Gulalives.co, SEMARANG – Banyak mitos yang menyebutkan 5 tahun pertama dalam pernikahan adalah masa-masa rentan. Bila tak pandai-pandai mengayuh biduk perkawinan, bukan tak mungkin akan kandas di tengah jalan.  Kehidupan pernikahan yang bahagia, happily ever after, adalah impian semua pasangan. Namun, kerikil-kerikil kecil dalam pernikahan pasti tak terhindarkan.

Pernikahan seumur hidup yang didambakan setiap pasangan tidak gampang didapat. Perlu perjuangan dan kemauan bersama suami-istri untuk terus memeliharanya dari tahun ke tahun. Berikut tahun-tahun rawan dalam perkawinan yang perlu diwaspadai.

melangsungkan pernikahan yang mewah akan membuat kamu dan pasangan akan pusing memikirkan hal-hal untuk pernikahan kalian. bukan hanya sebelum pernikahan, setelah pernikahan, kamu dan pasangan juga akan dipusingkan soal biaya yang belum terselesaikan. gambar via: www.dakwatuna.com
melangsungkan pernikahan yang mewah akan membuat kamu dan pasangan akan pusing memikirkan hal-hal untuk pernikahan kalian. bukan hanya sebelum pernikahan, setelah pernikahan, kamu dan pasangan juga akan dipusingkan soal biaya yang belum terselesaikan. gambar via: www.dakwatuna.com

Simone Signoret, penulis terkenal dari Perancis, di salah satu novelnya menulis, “Rantai tidak mengikat perkawinan, melainkan mata rantainya. Ratusan mata rantai yang dikait setiap hari berdua, yang mengikat terus selama bertahun-tahun. Itulah yang membuat perkawinan bertahan, bukan gairah dan bahkan juga seks!”

Pada lima tahun pertama, inilah tahun-tahun yang mengindikasikan, apakah pasangan “pengantin baru” bisa survive di tahun-tahun berikut. Banyak yang berhasil melampauinya, tak sedikit juga yang memutuskan bercerai. Sebab, di tahun inilah sebenarnya realitas dimulai. Masing-masing pihak melihat dengan sesungguhnya, siapa pasangannya.

Bersiaplah menerima apa yang disebut depresi pengantin baru. Usai pesta, pasangan menempati rumahnya sendiri dan belajar hidup mandiri sebagai suami-istri. Di sinilah pembagian peran dan kerjasama dimulai. Ada yang lancar, ada pula yang kagok. Banyak hal yang menjadi prioritas yang harus diselesaikan bersama.

Ciri Cowok Setia
Cowok Setia adalah dia yang selalu mensupport kamu, sumber:kitamuda.com

Tentang uang, misalnya, siapa yang harus mengatur. Juga bagaimana menghabiskan waktu luang bersama, menangani mertua, para ipar dan keluarga besar lainnya. Bayi yang kemudian lahir akan membuat seluruh ritme ayah dan ibu berubah. Jelas, semua itu menimbulkan tantangan sekaligus kecemasan.

Agar bisa survive dan berjalan mulus, di tahun-tahun pertama ini pasangan suami-istri seharusnya sudah mulai mendiskusikan tentang bagaimana memecahkan masalah jika terjadi konflik, juga membicarakan harapan-harapan masing-masing pihak.

Pasangan yang bisa melewati masa ini adalah mereka yang selalu punya pandangan positif terhadap pasangannya, tidak mudah menyerah, dan mau bersama-sama mencari jalan keluar di setiap persoalan. Meski tahun-tahun pertama ini sulit, mereka akan tetap mengenangnya sebagai tahun-tahun pertama yang penuh keintiman, kemesraan, dan saling belajar. Berikut tips agar 5 tahun pertama pernikahan berjalan mulus dan bahagia, dilansir Gulalives.co dari laman The Huffington Post, Kamis (8/9/2016).

1. Selalu merawat Cinta

pasangan1Di awal pernikahan, cinta memang masih menggebu. Namun, seiring berjalannya waktu, pendar-pendar itu mulai meredup. Karenanya, merawat cinta sangat penting. Sampaikan ucapan sayang disertai sentuhan sebagai penegasan. Kalau sebelum menikah, Anda rajin berkirim SMS atau mengirim pesan mesra, terus lakukan kebiasaan baik itu.

2. Anda saling memberi waktu adaptasi

pasanganDalam budaya Indonesia, menikah tidak hanya menyatukan dua orang, melainkan juga dua keluarga. Ada saja hal-hal kecil dari mertua, ipar, atau saudara yang memicu pertengkaran. Karena itu, beri waktu untuk beradaptasi, baik suami/istri maupun keluarga besar lainnya. Pelajari, bagaimana cara paling elegan untuk menyelesaikan konflik yang timbul.

3. Anda dan suami selalu melakukan komunikasi

Ciri wanita ingin dilamar, membicarakan masa depan
Wanita membayangkan akan masa depan yang kelak akan dibangunnya dengan pasangan. Gambar via: www.newlovetimes.com

Poin terpenting adalah komunikasi. Bisa jadi selama ini suami-istri sudah merasa cukup dekat dan mengenal pribadi masing-masing. Padahal kehidupan dalam pernikahan bisa jadi berbeda dengan masa pengenalan sebelumnya. Banyak hal-hal yang selama ini masih ditutupi, kini jadi terbuka. Karenanya dibutuhkan lagi komunikasi yang lebih intens. Utarakan apa yang tersimpan di hati, baik berupa keluhan maupun sanjungan. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, serta tak perlu dibarengi emosi.

4. Memiliki perencanaan yang matang

lakukan bersama hal-hal yang disukai pasangan agar hubungan kamu dan dia lebih langgeng. gambar via: liburmulu.com
lakukan bersama hal-hal yang disukai pasangan agar hubungan kamu dan dia lebih langgeng. gambar via: liburmulu.com

Tak kalah penting adalah perencanaan masa depan secara matang. Kapan membeli mobil, kapan memiliki anak dan kapan stop punya anak. Persiapan yang matang ini akan membuat suami istri merasa lebih siap, sehingga bila muncul permasalah kecil, dapat segera diselesaikan tanpa memicu pertengkaran.

5. Anda dan suami bersikap dewasa

8 cara mencegah pasangan selingkuh.  Foto: vemale
8 cara mencegah pasangan selingkuh. Foto: vemale

Terkadang saat emosi memuncak, seseorang tidak lagi bersikap dewasa. Ada saja kesalahan kecil yang dilakukan pasangan, menjadi sumber pertikaian. Untuk itu, sangat penting bisa bersikap dewasa. Kalau ada kebiasaan yang tidak berkenan di hati, ajak bicara baik-baik, dan diskusikan bagaimana cara mencapai kesepakatan bersama. Tidak harus selalu dilihat menang-kalah, namun yang paling penting, keharmonisan keluarga terjaga. (DP)

 

 

loading...

LEAVE A REPLY