tempat wisata_www.skanaa.com

Gulalives.com, JAKARTA – Fasilitas bebas visa yang terus diberikan oleh pemerintah Indonesia membuat banyak wisatawan asing tertarik untuk berlibur di tanah air. Menurut Rizal Ramli, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, saat ini ada 174 negara yang memperoleh bebas visa kunjungan ke Indonesia. Hal ini tentu sangat positif untuk terus mendongkrak pertumbuhan dan mengenalkan tempat wisata Indonesia pada dunia.

Dari hasil penelusuran Gulalives mulai pertengahan sampai akhir tahun 2015, ada berbagai lokasi tempat wisata Indonesia yang menjadi magnet tersendiri dan masuk menjadi itinerary wajib para turis manca negara. Hayo tebak, tempat mana aja sih yang diserbu oleh mereka? Ini dia daftarnya.

Kawasan Kota Tua, Jakarta

Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta (sumber : www.muranews.com)

Kota Tua Jakarta yang kerap disebut Oud Batavia ini dahulu pernah dijuluki “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” oleh para pelayar Eropa di abad ke-16. Jakarta Lama juga dianggap sentral perdagangan di benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya yang melimpah.

Seiring perjalanan sejarah, VOC di bawah komando Jan Pieterszoon Coen membangun kota baru bernama Batavia untuk menghormati Batavieren, leluhur bangsa Belanda. Kota ini meluas sampai tepi barat Sungai Ciliwung, di reruntuhan bekas Jayakarta. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa lengkap dengan benteng (Kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal. Ketika Belanda pergi dan penjajajh Jepang masuk pada tahun 1942, Batavia berganti nama menjadi Jakarta.

Tahun 1972, Gubernur Jakarta Ali Sadikin mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua Jakarta sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota. Itu lah mengapa para turis tertarik berbondong-bondong datang ke tempat wisata Kota Tua Jakarta. Mereka ingin melihat seperti apa sih kondisi Jakarta pada dahulu kala. Banyak bangunan dan arsitektur bersejarah peninggalan Belanda yang masih seperti asli meski telah direnovasi.

Api Biru Kawah Ijen, Banyuwangi

Kawah Ijen
Kawah Ijen “Blu Fire” (sumber : banyuwangiwisata.com)

Kawah Ijen di Banyuwangi terkenal dengan fenomena api biru. Padahal api biru tersebut ternyata bukan api lho. Api biru yang dimaksud adalah gas yang keluar dari tanah bertemu dengan oksigen sehingga perpaduan itu terlihat seperti api berwarna biru. Api biru ini dapat dilihat di bagian kawah semenjak matahari tenggelam sampai matahari kembali terbit. Untuk melihatnya, wisatawan harus mendaki terlebih dulu gunung yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl tersebut.

Fenomena api biru itu mengundang penasaran banyak wisatawan untuk menelitinya lebih lanjut. Seperti yang pernah dilakukan oleh peneliti dari sebuah universitas di Swiss beberapa tahun lalu. Hasilnya, api biru itu memang bukan api. Tapi terlihat menyala seperti api sungguhan. Meski demikian, wisatawan nggak terlalu mempersoalkan asal usul api biru di Kawah Ijen.

Gunung Ijen sendiri merupakan gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Letak gunung ini berdampingan dengan Gunung Merapi. Nah Kawah Ijen adalah sebuah sebuah kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen. Intinya untuk bisa melihat si api biru secara live pada waktu dini hari sampai waktu Subuh, para turis asing memang harus berjuang untuk mendaki sampai ke tempat wisata ini, puncak gunung Ijen.

Pulau Sangalaki, Kalimantan

Sangalaki
Pulau Sangalaki, Kalimantan Timur (sumber : indonesiawow.com)

Pulau yang memiliki luas 15,9 hektar ini terletak di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Banyak wisatawan manca negara berdatangan ke Pulau Sangalaki karena tempat wisata ini menawarkan tempat diving yang begitu indah. Di dalamnya, setiap penyelam bisa melihat aneka ragam biota laut yang menawan.

Salah satunya adalah ikan pari manta terbesar di dunia. Pari manta adalah ikan yang berbentuk seperti layang-layang lebar. Ikan pari manta biasa berkelompok di perairan pulau ini. Pada saat bulan bersinar dengan terang, ikan pari manta bisa berkumpul di sini sampai 20 ekor. Ikan-ikan eksotis tersebut datang ke Pulau Sangalaki untuk mencari makanan berupa plankton-lankton yang banyak tersebar di perairan ini.

Selain ikan pari manta, Pulau Sangalaki juga populer dengan julukan rumahnya para penyu. Beberapa spesies penyu langka di dunia seperti penyu sisik dan penyu hijau memilih hidup dan bertelur di Pulau Sangalaki. Kalau ingin melihat penyu-penyu yang unyu ini, sebaiknya pada malam hari. Jumlah penyu yang datang akan semakin banyak ketika kondisi air laut disekitar Pulau Sangalaki sedang pasang. Wah.. wah.. pantas aja turis luar senang ya datang ke sini.

Pulau Umang, Banten

Pulau Umang
Pulau Umang (sumber : ikanbijak.wordpress.com)

Pesona wisata Pulau Umang Banten dikenal para wisatawan manca negara karena pesona wisata lautnya yang masih begitu alami dan belum terkontaminasi oleh tangan-tangan jahil manusia. Di sini, para turis akan dimanjakan sebuah perairan biru yang jernih dan ombak yang relatif tenang.

Nggak hanya turis dari luar negeri, warga Jakarta pun menjadikan Pulau Umang Banten destinasi wisata yang menarik. Tempat wisata Pulau Umang secara administratif berlokasi di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Luas kawasan wisata Pulau Umang ini hanya 5 hektar. Lokasi Pulau Umang persis berada di pesisir kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon. (VD)

LEAVE A REPLY