dworkiwbojanie.pl

Di Indonesia, mitor tentang pernikahan selalu terkait dengan hal-hal mistis dan di luar nalar kita. Tapi, masyarakat Indonesia masih ada yang percaya dan mematuhinya. Walaupun dalam benak sendiri hal itu tidak masuk akal dan tidak berhubungan. Karena akan ada resiko yang di dapat calon pengantin jika tidak menjalankan mitos yang sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu. Resiko beragam, mulai dari sempitnya pintu rezeki, akan mendapat musibah, bahkan sampai dihampiri oleh kematian.

Nah, kalo kamu termasuk yang percaya dengan mitor tersebut atau enggak ni? Atau percaya tidak percaya?

Tapi, kamu bebas menentukan pilihan kok, karena gulalives.co akan merangkun 7 mitos tentang pernikahan yang memang menjadi budaya masyarakat di Indonesia. Yuk disimak!

  1. Pingitan
Hasil gambar untuk ilustrasi gambar pingitan
Seputar Pernikahan

Pingitan adalah tidak membolehkan kedua calon pengantin bertemu selama 1 bulan lamanya. Pingitan merupakan tradisi yang dianut masyarakat Jawa. Pingitan ini dilakukan karena dipercaya bisa menimbulkan rasa rindu dan menumbuhkan cinta yang amat dalam saat kedua pasangan ini dipertemukan di pelaminan dan sah menjadi sepasang suami-istri. Oleh sebab itu dilakukan pingitan bagi calon penganten. Namun, jika ada calon pengantin yang tidak mematuhi aturan pingitan dan diam-diam sengaja bertemu sebelum hari pernikahan tiba. Kedua calon mempelai akan mendapat kesialan dalam hidup dan rezekinya akan tersendat.

2. Jangan Pakai Aksesoris Mutiara

Gambar terkait
Jual Aksesoris Wanita Murah Online

Bagi kamu para perempuan, pasti senang jika menggunakan aksesosir seperti kalung, anting, gelang, maupun cincin. Kamu menggunakan aksesoris tersebut demi menunjang penampilan kamu kan, agar terlihat cantik dan bisa juga menunjukan status sosia kamu. Kalau kamu calon pengantin perempuan memunyai aksesoris berupa mutiara. Ada baiknya jika kamu menyimpan dan tidak menggunakan aksesoris tersebut. Karena mitosnya, kalau kamu calon pengantin dan masih perawan menggunakan aksesoris mutiara. Kehidupan kamu nantinya akan penuh dengan kesedihan dan air mata. Maka dari itu tidak diperbolehkan.

3. Menangis Bernilai Baik  

Gambar terkait
kaltim.tribunnews.com

Dalam proses pernikahan, selalu ada nuansa haru dan bahagia di dalamnya. Saat kamu menangis dalam prosesi pernikahan mu itu adalah hal yang wajar terjadi. Ada mitos tentang tangis dalam prosesi pernikahan ini. ‘Katanya’ jika kamu menangis melambangkan sebagai rezeki baik untuk kehidupan kamu selanjutnya. Hal ini diibaratkan fungsi air yang menyuburkan tanaman pada musim kering. Air mata kamu saat prosesi pernikahan akan berguna untuk menggandakan rezeki kamu. Kalau sudah tahu seperti ini, tidak perlu ditahan-tahan tangisnya! Hihi

4. Dahulukan Kaki Kanan Sebelum Masuk Gedung Pernikahan

Gambar terkait
Jova Musique – blogger

Sesuai dengan budaya Indonesia yang mengajarkan kita bahwa jika melakukan sesuatu, harus diawalai dengan posisi yang baik atau sebelah kanan. Ajaran tersebut berlaku untuk banyak hal, seperti makan, minum, berjabat tangan, memberikan sesuatu, dan lainnya. Tidak terkecuali untuk prosesi pernikahan. Saat kamu memasuki gedung pernikahan, kamu harus mengawalinya dengan kaki kanan. Alasanya, kaki kanan dianggap sebagai norma kesopanan. Sedangkan mitosnya, kehidupan kamu nantinya akan berjalan baik dan keluarga kamu akan selalu diberikan kesehatan.

5. Sungkeman

Hasil gambar untuk pengantin sungkeman
perutjogja – WordPress.com

Kamu pasti sering melihat tradisi sungkeman ini. Yup! Tradisi ini memang umum dilakukan saat pernikahan berlangsung. Sungkeman dilakukan dengan cara mencium tangan kedua orang tua dengan posisi menunduk dan meminta maaf, hal ini menandakan bahwa hal paling utama adalah restu dari kedua orang tua. Biasanya hal yang diucapkan saat sungkeman adalah permohonan maaf karena selama hidup sudah banyak menyusahkan kedua orang tua, dan juga meminta restu untuk kehidupan baru. Karena jika kamu sudah mendapat restu dari orang tua, maka hidup kamu nantinya akan dimudahkan dari segala urusan, rezeki maupun karir.

Jadi gimana menurut kamu tentang mitos yang ada di Indonesia seputar pernikahan? Kepercayaan, kembali pada pribadi kamu masing-masing yah!

 

LEAVE A REPLY