Gulalives.co, SEMARANG – Anda pasti paham benar jika setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak lainnya. Seperti juga tingkat intelegensi, setiap anak mempunyai sifat bawaan yang memang sudah ada sejak lahir yang dipengaruhi oleh pola asuh orangtua serta lingkungan sekitarnya.

Sebut saja sifat pembangkang yang menurut pakar sekarang ini banyak muncul pada generasi anak modern.

Anak begitu mudahnya tidak menjalani aturan atau saran yang sudah ditetapkan orangtua dan melakukan berbagai hal sesuai kemauannya saja. Contoh paling umum ialah seputar masalah pendidikan serta kebiasaan positif yang sebenarnya diperuntukkan untuk kebaikan masa depannya.

berbelanja-dengan-anak-_130325105838-370Saking gemasnya, umumnya para orangtua tidak sabar menghadapi sifat anak pembangkang yang akhirnya membuat banyak orangtua pun justru memarahi anak dengan cara berteriak atau lantas menghukum anak tersebut karena tidak menaati peraturan yang dibuat orangtua.

Kelompok usia anak begitu dekat dengan predikat ‘nakal’ atau ‘tidak bisa dibilang’. Sikap anak yang terlalu aktif, tidak bisa diberi tahu, ekspresif dan selalu penasaran memang acapkali membuat sebagian orangtua merasa kerepotan dan kesal. Belum lagi, jika Si Kecil sudah berperilaku yang keterlaluan dan mempermalukan.

Memang harus diakui, kadar kenakalan seorang anak tergantung kapasitas masing-masing orangtua. Namun yang pasti, perbuatan anak di kelompok usia 10 tahun yang dikategorikan bandel ialah yang merugikan sekitarnya.

Sayangnya, masih banyak orangtua yang menganggap hukuman dengan melakukan kontak fisik seperti memukul atau berteriak kencang adalah cara yang tepat. Padahal tindakan tersebut justru keliru diterapkan.

Seperti yang dikemukakan dalam sebuah artikel yang dilansir oleh Goodhouse Keeping tentang 6 kesalahan mendidik perilaku anak yang bandel dalam mengubah sikap si buah hati.

1. Memberikan Predikat “Nakal” Pada Anak

memukul anakSewaktu anda sering mendapati anak anda sulit sekali diatur dan seringkali rewel sewaktu diberikan nasihat dan pengertian, maka jangan terburu-buru memberikan mereka predikat ‘anak nakal’, ‘anak bandel’ dan lain sebagainya. Tahukah anda, predikat nakal yang anda berikan pada mereka akan membuat mereka tidak percaya diri dengan lingkungannya.

Selain itu, predikat yang terlanjur anda berikan pada anak ini akan membuat mereka seperti diberikan sebuah label yang terus melekat dalam diri mereka sehingga membuat mereka merasa sia-sia saat mereka menjadi anak yang baik.

Daripada menghakimi dan memberikannya predikat demikian, ada baiknya jika sewaktu anak melakukan kesalahn segera dekati anak anda dan pegang pundaknya lalu berikan mereka pengertian untuk tidak melakukan kesalahan tersebut karena hal tersebut adalah perbuatan yang tidak terpuji. Jangan lewatkan berikan tatapan mata pada anak anda dan buatlah mereka berjanji untuk tidak mengulangi hal tersebut.

2. Menunjukkan respon secara langsung.

mukul-anak2 “Kesalahan terumum yang dilakukan orangtua adalah merespon kebiasaan buruk anak, karena (bagi anak) perhatian negatif jauh lebih baik daripada tidak sama sekali,” tutur Ed Christophersen, PhD, psikolog anak dari Kansas.

Ketika anak uring-uringan di toko mainan, diam dan bersikaplah tenang tanpa memedulikannya. Kemungkinan besar dia akan menyadari bahwa taktiknya tidak berhasil dan anak akan kembali tenang.

3. Pesimis dan lalu bersikap acuh.

ilustrasi (penulispro.com)
ilustrasi (penulispro.com)

Jangan marah ketika anak menggerutu karena suatu masalah. Sebagai gantinya, ajak anak untuk berpikir menyelesaikannya. Robin H-C, pakar keluarga dan penulis Thinking Your Way Happy, mengatakan, bagaimana pun Anda melabeli anak, usahakan bahwa itu adalah sesuatu yang positif sehingga dia memiliki suatu tujuan.

4. Tidak menjadi contoh yang baik.

Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: medanbisnisdaily
Stop membandingkan anak, karena mereka kepintaran berbeda. Foto: medanbisnisdaily

Anak-anak tumbuh melihat punggung orangtua. Oleh karena itu, hindari marah pada anak dan jadilah contoh untuk mengoreksi kebiasaan buruk anak.

“Jika anak Anda suka mengeluh dan mengomel, Anda harus menjadi contoh bagi mereka,” ucap Jayne Bellando, PhD, seorang psikolog anak dari Arkansas Children’s Hospital.

5. Tidak membiasakan diri mengakui perasaan anak ketika dia melakukan perbuatan nakal.

10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: kabarinews
10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: kabarinews

“Ada alasan mengapa anak Anda uring-uringan,” ungkap Gary M. Unruh, penulis Unleashing the Power of Parental Love.

Mungkin ketika Anda kecil, kemarahan orangtua bisa membuat anak diam dan langsung berhenti. Namun, hal ini tidak bisa diterapkan pada anak Anda. Sebab, hal ini hanya mengajarkan mereka rasa takut dan bukan penjelasan dari kebiasaan buruk mereka. Unruh mengatakan, ketika Anda menjelaskan pada anak bahwa apa yang mereka perbuat salah, anak akan mengerti dan merespon positif.

Oleh karena itu, Anda harus menunjuk pada perasaan yang membuat mereka melakukan hal tersebut dan memberi hukuman yang pantas dan adil.

6. Tidak menerapkan peraturan yang konsisten.

10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: serbasembilan
10 kesalahan yang kerap dilakukan orangtua dalam mendidikan anak. Foto: serbasembilan

Anak-anak akan bersikap lebih baik bila mereka tahu hukuman yang menanti. “Anda harus konsisten, buat ekspektasi mudah dipahami, dan hindari ikut marah,” ujar Bertie Bregman, MD, ketua pengobatan keluarga di New York Presbyterian Hospital.

Memposisikan diri sebagai sahabat anak juga dapat membuat anak merasa ia didengar dan diperhatikan. Cara ini banyak diterapkan oleh orangtua di era modern sebagai penyeimbang akan sikap anak generasi sekarang yang cenderung lebih kritis dan skeptis. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY