Kebohongan Pasangan (clear.co.id)

Gulalives.co, SEMARANG – Kala menjalani sebuah hubungan memang tidak selalu berjalan dengan mulus. Ada kalanya Anda dan pasangan berada dalam situasi yang tidak menyenangkan dan saling berargumen. Meski tidak mudah, argumen sebenarnya bukanlah sesuatu yang seharusnya Anda dan pasangan takuti. Berdebat adalah saat di mana Anda dan pasangan menjadi lebih mengerti satu sama lain.

Saat berpacaran, Anda dan pasangan berharap saling mengenal satu sama lain dan berlanjut ke jenjang lebih serius. Anda mungkin berpikir jika sudah merasa sangat cocok saat berpacaran, hidup berumah tangga akan berjalan mulus. Namun tidak semudah itu. Ketika Anda memasuki dunia rumah tangga, konflik yang terjadi sudah ada di level yang berbeda. Lalu, apa saja yang sering didebatkan pasangan rumah tangga?

Keuangan

Ciri wanita ingin dilamar, mencari rumah
Mengajak pasangan browsing rumah. Gambar via: www.bluebayhomeloans.com.au

Masalah keuangan memang menjadi hal yang sensitif, termasuk bagi pasangan suami istri. Konflik ini bisa saja terjadi karena Anda merasa kurang menghasilkan uang atau mungkin karena Anda menghasilkan uang lebih banyak dalam keluarga. 

Sebenarnya  bukan karena jumlah uang yang membuat perdebatan terjadi, tetapi adanya perasaan tidak aman atau tidak dihargai oleh pasangan. Anda bisa membicarakan hal ini baik-baik dengan pasangan apa alasan Anda dan apa yang Anda mau. Solusi lainnya, Anda dan pasangan bisa menetapkan jumlah uang bulanan yang dipegang masing-masing di luar biaya pengeluaran rumah tangga.

Pekerjaan Rumah Tangga

Ciri wanita ingin dilamar, membicarakan masa depan
Wanita membayangkan akan masa depan yang kelak akan dibangunnya dengan pasangan. Gambar via: www.newlovetimes.com

Biasanya perdebatan terjadi karena Anda merasa melakukan pekerjaan rumah tangga lebih banyak dibanding pasangan. Ujungnya, Anda akan merasa sebal dan marah-marah pada pasangan karena Anda merasa dia tidak melakukan apapun untuk pekerjaan rumah tangga. 

Dalam hal ini, ada baiknya Anda memang melakukan sesuatu karena memang Anda bisa bukan terpaksa. Misalnya, Anda yang mencuci piring karena memang Anda lebih cepat dan gesit dalam melakukannya. Sementara pasangan Anda yang mengganti bola lampu karena dia lebih tinggi dan tidak takut naik tangga. Anda pun sebenarnya bisa meminta bantuan pada pasangan hanya dengan meminta tolong dengan tulus dan lembut seperti, “Pa, boleh minta tolong bantu cuci piring? That would be really helpful.

Kebiasaan Pribadi

menghargai pasanganSaat Anda berpacaran, Anda hanya melihat ‘sebagian’ dirinya saja. Tetapi ketika menikah, Anda akan tinggal bersama 24 jam seumur hidup dan tentu saja akan ada banyak hal yang ‘berbentrokan’ dengan Anda. Misalnya, pasangan Anda suka membuang baju kotor sembarangan  sementara Anda mau baju kotor ada di satu tempat atau tidak mengangkat dudukan closet sementara Anda mau dudukan closet harus selalu kering. Semua ini bisa mengarah ke konflik besar jika Anda tidak choose the battle

Dalam pernikahan ada banyak masalah yang lebih besar dibanding hal-hal di atas, untuk itu Anda harus bisa meyakinkan diri sendiri untuk menerima pasangan apa adanya dan tidak lelah untuk membantunya jadi lebih baik. Memang pada akhirnya semua orang tidak sempurna termasuk Anda, bukan?

Mertua

gambar via: wisegeek.com
gambar via: wisegeek.com

Nah, ini memang sering jadi topik perdebatan dalam rumah tangga. Entah Anda merasa pasangan tidak adil karena kalian lebih sering menghabiskan waktu di rumah orangtuanya dibanding Anda, atau mungkin salah satu orangtua terlalu ikut campur dalam pernikahan Anda. 

Anda dan pasangan bisa membicarakan hal ini baik-baik dan membagi waktu secara adil. Jika memang Anda merasa tidak cocok dengan keluarga pasangan, cukup berlaku sopan tapi tidak perlu menunjukkan rasa tidak suka. Minta pasangan Anda untuk berbicara dengan orangtuanya jika Anda merasa perlu ada perubahan, sebab biasanya orangtua akan lebih mendengarkan anaknya sendiri dibanding menantu.

Anak-anak

Sumber: meredithvieirashow.com
Sumber: meredithvieirashow.com

Saat menikah, Anda dan pasangan akan membawa budaya dari keluarga lama dalam satu rumah, termasuk cara mendidik anak. Perdebatan bisa timbul karena Anda  merasa dia terlalu keras atau lengah terhadap anak, terlalu atau kurang disiplin, dan sebagainya. 

Anda harus membicarakan hal ini secara baik-baik dan perlu diingat untuk tidak membicarakan hal ini di depan anak-anak. Anda dan pasangan bisa mengambil contoh-contoh yang baik dari keluarga lama masing-masing dan mempraktikkannya dengan cara baru di keluarga Anda. Jika Anda dan pasangan sudah memiliki kesepakatan bagaimana mendidik anak then stick to it.

Kehidupan Seksual

Seks Aktif Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi hubungan seks. (Foto: Shutterstock)

Tak dapat dipungkiri, kehidupan seksual menjadi salah satu penyebab utama terjadi konflik di rumah tangga. Salah satu pasangan mungkin terlalu lelah atau sedang tidak mood jika satunya lagi sedang ingin bercinta. Hal ini bisa menimbulkan gap dan ketidakpuasan kehidupan seksual hingga akan menimbulkan masalah baru. 

Kehidupan seksual dalam rumah tangga harus diutamakan. Anda bisa menetapkan hari khusus dalam satu minggu untuk pasangan dan bisa membuat kesepakatan hal-hal apa saja yang bisa membuat hasrat Anda berdua tetap ada. 

Setelah mengetahui jenis-jenis perdebatan, maka perlu juga diketahui berikut tips untuk mengatasi argumen bagi pasangan seperti dikutip laman Female First.

Berdebat itu normal

Wow, Sering Berhubungan Seks Bisa Bikin Lebih Pintar
Wow, Sering Berhubungan Seks Bisa Bikin Lebih Pintar

Yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa perdebatan dapat terjadi pada siapapun. Hal ini normal terjadi selama masih dalam batas yang wajar. Namun jika perdebatan terus menerus berlangsung, bahkan terjadi setiap lima menit sekali, artinya ada sesuatu yang salah. Daripada terus menerus berdebat, sebaiknya Anda dan pasangan mulai merenungkan apa yang terjadi.

Selesaikan masalah Anda.

Apakah dengan Fantasi Seks Bisa Dorong Gairah Intim?
Apakah dengan Fantasi Seks Bisa Dorong Gairah Intim?

Salah satu hal yang paling buruk dan seringkali dilakukan oleh beberapa pasangan saat saling berargumen adalah meninggalkannya tanpa penyelesaian. Hal tersebut dilakukan dengan alasan akan lebih baik jika tidak dipermasalahkan. Padahal, dengan meninggalkannya, Anda hanya akan memperburuk suasana hati.

Jangan mengabaikan.

(Foto: Huffingtonpost)
(Foto: Huffingtonpost)

Mengabaikan suatu masalah dan menjalani kehidupan Anda seolah tidak terjadi sesuatu tidak akan menyelesaikan masalah. Masalah tersebut akan menjadi sebuah bom waktu jika tidak segera diselesaikan. Jadi pastikan bahwa Anda dan pasangan dapat mengatasi masalah tersebut dan mencari cara untuk menyelesaikannya.

Lakukan kompromi.

Ilustrasi gairah seks. (Foto: thinkstock)
Ilustrasi gairah seks. (Foto: thinkstock)

Sebuah argumen biasanya terjadi karena perbedaan pendapat atas keputusan yang penting. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menyelesaikan hal tersebut dengan berkompromi. Karena sebuah hubungan didasarkan atas sikap memberi dan menerima maka saling melakukan kompromi terhadap argumen masing-masing bisa jadi salah satu cara yang efektif.

Jangan mengungkit.

Pasangan bahagia (Shutterstock)
Pasangan bahagia (Shutterstock)

Jika Anda dan pasangan sudah menyelesaikan masalah dengan baik maka jangan sesekali mengungkit masalah yang sama di lain waktu. Jangan membuat masalah yang seharusnya sudah selesai justru membuat Anda dan pasangan kembali berargumen. (DP)

 

loading...

LEAVE A REPLY