Gulalives.co, SEMARANG – Tahukah Anda, kebanyakan ibu rumah tangga ternyata lebih bahagia dibandingkan ibu bekerja? Para peneliti dari Inggris menyatakan, ibu rumah tangga lebih bahagia karena dinilai jarang merasa bosan dan frustrasi. Penilaian tersebut juga disimpulkan berdasarkan pengalaman para ibu setelah melahirkan Si Kecil. Rasa bahagia tersebut timbul karena mereka merasa lebih berharga ketika menjalani peran sebagai ibu rumah tangga.

Hasil kuisioner penelitian menunjukkan, para ibu rumah tangga memberikan skor 8-10 untuk menilai hidup mereka. Sementara ibu bekerja hanya memberikan skor rata-rata 7,8. Ibu rumah tangga menilai hidupnya lebih bahagia, karena merasakan kepuasan hidup dan jauh dari rasa cemas. Menghabiskan waktu bersama Si Kecil pun menjadi alasan utama ibu rumah tangga merasa hidupnya begitu bernilai.

ibuu
Perasaan kurang produktif dan tidak percaya diri sering dirasakan oleh para ibu rumahtangga

“Menjadi ibu rumah tangga memang penuh tantangan, namun lebih memuaskan dan berharga. Hal tersebut pula yang menjadi alasan seorang ibu enggan kembali bekerja,” ujar Laura Perrins, aktivis Inggris yang mengampanyekan pentingnya menjadi ibu rumah tangga.

Perasaan kurang produktif dan tidak percaya diri sering dirasakan oleh para ibu rumahtangga. Hal itu semakin terasa apabila dibandingkan dengan ibu bekerja. Sebuah perusahaan asuransi di Inggris, LV, menyurvei 3.000 nasabahnya untuk mengetahui kepuasaan dan kebahagiaan dalam kehidupan seorang wanita.

ibuuuTernyata, 87,2 persen responden yang mengatakan bahwa hidupnya sangat bahagia adalah ibu rumahtangga. Kemudian, profesi lain yang mengaku menjalani hidup yang membahagiakan, yakni 86,3 persen ibu bekerja di bidang kreatif dan seni, 84,4 persen ibu bekerja di ranah sosial, dan 83,9 persen ibu bekerja di industri wisata.

Survei mengungkapkan bahwa wanita yang menjalankan peran ganda sebagai ibu, istri, dan karyawan yang paling tidak bahagia adalah mereka yang bekerja sebagai polisi (59,4 persen), sales (67,4 persen), pegawai negeri (70 persen) dan pramuniaga (70,8 persen).“Ibu rumahtangga lebih bahagia ketimbang wanita bekerja lainnya, tetapi Anda perlu tahu, waktu bekerja ibu rumahtangga itu nonstop dan lebih melelahkan dari profei lainnya di dunia,” jelas kesimpulan pada hasil survei.

Sebuah survei lain yang digagas oleh National Statistics, juga mengungkapkan bahwa ibu rumahtangga merupakan kelompok wanita yang menjalani hidup lebih bahagia. Alasannya, mayoritas ibu rumahtangga merasa mengurus keluarga membuat mereka merasa berarti dan nikmat.

ibySementara, bagi suami, atau pria, pria akan lebih bahagia dalam hubungan ketika pasangan tidak bekerja dan tetap di rumah, sebuah survei baru mengungkapkannya. Sebuah studi dilakukan untuk setelah melihat jumlah pengangguran yang makin tinggi di Australia, khususnya di antara para pria, yang berisiko pada hubungan.

“Ketika kamu melihat pada kepuasan hubungan seorang pria, itu sangat tinggi jumlahnya jika istri mereka tidak bekerja. Peran gender yang tradisional itu masih begitu kuat,” ujar Professor Roger Wilkins, peneliti untuk laporan itu.

Laporan ini juga mengungkapkan bahwa pendapatan rumah tangga tidak begitu memengaruhi kebahagian pasangan yang disurvei untuk 50 jam perminggunya. Penelitian itu dilakukan dengan mewawancarai 4.374 pasangan sebagai responden selama 14 tahun.

Melepaskan karier demi menjadi ibu rumah tangga demi pasangan mungkin adalah pilihan yang baik. Namun bagi Anda yang tetap ingin berkarier, bukan berarti tak bisa menyenangkan keluarga.

ibu
Perasaan kurang produktif dan tidak percaya diri sering dirasakan oleh para ibu rumahtangga

Sebuah penelitian lain dilakukan pada 50 ribu orang dewasa dengan rentang usia 18 hingga 60 tahun di 24 negara dari tahun 2002 hingga 2012. Data tersebut dikumpulkan oleh International Social Survey Program, sebuah program multi negara yang sering melihat tren sosial di negara-negara berkembang.

Di Amerika Serikat terungkap jika wanita-wanita yang ketika kecil ibunya bekerja menerima penghasilan 23% lebih tinggi dibanding yang tidak. Sepertiga dari mereka berprofesi di jabatan yang cukup tinggi, misalnya supervisi. Sementara secara keseluruhan, wanita yang dibesarkan oleh ibu bekerja memiliki pendapat 6% lebih besar dari pada mereka yang diasuh ibu rumah rangga.

Menurut pemimpin studi, Kathleen McGinn, ibu bekerja bukan hanya bisa menjadi panutan yang baik untuk anak perempuan namun juga mendorong anak lelaki lebih banyak terlibat dalam urusan rumah tangga. Hal tersebut pun terbawa ketika mereka dewasa. So, bagi Anda ibu rumah tangga, berbahagialah selalu. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY