Kurang menghargai pasangan dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: seyshella.wordpress.com

Gulalives.co, SEMARANG – Kebiasaan buruk yang tidak kita sadari dapat memicu pertengkaran bahkan perpisahan dengan pasangan. Walaupun perilaku itu keluar saat sedang emosi, namun bisa saja salah satu pihak tersinggung dan berakhir dengan masalah yang panjang. Seorang psikolog pernikahan dan keluarga bernama Lianne Avila melakukan penelitian terhadap para kliennya selama empat tahun terakhir ini, dan menemukan beberapa hal yang dapat merusak hubungan yang sempurna. Apa saja?

1. Menyerang Pasangan dengan Kritikan

Ciri wanita ingin dilamar, menembak
Cara terakhir adalah menembak pasangan yang belum juga menerima signal. Gambar via: www.huffingtonpost.com

Kritik yang membangun sebaiknya berakhir tanpa menyalahkan dan menyudutkan satu pihak. Menurut psikolog yang telah 14 tahun bekerja sebagai terapis bagi pasangan itu, sebaiknya ungkapkan kritikan atau perasaan Anda dengan cara yang lebih positif untuk menghindari pertengkaran. 

Seorang pakar hubungan, John Gottman menulis sebuah buku berjudul The Seven Principles yang mana salah satu isinya membahas mengenai kritik dalam hubungan. Hasil dari bahasan tersebut menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang menjadi penentu keberlangsungan hubungan adalah kritik. Gottman mengerti bahwa pasangan pasti akan mengeluh satu sama lain. Namun yang harus diketahui bersama, mengeluh berbeda dengan kritik. Kritik lebih luas, karena dapat menyerang orang secara langsung tanpa ampun.

2. Suami/istri saling menjelekkan

Pasangan Cuek
Pasangan yang Super Cuek Sumber: www.megaindah.web.id

Suami atau istri yang saling menjelakan seperti budaya baru saat ini. Mungkin kalau dalam tayangan komedi situasi di televisi ini seperti lelucon. Tapi tahukah Anda pada kenyataannya ini berbahaya dalam hubungan. Sayangnya sebagaian besar dari kita turut menganggap ini hal biasa.Padahal tanpa diasadari diam-diam ini suami-istri saling menghancurkan pernikahan mereka. 

3. Tak Mau Disalahkan.

Pasangan yang membosankan
Bersikap Membosankan Sumber: www.kosovarja-ks.com

Kebanyakan orang akan membela diri atau defensif ketika dikritik, masalahnya perilaku ini tak akan menyelesaikan masalah. Selalu membela diri adalah salah satu cara untuk menyalahkan dan menyudutkan pasangan. Secara tak langsung Anda mengatakan, “Masalahnya bukan ada pada diriku, tapi kamu.” Kebalikannya, Anda harus belajar menerima tanggungjawab dari segala perilaku, walau itu juga menyumbang sedikit dari konflik yang ada.

Tak mau disalahkan: “Itu bukan salahku jika kita selalu bertengkar, kamu duluan yang memulainya.”
Bertanggungjawab: “Oke, ini juga menjadi kesalahanku, aku akan mulai bersikap lebih baik lagi.”

4. Merendahkan Pasangan

menghargai pasanganAnda mungkin sudah sangat dekat dengan pasangan, sampai-sampai menganggap hal yang tidak sopan menjadi wajar atau bahkan bahan lelucon. Sikap seperti ini bisa berarti Anda tak menghargai pasangan sebagai pilihan Anda sendiri. Beberapa perilaku yang mencerminkan itu misalnya berkata sarkas, sinis, mencibir, memberi ekspresi meremehkan, mengejek, dan menjadikannya bahan lelucon di hadapan teman-teman Anda.

5. Ingin pasangan berubah.

Mengungkit masa lalu pasangan dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: astaga.com
Mengungkit masa lalu pasangan dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: astaga.com

Berharap pasangan berubah dalam satu waktu adalah jalan berbahaya dalam pernikahan. Kita semua tau tidak ada yang sempurna dalam diri seseorang. Bila Anda tidak suka dengan pasangan, lebih baik tingggalkan saja atau menahan diri untuk lebih sabar dan pengertian.

6. Terlalu merasa nyaman.

Membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: kelascinta.com
Membanding-bandingkan pasangan dengan orang lain dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: kelascinta.com

Ketika pertama kali kencan Anda sama-sama berperilaku baik. Namun, seirirng waktu berselang masing-masing dari Anda mulai menunjukkan sifat asli dan menganggap itu lebih nyaman. Meski secara pribadi Anda makin nyaman, ternyata pasangan justru merasa risih atau terganggu. Kemudian inilah yang menjadi timbulnya pertengkaran demi pertengkaran. Sesekali Anda harus mengevaluasi diri.

7. Kontrol Pasangan.

Jangan membahas mengenai masa lalu yang dialami pasangan karena akan berpotensi merusak pernikahan Anda sumber foto: www.carasumber.com
Jangan membahas mengenai masa lalu yang dialami pasangan karena akan berpotensi merusak pernikahan Anda sumber foto: www.carasumber.com

Keinginan untuk mengontrol pasangan anda membuat hubungan mudah rapuh dan hancur. Kontrol dengan sikap egois dengan segala kendali yang berkaitan satu sama lain membuat pasangan merasa terkekang. Bahkan bisa kita sebut ini adalah pembunuhan secara fisik maupun mental. Tidak ada pasangan yang ingin diatur, karena hal tersebut di luar batas hak dan kewajiban. Berbeda halnya jika antar pasangan berkomitmen untuk melaksanakan kewajiban, bukan melulu meminta hak. Hasil yang bisa didapat dari kontrol terhadap pasangan yang berlebihan adalah matinya hubungan cinta itu sendiri.

8. Mengharapkan hubungan tradisional.

Mempermasalahkan kekuranagan pasangan dapat berpotensi merusak pernikahan Anda sumber foto: blog.debusana.com
Mempermasalahkan kekuranagan pasangan dapat berpotensi merusak pernikahan Anda sumber foto: blog.debusana.com

Zaman sekarang sudah tidak ada lagi hubungan suami-istri yang berjalan sesuai tradisi. Di mana istri mengantar suami sebelum berangkat kerja, menyiapkan pakaian dan sarapan. Begitu pun sebaliknya tak ada lagi suami yang memperlakukan istri secara khusus seperti membukakan pintu mobil atau menarik kursi untuk istri sebelum makan. Jika salah satu dari Anda mengharapkan ini, maka sama saja menyiksa diri sendiri. Lebih baik realistis dan meningkatkan pengertian. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY