http://mediasi.me/

Gulalives.co – Populasi warga lanjut usia (lansia) di Indonesia telah mencapai lebih dari 20 juta orang pada tahun 2014. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah warga lansia akan mencapai 36 juta pada tahun 2025.

Berdasarkan data kementerian kesehatan 2014, angka sakit penduduk lansia mencapai 25 persen. Mereka rentan terkena penyakit kronik generatif yakni penurunan fungsi organ dan sel seperti hipertensi, stroke, kanker, jantung koroner, batu ginjal dan gagal ginjal.

Hipertensi adalah adalah penyakit nomor satu yang paling mematikan yang diderita lansia.

“Warga lansia cenderung mudah terkena penyakit kronik degeneratif yang berlangsung lama dan tidak sembuh. Nah penyakit-penyakit ini ternyata sudah mulai diderita generasi muda. Kemarin ada pasien yang meninggal sakit jantung baru di usia 29 tahun. Perlu waspada sejak muda”, kata Prof. Dr. dr. Siti Setiati pakar geriatri.

Dokter Siti menambahkan bahwa para penderita kronik degeneratif harus bisa memanfaatkan gaya hidup untuk mengimbangi faktor genetik.

“Salah satunya mengurangi makan khususnya kalori. Makan secukupnya. Ada risetnya loh yang mengatakan mengurangi makan khususnya kalori, mencegah terjadinya demensia. Mengurangi makan tapi jangan sampai kekurangan gizi ya”, kata Prof. Siti Setiati.

Nah untuk bisa menikmati masa tua dengan sehat dan menyenangkan setidaknya ada tujuh hal yang harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya penyakit kronik degeneratif pada lansia:

1. Menjaga asupan nutrisi secara seimbang. Konsumsi karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan air yang cukup. Mengurangi dan membatasi asupan garam, gula dan lemak. “Berat badan dikurangi dan kurangi karbohidrat”, tegas Prof Siti Setiati.

2. Menjauhi rokok baik sebagai perokok aktif maupun pasif.

3. Mengendalikan stres. “Kembangkan hobi atau kegiatan yang disukai agar otak kanan dipakai terus”, tambah Prof Siti Setiati.

4. Menjaga tekanan darah dengan rutin melakukan pemeriksaan dan berupaya mengontrol tekanan darah tinggi.

5. Berolahraga setiap hari. “Mulailah sejak muda olahraga yang rutin dan berbahagialah”, kata Wibowo.

6. Terus belajar untuk memperlambat demensia (kepikunan).

7. Spiritulitas ditingkatkan. “Penting untuk makin mendekatkan diri pada iman dan takwa, hindari berprasangka buruk”, tambah Prof Siti Setiati.

“Saya olah raga berjalan kaki sepuluh menit sehari dan yang terpenting adalah jangan kesepian”, kata R. Wibowo Wirjodiprojo, senior citizen yang kini berusia 88 tahun.

Wibowo juga menyampaikan tips agar bisa menikmati hisup di usia lanjut yakni dengan 5S. Syukur, sabar, sport, silaturahim dan spiritual.

“Saya masih belanja sendiri, masak dan mengkonsumsi sayuran serta ikan”, ungkap Wibowo yang merupakan ayah dari artis Ira Wibowo dan Ari Wibowo.

Saat ini memang sudah dibutuhkan peralatan kesehatan di rumah dan alat telekomunikasi kesehatan antara rumah dan rumah sakit karena para lansia sebenarnya lebih senang dirawat di rumah.

“Saya mendukung penuh kontribusi teknologi untuk pengadaan home care sekaligus menjembatani komunikasi antara rumah dan rumah sakit agar pelayanan kesehatan untuk lansia itu makin nyaman”, kata dokter Siti Setiati.

Sebenarnya terbuka peluang bagi para anak muda yang menjadi pegiat start-up aplikasi di mobile phone untuk melayani para lansia.

“Kami dari Phillips sangat terbuka dengan ide-ide dan pengembangan pelayanan pada lansia melalui penggunaan teknologi”, kata Tjutya Arumsari, marketing lead, Health System, Phillips Indonesia.

Saat ini memang perhatian pihak pemerintah dan swasta pada kebutuhan lansia masih minim.

“Terutama layanan di bank harusnya ada loket khusus buat lansia. Apalagi jika lansia ingin naik bus transjakarta, tidak mungkin berjalan begitu panjang dan tinggi tangganya”, ungkap Wibowo.

Budaya menghormati lansia memang menjadi tugas semua warga negara.

“Mungkin kita sebagai bangsa perlu sekali menekankan pendidikan karakter sejak kecil di rumah dan di sekolah. Pendidikan menghargai orangtua. Bukan hanya pendidikan untuk membuat cerdas saja”, tambah Prof Siti Setiati.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini sudah perlu terwujudnya kota-kota yang layak lansia bukan saja kota-kota yang layak anak dan balita.

Berbagi informasi tentang penyakit di kalangan lansia ini dapat dijumpai di Philips Healthtech Indonesia Though Leadership Forum. Yakni Forum Pemikiran Teknologi Kesehatan Phillips yang digelar untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi masyarakat luas dan sekaligus memperingati hari lansia nasional yang jatuh pada tanggal 29 Mei. (Firtra)

LEAVE A REPLY