Gulalives.co, SEMARANG – Setiap yang mengalami putus cinta pasti terasa menyakitkan bagi pria maupun wanita. Namun kedua gender itu memiliki perbedaan dalam menyikapi hal tersebut, sehingga waktu pemulihan yang mereka butuhkan juga tak sama.

Wanita itu makhluk lembut yang selalu mengutamakan perasaan di berbagai kesempatan, sementara itu pria adalah makhluk yang lebih mengutamakan logika daripada perasaan. Dengan perbedaan tersebut, tentu berbagai permasalahan yang ada di hadapan mata juga dihadapi secara berbeda.

Wanita umumnya lebih butuh waktu lama untuk dapat menyembuhkan luka akibat putus cinta, berbeda dengan pria. Perasaan kecewa, sedih, marah dan lainnya akan lebih membekas di hati kaum hawa. Ada fase-fase yang harus mereka lewati terlebih dahulu untuk bisa pulih. Biasanya pertama kali mereka akan meluapkan segala unek-unek pada teman, sahabat, keluarga, atau siapa saja untuk sekedar mencari dukungan dan melepas emosi.

tanda berikutnya bahwa dia mungkin saja jodohmu adalah tanda bahwa dia adalah orang yang selalu untukmu, dan bukan hanya di saat kamu senang, namun juga di saat kamu sedih. gambar via: understandingrelationships.com
gambar via: understandingrelationships.com

Setelah tenang, wanita cenderung mencari pelampiasan dengan makan makanan kesukaan. Setelah makan maka wanita akan menemukan kedamaian dan hati jadi lebih kalem. “Wanita juga cenderung larut dalam kemarahan, kesedihan, dan menjadi emotional eater. Mereka seakan menemukan kedamaian setelah mengonsumsi makanan yang mereka sukai,” Craig Morris, profesor antropologi di Binghamton University, New York menjelaskan seperti dikutip oleh laman Merdeka.

Itu berbeda dengan apa yang dilakukan pria saat putus cinta. Mereka cenderung sibuk melakukan aktifitas fisik, olahraga, dan berkumpul dengan teman ramai.“Pria akan berusaha untuk berdamai dengan dirinya sendiri.”

Cara berpikir kaum pria yang memakai logika membuat mereka tidak sedih terlalu lama. Pria lebih mudah move on, dan kadang caranya adalah dengan segera menemukan cinta yang baru.

Studi yang dipublikasikan dalam Social Psychological and Personality Science awal 2015 lalu menemukan ketika peserta dipaksa membahas perpisahan mereka berulang kali, mereka lebih mampu memprosesnya, belajar dari pengalamannya, dan berdamai dengannya.

Nah, agar lebih jelas, berikut tujuh hal yang perlu diketahui tentang pemulihan usai putus hubungan, seperti dikutip Gulalives.co dari laman Bustle, Rabu (14/9/2016).

1. Menemukan diri setelah putus mempercepat pemulihan

Putus Cinta
Tanda-Tanda Hubungan Berakhir Sumber: www.intisari-online.com

Sebuah studi oleh University of Arizona menemukan orang yang mampu memulihkan diri mereka (seperti sebelum dalam hubungan), mereka bisa lebih cepat sembuh. Ini dikenal sebagai “konsep perbaikan diri”.

2. Membicarakan rasa sakit menyembuhkan

Putus cinta. (Foto: Shutetrstock)
Putus cinta. (Foto: Shutetrstock)

Menurut studi Morris dan tim peneliti, 80 persen orang mengalami setidaknya satu perpisahan besar dalam kehidupan mereka yang mempengaruhi kekuatannya dan mereka mengingat secara rinci hal yang menyakitkan itu sepanjang hidupnya. Namun, penelitian lain menemukan Anda dapat menggunakan detail tersebut untuk segera pulih.

3. Wanita paling emosional dan fisiknya sakit

Sad-Girls-Pic-21Studi ini meneliti 5.705 orang yang telah menderita putus cinta dan meminta mereka untuk menilai rasa sakit emosional dan fisik mereka pada skala dari satu sampai 10. Hasilnya, rasa sakit emosional bagi perempuan adalah 6.84 dan pria 6,58. Dan ketika mengenai rasa sakit fisik, rata-rata perempuan 4,21 dibandingkan pria di 3,75. Ilmuwan mengatakan dari hasil penelitian memang jumlahnya tak menunjukkan perbedaan yang besar, tetapi secara statistik itu jumlah yang cukup besar untuk membuktikan bahwa perempuan lebih tersakiti.

4. Pria lebih mungkin dicampakkan

gadis sedih2Meskipun wanita tahu betapa hancurnya akhir sebuah hubungan, mereka cenderung menjadi pihak yang mencampakkan pria. Penelitian menemukan 70 persen kasus perceraian dimulai oleh wanita. Alasannya wanita memiliki lebih banyak rasa kehilangan daripada pria jika mereka tinggal dengan orang yang salah.

5. Wanita secara emosional meraih manfaat dari putus

gadis sedih1Wanita tak hanya lebih mungkin meninggalkan sesuatu yang tidak berhasil, tapi mereka kuat. Mereka pulih sepenuhnya, tidak seperti laki-laki, dan lebih selektif dalam memilih pasangan lain. Pria dapat menderita kerugian dari perpisahan selama bertahun-tahun, bahkan jika mereka sedang berkencan dengan seseorang yang baru, sedangkan untuk wanita ketika itu berakhir, sudah berakhir.

6. Wanita lebih depresi dan takut

sedih2Menurut penelitian, cara pria dan wanita bereaksi terhadap perpisahan benar-benar berbeda. Perempuan cenderung menderita depresi, kecemasan, dan ketakutan, sementara pria merasa mati rasa atau kemarahan, yang dikombinasikan dengan ketidakmampuan untuk fokus. (DP)

 

loading...

LEAVE A REPLY