Gulalives.co, BANDA ACEH – Mekanisme tes bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Indonesia, umumnya sama, seperti tes kesehatan. Namun, tidak untuk Aceh. Pasca Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006, ada syarat calon Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota-Se-Aceh, beda. Karena setiap  pasangan calon akan diuji kemampuan baca Al-Qur’an secara terbuka.

Sebanyak enam pasang calon Gubernur dan Wakil peserta Pilkada Aceh 2017 menjalani uji kemampuan membaca Alquran yang diselenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan(KIP), Rabu, 28 September 2016.

baca quranSesuai dengan ketentuan KIP Aceh, maka seluruh calon gubernur dan wakil untuk Aceh diharuskan lolos tiga prasayarat untuk membaca Alquran yang akan dinilai oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Aceh dan Kantor Wilayah Kementerian Agama.“Penilaiannya adab, tajwid, dan kelancaran bacaan,” kata Komisioner KIP Aceh Junaidi dilansir dari berbagai sumber.

Komisioner KIP Aceh itu tak hanya menjelaskan jadwal tes uji mampu baca Al-Qur’an. Tapi, pada setiap pasangan calon juga diberi kisi-kisi jumlah ayat dan jus yang akan dibaca oleh setiap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2017-2022.

Adapun juz akan dibaca oleh pasangan calon, yaitu juz 1 sampai 15 sebanyak tiga ayat. Kemudian jus 16 sampai 29 sebanyak tiga ayat dan jus 30 sebanyak satu ayat. Selain itu, mekanisme penilaian juga dijelaskan Junaidi. Untuk total nilainya 100. Dari 100 ini dibagi, nilai tajwid 50, fasahah 30 dan adab 20. “Modal dasar sudah di adab, bagaimana cara buka Al-Qur’an, duduk dan sebagainya,” katanya.

tes baca quranKemudian, setiap calon akan mencabut undian ayat mana yang akan dibaca oleh pasangan calon. Kata Junaidi, setiap ada kesalahan bacaan, akan dikurang satu. Karena tes uji baca Al-Qur’an ini bukan untuk tes jadi imam. Begitu juga, jika pasangan calon membaca bukan ayat yang harus dibaca sesuai yang ditugaskan untuk baca, maka jika salah ayat tidak ada nilai.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Ridwan Hadi mengatakan, tes ini menjadi satu syarat dari berbagai syarat lain yang harus dipenuhi oleh bakal calon kepala daerah. Syarat ini berlaku untuk calon kepala daerah tingkat I maupun II. “Syarat mampu membaca Al Quran hanya diberlakukan di Aceh dan bagi calon yang tidak mampu membaca Al Quran sama sekali, maka calon tersebut tidak akan lolos dari pencalonan,” kata Ridwan saat pelaksanaan tes berlangsung.

tes baca qurannDari pantauan, uji kemampuan baca Alquran ini berlangsung hanya satu hari di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh tersebut terlihat ramai disaksikan para pendukung dan warga. Sebelum diuji, KIP menyediakan lembaran undian surat dan ayat yang akan dibaca oleh para pasangan calon gubernur. Setelah setiap calon mengambil undian, baru kemudian diumumkan nama surat dan ayat yang dibaca.

Nantinya, setiap pasangan calon gubernur Aceh akan menyimak dan mendengarkan bacaan surat yang dibacakan oleh calon gubernur dan wakil gubernur yang lain. Mereka tidak dibenarkan keluar dari masjid sebelum uji tes kemampuan baca Alquran ini selesai semuanya.

Penilaian membaca Al Quran tidak hanya dari segi kemampuan membaca huruf, tetapi juga bagaimana para calon bisa mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan sesuai tuntunan Al Quran jika mereka berhasil menjadi kepala daerah.

Al Quran (graphicseat.com)
Al Quran (graphicseat.com)

Ridwan mengatakan, pada pilkada sebelumnya, masih ada calon kepala daerah yang tidak mampu membaca Al Quran. Ia berharap, pada pilkada kali ini semua calon mampu membaca Al Quran dengan baik dan semua dinyatakan lulus uji.

Ridwan mengingatkan kepada seluruh kandidat agar bisa menciptakan pilkada yang damai. Ia berharap, situasi kondusif seperti sekarang bisa terus dipertahankan hingga nanti ada kepala daerah terpilih. Suasana uji kemampuan membaca Al Quran hari ini berlangsung khidmad. Para calon diberi kesempatan selama 30 menit untuk mempelajari dan berlatih memperlancar kemampuan setelah mendapat bagian mana yang harus dibacakan di depan dewan hakim.

Tahun ini, di Aceh, untuk peserta Pilkada 2017 akan diikuti oleh enam pasang calon yakni, Zakaria Saman- T. Alaidinsyah, Muzakir Manaf-TA Khaled, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, Zaini Abdullah-Nasaruddin, Abdullah Puteh-Sayed Mustafa, dan Tarmizi A. Karim-T. Machsalmina. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY