Pasangan bahagia (Shutterstock)

Gulalives.co, SEMARANG – Setelah menikah, kehidupan asmara antara suami istri seringkali berubah, bahkan tak jarang perubahannya sampai 180 derajat. Sebagian besar penyebabnya adalah karena anak-anak. Mengasuh anak menguras banyak tenaga dan pikiran, sampai-sampai pasangan tak lagi punya waktu untuk bercinta.

Jika Anda adalah salah satu orang yang khawatir pada kualitas hubungan seksual seusai melahirkan dan memiliki anak, hasil studi ini akan menjawab kegelisahan Anda tersebut. Berdasarkan hasil studi yang diproduksi oleh Channel Mum, sebanyak 97 persen pasangan merasa puas dengan hubungan seksual setelah kehadiran anak.


sek

Kemudian, lebih kurang 57 persen melaporkan bahwa bercinta terasa jauh lebih menyenangkan setelah memiliki anak. Mayoritas pasangan yang berpartisipasi pada studi ini mengaku bahwa hubungan seksual tetap berjalan memuaskan, meski kuantitasnya berkurang setelah istri melahirkan.

Sebanyak 58 persen responden mengatakan, frekuensi terus berkurang semenjak kehadiran anak, tetapi kualitasnya berkurang. Namun, 28 persen justru mengaku bahwa kuantitas seks bertambah setelah kehadiran anak.

Memiliki anak dan pengalaman melahirkan membuat 80 persen pasangan suami istri semakin menghargai kualitas bercinta, dibandingkan kuantitasnya. Studi menambahkan informasi bahwa banyak wanita yang merasa tidak percaya diri untuk bercinta karena perubahan tubuh karena hamil dan bersalin.

Beberapa Hal yang Seharusnya Diketahui Sebelum Bercinta
Ilustrasi pasangan hendak berhubungan seks. (Foto: Google Images)

Namun, hanya sedikit yang mengkhawatirkan hal tersebut. Pasalnya, seiring masa istri hamil, suami secara natural mengalami perubahan sehingga lebih bergairah dengan wanita bertubuh berisi. “Memiliki bayi merupakan perubahan besar dalam sebuah hubungan. Jadi, sangatlah menyenangkan mengetahui bahwa hal itu tidak memengaruhi kualitas seks antara suami dan istri,” jelas Siobhan Freegard, founder Channel Mum.

“Tidak ada keraguan tentang hal itu. Lahirnya bayi kedua menggeser dinamika keluarga secara keseluruhan. Terjadilah perubahan keseimbangan. Pasangan harus menjadi pilar rumah tangga,” kata terapis keluarga, Carleton Kendrick seperti dilansir WebMD, Senin (12/9/2016).

Ilustrasi gairah seks. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi gairah seks. (Foto: Shutterstock)

Memang, merawat bayi yang baru lahir memang cukup menyusahkan. Biasanya saat anak kedua lahir, anak pertama sudah cukup umur untuk menjadi agak mandiri dan suka membantu. Namun menambah jumlah momongan saat anak-anak masih kecil akan membuat rumah tangga jadi mengerikan dan menambah beban pasutri kerja lebih dari 2 kali lipat.

Sebuah penelitian menemukan bahwa rata-rata orang tua yang telah memiliki anak hanya sempat meluangkan waktu selama 20 menit dalam seminggu untuk melakukan aktifitas yang intim. Oleh karena itu, kedua pasangan harus melihat masalah kurangnya keintiman sebagai peluang baru untuk mempererat hubungan.

“Dalam pengalaman saya, seks sebenarnya lebih menyenangkan bagi pasangan yang telah memiliki anak, setelah lelah melakukan sedikit pekerjaan,” kata Kendrick.

Kendrick memberikan beberapa saran agar kehidupan asmara suami istri dapat kembali bergairah setelah memiliki momongan, yaitu sebagai berikut.

Seks Aktif Kurangi Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi hubungan seks. (Foto: Shutterstock)

Yang pertama adalah mendefinisikan ulang seks. Bagi pasangan yang telah memiliki anak, seks bukan melulu urusan kelamin. Seks bisa berarti sekedar ciuman lembut di pagi hari. Bagi suami, bisa dengan cara membelai rambut istri selama beberapa menit. Dengan demikian, kemesraan pasangan akan tetap terjaga.

Kedua adalah dengan mempererat kembali. Jangan membicarakan tentang anak-anak sepanjang waktu. Walaupun memang sulit, tetapi sesekali tema ini harus dihindari oleh pasangan. Cobalah membicarakan tentang apa pun yang dulu sering dibicarakan bersama- sama. Biarkan percakapan-percakapan masa muda hidup kembali.

Selanjutnya adalah dengan berpikir kreatif. Pengasuh bayi atau babysitter dapat mengajak anak berjalan-jalan di sekitar rumah. Saat itu, pasangan punya cukup waktu untuk bersama-sama. Beberapa pasangan cukup kreatif untuk kembali mengingat masa mudanya. Bermesraan di mobil atau berkencan di taman selama satu jam saja sudah cukup.

Seks sehat itu menyehatkan tubuh
Seks sehat itu menyehatkan tubuh

Berikutnya adalah dengan cara spontan. Karena, seks yang spontan selalu menyenangkan. Mencuri-curi waktu di kala si kecil sedang sibuk bermain atau tidur siang dapat memberikan kejutan dalam hubungan suami istri. Tak perlu berlama-lama dan tempatnya di mana saja. Yang penting privat dan tetap di dalam rumah.

Terakhir adalah realistis. Tekanan pekerjaan dan mengasuh anak jelas menguras banyak tenaga. Tidak perlu memaksakan diri untuk bercinta dengan pasangan jika tidak sanggup. Mengakui bahwa stres harus mengalah pada kondisi tubuh juga merupakan suatu langkah positif agar suami istri bisa lebih saling memahami. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY