Gulalives.co, SEMARANG – Belajar matematika memang kerap kali dipandang sebagai sebuah hal yang sulit dan juga membosankan untuk dilakukan. Namun taukah Anda bahwa ternyata matematika sangatlah penting untuk dipelajari dan juga untuk dimengerti, sehingga sangatlah penting untuk memperkenalkan matematika kepada anak sedari dini.

Belajar matematika memang kerap kali dipandang sebagai sebuah hal yang sulit dan juga membosankan untuk dilakukan. Namun taukah Anda bahwa ternyata matematika sangatlah penting untuk dipelajari dan juga untuk dimengerti, sehingga sangatlah penting untuk memperkenalkan matematika kepada anak sedari dini.

matematika1Dulu, Carl Friedrich Gauss mengatakan matematika sebagai “Ratunya Ilmu Pengetahuan”. Di dalam bahasa aslinya, Latin Regina Scientiarum, juga di dalam bahasa Jerman Königin der Wissenschaften, kata yang bersesuaian dengan ilmu pengetahuan berarti (lapangan) pengetahuan. Jelas, inipun arti asli di dalam bahasa Inggris, dan tiada keraguan bahwa matematika di dalam konteks ini adalah sebuah ilmu pengetahuan.

Pengkhususan yang mempersempit makna menjadi ilmu pengetahuan alam adalah pada masa terkemudian. Bila seseorang memandang ilmu pengetahuan hanya terbatas pada dunia fisika, maka matematika, atau sekurang-kurangnya matematika murni, bukanlah ilmu pengetahuan.

Meski demikian, matematika kerap menjadi pelajaran yang ditakuti. Keberadaannya seperti menjadi momok bagi sebagian orang. Bahkan, kalau bisa dihindari, mereka bakal menghindarinya sejauh mungkin. Tapi, sayangnya nggak bisa, tuh huhuhu. Padahal, ketakutan-ketakutan itu bisa diatasi dengan cara belajar yang berbeda.

Anak-Belajar-MatematikaKebanyakan orang Indonesia menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Karena itu, tidak mengherankan apabila sering kali nilai matematika adalah nilai terendah yang dijumpai oleh orang tua dalam raport anaknya. Tetapi, sesungguhnya menguasai pelajaran matematika bukanlah hal yang teramat sulit.

Kesulitan dalam belajar matematika bukan disebabkan oleh sulitnya materi pelajaran, melainkan karena cara pengajaran yang tidak mudah dimengerti atau tidak sesuai dengan karakter cara belajar si anak. Dengan menggunakan teknik belajar yang tepat, maka pelajaran matematika akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipelajari.

Dewasa ini terdapat banyak lembaga yang mengajarkan matematika dengan cara yang unik dan menarik yang dapat memperbaiki kemampuan anak-anak dalam belajar matematika. Matematika menjadi pelajaran yang menjengkelkan dan kerap membuat murid tak fokus. Namun guru ini punya cara kreatif untuk membuat murid-muridnya tetap fokus.

Bagi sebagian orang, matematika menjadi pelajaran yang menjengkelkan dan kerap membuat murid tak fokus. Dan itu benar-benar disadari oleh Bethany Lambeth, seorang guru matematika di North Carolina, Amerika Serikat. Bu Guru ini pun punya cara kreatif untuk membuat murid-muridnya fokus di kelas.

Pengen Anak Pinter Matematika Cobain Cara Ini
Pengen Anak Pinter Matematika Cobain Cara Ini

Sebagai informasi, matematika muncul pada saat dihadapinya masalah-masalah yang rumit yang melibatkan kuantitas, struktur, ruang, atau perubahan. Mulanya masalah-masalah itu dijumpai di dalam perdagangan, pengukuran tanah, dan kemudian astronomi; kini, semua ilmu pengetahuan menganjurkan masalah-masalah yang dikaji oleh para matematikawan, dan banyak masalah yang muncul di dalam matematika itu sendiri.

Misalnya, seorang fisikawan Richard Feynman menemukan rumus integral lintasan mekanika kuantummenggunakan paduan nalar matematika dan wawasan fisika, dan teori dawai masa kini, teori ilmiah yang masih berkembang yang berupaya membersatukan empat gaya dasar alami, terus saja mengilhami matematika baru.

Bethany mengajar matemarika untuk tingkat 8 (setara dengan kelas 9, usia 13-14 tahun) di Leroy Martin Magnet Middle School. Untuk membuat gelasnya tetap fokus, ia memasangkan pedal sepeda di kaki-kaki meja murid-muridnya. Dengan begitu, ketika bosan datang menghampiri, mereka bisa menggerakkan pedal itu seolah-olah sedang berjalan-jalan.

Pedal-pedal itu, yang harganya kurang dari 112 poundsterling (sekitar Rp1,9 juta) yang diambil dari gocek pribadi Bethany dan ditambah hibah pendidikan, telah dipasang tahun lalu. Dari pengamatannya, ide ini telah berjalan sesuai dengan apa yang ia inginkan.

“Sebelumnya, mereka menabuh-nabuh mejanya, menjawil temannya yang lain, tapi kini mereka tidak melakukan itu lagi. Energi itu mereka salurkan lewat kaki-kaki mereka,” ujar Bethany kepada WRAL.com. “Telah ada peningkatan besar dalam kualitas siswa-siswa itu.”

Ahli matematika termasuk profesi yang dibayar mahal. Foto: Syosseths
Ahli matematika termasuk profesi yang dibayar mahal. Foto: Syosseths

Tampaknya para murid juga menyukai temuan Bethany ini. Salah seorang murid bernama Quinn Spear mengaku sebagai sosok yang energik, suka bergerak, dan alat ini bisa menjadi penyalur yang baik untuknya—bayangkan, ia biasa mengayuh hingga 8,8 kilometer sebelum istirahat pukul 10.00.

“Mereka sudah saling menjawil satu dengan yang lain, mereka tidak perlu berjalan-jalan, mereka tidak perlu putar-putar di kelas, mereka bisa memanfaatkan pedal itu dan aktivitas belajar masih tetap berjalan,” tambah Bethany, dilansir dari laman Metro.co.uk. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY