Sate kambing

Gulalives.co, JAKARTA – Hari Raya Idul Adha menjadi momen berharga menikmati olahan dari bahan baku daging kambing. Meski demikian, beberapa dari kita masih kerap kebingungan mengolah daging kambing yang alot dan berbau kurang sedap. Ari Parikesit, pemimpin Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara, mengajak kita menikmati kambing dengan tepat dan nikmat.

Karena di hari raya Idul Adha banyak orang yang berkurban-daging kurban berlimpah ruah, maka daging sapi, kerbau maupun kambing akan menjadi hidangan utama di setiap keluarga umat muslim. Hampirr dapat dipastikan semua umat Islam merasakan nikmatnya hewan kurban.

Dan, banyak sekali varian olahan dari daging kambing, sapi, kerbau, seperti rendang, gulai, sate, sop, dan masih banyak lagi. Hal ini membuat kebanyakan orang sulit menahan diri untuk menyantap semua hidangan tersebut, karena tentu saja kita tahu betapa lezatnya hidangan hasil olahan daging, bahkan rendang termasuk dalam jajaran kuliner terlezat di dunia. Sehingga kebanyakan orang lupa akan dampak makan terlalu banyak daging, apalagi daging yang diolah dengan santan.

Nah, dalam sebuah acara bertajuk “Bango Hadirkan Ragam Kelezatan Sajian Khas Idul Adha dari Barat hingga Timur Nusantara” beberapa waktu lalu, Arie Parikesit dari Warisan Kuliner menghadirkan tiga menu khas: sate matang dari Aceh, rabeg khas Banten, dan kabir bakar balanga dari Gorontalo.“Beberapa wilayah di Nusantara memiliki kuliner kambing yang khas. Menu-menu itu biasanya dihidangkan dalam kehidupan sehari-hari, juga pada momen perayaan tertentu,” ujar Ari.

Sate jadi favorit

sate kambing2Ketiga menu tersebut tentu saja memiliki cara yang khas dalam pengolahan kambing. Sate matang berasal dari sebuah daerah di Aceh bernama Matang Glumpang Dua. Sebelum dibakar, sate matang biasanya direndam dahulu dengan rempah-rempah yang sudah dicampur jadi satu. Yang khas, sate ini biasanya dihidangkan bersama kuah kaldu kambing.

Sementara rabeg banten banyak menggunakan jeroan kambing. Supaya bau prengus dan alotnya hilang, daging akan terlebih dahulu akan dicuci hingga bersih dan merebusnya di atas api yang besar dengan campuran daun salam dan lengkuas yang sudah dirajang.

Adapun kambing bakar balanga, biasanya diproses di atas wajan atau balangga dengan api yang begitu besar. Selain bumbunya yang khas, kambing bakar balangga biasanya dihidangkan bersama nasi kebuli. “Ini merupakan bentuk akulturasi budaya Nusantara dan Timur Tengah,” tegas Ari.

Nuning Wahyuningsih, senior brand manager Bango, mengamini pernyataan Ari tentang populernya kambing sebagai bahan utama kuliner Nusantara. Ia berharap, didatangkannya tiga menu legendaris tersebut bisa menginspirasi para penyuka kambing untuk menikmati kambing dengan tepat sekaligus nikmat.

Hilangkan Bau Prengus Kambing

daging kambing2Namun, bau prengus selalu dikeluhkan kala menyantap makanan berbahan baku daging kambing. Ya, kalau tidak pintar dalam proses pengolahan, bau prengus itu akan selalu ikut dari bahan mentah sampai sudah dihidangkan ke konsumen. Tentu membuat nilai jual masakan itu turun.

Jadi, salah satu tahapan dalam mengolah kuliner berbahan dasar daging kambing ialah menghilangkan bau “prengus”-nya. Nah, berikut kiat dari para praktisi kuliner nusantara untuk menghilangkan bau “prengus” daging kambing. Kebetulan sedang momen Idul Adha yang identik dengan daging kambing.

Gunakan kunyit, jahe, dan bawang putih

Daging kambing
Daging kambing

Munifah, pemilik usaha kuliner “Sate Kambing Bakar Balanga” di Gorontalo, memberi kiat: gunakan kunyit, jahe, dan bawang putih. Itu merupakan bumbu kunci yang ampuh untuk menghilangkan bau “prengus” daging kambing.

“Daging kambing dicuci bersih lalu dipotong-potong, setelah itu, kita kasih kunyit sepotong, jahe sepotong, bawang putih, diulek. Campurkan bumbu-bumbu itu ke bagian daging yang telah dikeringkan selama 15 menit,” ujarnya kepada ANTARA News di sela acara yang diselenggarakan salah satu merek kecap, di Jakarta, sekitar dua tahun yang lalu.

Kemudian, lanjut perempuan yang telah enam tahun berkecimpung dalam dunia kuliner kambing itu, daging kambing yang telah dicampurkan bumbu-bumbu tadi bisa dicuci kembali.

Menurut dia, selain menghilangkan bau, ketiga bumbu ini juga dapat menambah cita rasa pada daging yang akan diolah. “Aroma daging itu sendiri keluar,” katanya.

Khusus untuk bagian jeroan kambing, rebus jeroan lalu tambahkan daun salam dan lengkuas

makanan lebaran
Kari Kambing Enak. Via : resepdagingkambing.wordpress.com

Menurut Sumiati, pemilik usaha “Rabeg” di Banten, mengolah jeroan agar tidak bau “prengus” ialah dengan merebusnya. “Jeroan dicuci bersih, lalu dimasukan ke dalam air dingin. Rebus jeroan sampai keluar busa-busa putih. Ambil busa-busa yang mengumpul di permukaan itu lalu buang sampai busa-busanya habis,” ujarnya.

“Baunya itu disitu di busa-busa putih yang dibuang,” tambah perempuan yang telah berkecimpung di usaha kuliner “Rabeg” sejak 1982 itu. Kemudian, tambah dia, saat merebus, sebaiknya tambahkan daun salam dan lengkuas yang dirajang untuk menambah aroma rempah pada jeroan sekaligus menghilangkan bau prengusnya. (DP)

 

loading...

LEAVE A REPLY