalives.com, JAKARTA – Sel beta di dalam pankreas secara alami memproduksi insulin, hormon yang berguna untuk menyimpan glukosa darah (gula darah) dari makanan yang dicerna.

Untuk diabetes tipe 1, sel beta itu rusak, dan untuk memanfaatkan glukosa dari makanan, Anda perlu sumber insulin lain. Sedangkan untuk diabetes tipe 2, pankreas biasanya masih dipakai untuk membuat insulin, tapi tubuh tidak meresponsnya dengan benar. Terkadang butuh obat diabetes untuk mendorong tubuh agar bisa merespons insulin, dan ini cukup untuk mengendalikan diabetes untuk sementara.

Namun, diabetes tipe 2 adalah penyakit agresif dan produksi insulin dapat berubah seiring waktu, kata Alison Massey, MS, RD, LDN, ahli diet dan edukator diabetes di Mercy Medical Center di Baltimore, AS.

“Fungsi sel beta di dalam pankreas dapat menurun seiring waktu, sehingga seseorang yang mengendalikan kadar gula darah dengan pengobatan diabetes lain mungkin perlu menggunakan insulin,” ucap Massey.
Berikut ada delapan cara pengendalian diebetes yang disarankan Massey, seperti dilansir everydayhealth.com:

Monitor gula darah secara rutin

Memonitor gula darah adalah cara bagus untuk memprediksi dan mencegah kadar gula darah. Mengecek kadar gula darah setelah berolahraga atau akan mengonsumsi makanan baru, akan membantu Anda mengetahui makanan atau aktivitas seperti apa yang akan mempengaruhi kadar gula darah di masa mendatang, sekaligus dapat menentukan dosis insulin yang tepat yang Anda butuhkan.

Pastikan dosis insulin yang tepat

Jumlah insulin yang diperlukan untuk mengendalikan diabetes tergantung pada sejumlah faktor, seperti makanan, aktivitas, dan level stres yang dialami. Mengetes dengan menggunakan monitor glkosa setelah menggunakan insulin dapat membantu Anda menentukan apakah dosis itu sudah tepat atau belum. Dokter juga perlu membantu menentukan kisaran dari target sehat Anda. Kisaran ini berbeda pada masing-masing orang, yang tergantung pada riwayat medis, usia, dan faktor lainnya.

Pakai insulin berdasarkan jadwal

“Dokter Anda harus memberitahu Anda mengenai waktu yang tepat untuk menggunakan insulin,” kata Massey.

Ada beberapa tipe berbeda dari insulin untuk diabetes, jadi penting untuk mengetahui jenis dan dosis insulin yang tepat untuk Anda gunakan.

Jenis insulin meliputi:

– Insulin bereaksi cepat. Insulin jenis ini bekerja setelah sekitar lima menit disuntikkan. Reaksinya bekerja optimal setelah satu jam dan efektif hingga dua sampai lima jam.
– Insulin biasa. Insulin ini mencapai aliran darah sekitar 30 menit setelah penyuntikkan, dan bekerja optimal selama dua hingga tiga jam setelah injeksi serta akan habis selama tiga hingga enam jam.
– Insulin reaksi sedang. Insulin ini masuk ke aliran darah dalam dua hingga empat jam setelah injeksi. Reaksi optimalnya tercapai pada 4 hingga 12 jam setelah injeksi dan efektif selama total 12 hingga 18 jam.
– Insulin reaksi jangka panjang. Insulin jenis ini masuk ke aliran darah dalam 6 hingga 10 jam setelah injeksi dan efektif selama 20 hingga 24 jam.

Pilih area untuk menyuntik secara hati-hati

Lokasi penyuntikan insulin akan berdampak langsung terhadap seberapa cepat insulin masuk ke aliran darah dan mulai bekerja. Untuk yang tercepat, suntikkan insulin ke lokasi di abdomen atau daerah perut, serta hindari area pusar. Lokasi penyuntikan lain adalah area lengan atas, paha, dan bokong. Untuk mendapatkan hasil terbaik, fokuskan area penyuntikan di area umum yang sama sehingga insulin mencapai aliran darah dalam waktu yang sama dengan setiap penyuntikan. Namun, perlu diingat untuk tidak menyuntikkan di area yang sama setiap menyuntikkan insulin.

Berolahraga akan pengaruhi kadar gula darah

Menurut studi yang diterbitkan di American Journal of Physiology — Endocrinology and Metabolism, berolahraga paling sedikit sekali sepekan dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap insulin pada penderita diabetes tipe 2. “Aktivitas fisik dapat menurunkan kadar gula darah,” kata Massey.

Bangun keterampilan kelola stres

Perawatan dengan insulin tidak akan ampuh bila penderita diabetes mengalami stres. Saat pikiran stres, tubuh akan mengeluarkan hormon stres, yang cenderung berkontribusi terhadap peningkatan kadar gula darah. Menurut studi yang diterbitkan di Journal of Adult Development, kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 mungkin tak efektif dikendalikan bahkan jika pengobatan, diet, dan aktivitas fisik terjaga dengan baik bila si penderita mengalami stres.

Tetap terhidrasi

Pastikan Anda minum cukup air setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi. Penderita diabetes memiliki risiko tinggi mengalami dehidrasi akibat tubuh merespons kadar gula yang tinggi. Ginjal mencoba membersihkan kelebihan glukosa yang ditandai dengan sering buang air kecil. Dehidrasi dapat memicu kebal terhadap insulin untuk sementara waktu karena kadar gula darah akan terus meningkat dan ginjal akan terus berusaha untuk memulihkan keadaan itu. Kurang minum pada penderita diabetes dapat memicu terjadinya komplikasi. (TR)

LEAVE A REPLY