Tips disayang mertua
Sumber : www.merdeka.com

Begitu seorang pria datang melamar seorang wanita, apa ya yang kira-kira ada di benaknya pada saat itu? Apakah yang tengah dipikirkannya?

Ternyata sebagian besar pria, bahkan memang hampir semuanya akan memikirkan hal-hal ini saat akan bertemu calon mertua;

Seperti Apa Sosok Wanita yang Telah Mendidiknya?

Wanita yang ia cintai, yang akan ia lamar sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya kelak adalah seorang wanita cerdas yang tutur kata dan tindakannya sungguh baik, santun, dan terdidik.

Seorang pria akan penasaran dengan siapa dan seperti apa sosok Ibu dibalik kepribadian calon istrinya yang berhasil mendidik anak gadisnya menjadi sangat mulia dan terhormat.

Calon menantu akan melirik dan memperhatikan calon mertuanya, yakni sang Ibu, bagaimana beliau bersikap, ketika menerima tamu, misalnya. Kemudian pria ini akan meganalisis.

Watak Sang Ayah

Sudah pasti dada rasanya mau copot, berdebar-debar, apa yang akan terjadi kira-kira padanya, pada sang Ayah calon istrinya ketika melihat sosok pria yang akan menyunting anak gadis kesayangannya.

Watak Ayah akan menjadi sorotan sang pria untuk dicari tahu sebelumnya, agar ketika datang melamar, tidak salah langkah, tidak mati gaya, dan bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

Sudah menjadi kewajiban bagi calon menantu untuk membangun citra sebaik mungkin, sesantun mungkin di depan calon mertuanya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pembuktian bahwa ia adalah pria yang sangat pantas bersanding dengan putrinya.

Pertanyaan Apa yang Akan Ditanyakan

Kira-kira, calon mertua akan bertanya apa saja ya? Kegelisahan ini wajar sekali menghinggapi hati seorang pria yang akan datang melamar anaknya. Dan memang orang tua sang gadis harus tahu bibit bebet bobot calon menantunya.

Sudah menjadi tugas dan kewajiban Ayah untuk mencarikan sosok pria yang sholih dan bertanggung jawab bagi anak gadisnya. Maka, ketika beragam pertanyaan muncul, sang pria harus bisa menjawab dengan jujur, tanpa dibuat-buat.

Nah, kejujuran inilah yang akan dipertanggungjawabkan kelak. Meskipun masalah rumah tangga yang muncul nantinya tidak akan diikutcampuri oleh para orang tua, tapi ucapan seorang pria akan terbukti pada waktu tersebut.

Seorang pria sejati tidak akan pernah mengingkari janji, jujur, dan maju dengan gagah berani. Kalaupun ia tak bisa menjawab pertanyaan calon mertua, tak apa. Toh bicara jujur itu pun sudah merupakan nilai yang sangat berharga.

Apakah Lamaranku Akan Diterima?

Inilah pertanyaan pamungkas dari serangkaian proses lamaran yang melelahkan. Apakah lamaranku ini akan diterima oleh calon mertua dan sang gadis?

Apakah keluarga mereka akan menerimaku dengan hangat, tangan terbuka, dan senang hati? Atau justru mereka terpaksa menerimaku, bahkan enggan menerima karena aku banyak kekurangannya?

Kalau sudah mulai gelisah seperti ini, segeralah berdoa, perbanyak dzikir dan tawakkal saja pada Allah. Hasil akhir ada di tangan-Nya. Seorang pria hanya harus berusaha sebaik mungkin. Sebab manusia memang hanya menjalankan peran sesuai takdir-Nya.

Sumber: Tandapagar.com

LEAVE A REPLY