Gulalives.co, SEMARANG – Untuk Anda yang sudah menikah, perlu diketahui bahwa pacaran setelah menikah jauh lebih baik dan jauh lebih bermanfaat. Pacaran setelah menikah diibaratkan sepeda baru milik pribadi. Masih belajar mengayuh, kadang terjatuh, kadang lecet, tapi setelah itu semua mudah dan rasa puas tak terhingga. Setelah menikah, jika semua baru, di sana kedua pasangan masih belajar, kadang terjatuh, lecet, tak apa toh sudah halal. Dapat halalnya, dan dapat puasnya.

pasutriKedua, pacaran setelah menikah tidak ada yang dirugikan. Suami kelihatan romantis atau tidak, tak akan ada masalah. Jika isteri yang kurang romantis juga tak ada masalah. Keduanya otomatis akan saling mengisi, saling mencoba mengungkapkan rasa mereka tanpa batas.

Ada perdebatan yang sampai sekarang masih diperselisihkan, yaitu mapan dulu baru nikah atau nikah dulu baru mapan?

Selama ini alur hidup yang banyak dianut oleh masyarakat kita adalah mapan dulu baru nikah. Hidup sudah mapan, sudah mempunyai penghasilan tetap, yang sudah punya rumah sendiri baru dikatakan layak untuk menikah. Banyak orang tua yang menasihati anaknya, “Kalau bisa, kuliahnya cepet diselesaikan. Terus kerja. Jangan buru-buru nikah, karena nanti kalau sudah mapan sudah punya rumah sendiri, baru toh mikirin nikah.”

pasanganLogika tersebut tidak sepenuhnya benar. Justru agama menyuruh kita dengan logika yang berbalikan dengan logika yang dianut oleh masyarakat kita. Jika masyarakat menganut prinsip, “Kalau ingin menikah, maka mapankan hidupmu dulu!” , justru logika agama menganjurkan hal yan berlawanan, ‘Jika ingin segera hidup mapan, maka menikahlah!” atau dengan kalimat lain, “Kalau ingin hidup kaya, maka menikahlah!”

Bahkan, ribut-ribut kecil dalam rumahtangga, jika dibiarkan, bisa berujung pada masalah besar dan vonis perceraian. Idealnya, saat pasangan memutuskan untuk menikah, keduanya harus telah mengenal karakter satu sama lain dan tidak egois dalam memecahkan masalah.

Ada makanan di truk atau food trukc dalam sebua upacara pernikahan.
Ada makanan di truk atau food trukc dalam sebua upacara pernikahan.

Sebab, menjaga komitmen mempertahankan pernikahan, kuncinya hanyalah komunikasi dua arah yang baik, toleransi, dan menjaga api cinta dalam hati. Lalu, ada satu hal lain yang sering terlupakan banyak pasangan suami istri yang telah menikah bertahun-tahun, mereka lupa indahnya masa-masa saat masih pacaran dulu.

Ada baiknya, sesekali atau menciptakan ritual khusus untuk melewatkan waktu berdua saja tanpa kehadiran anak-anak. Pasalnya, menurut penelitian, pasangan suami istri yang masih rajin makan malam dan nonton berdua saja, terbukti lebih tangguh dalam mengatasi konflik pernikahan.

Hasil penelitian itu berdasarkan survei terhadap 100.000 responden. Sebanyak 88 persen mengaku bahwa pernikahan mereka bahagia semenjak memiliki rutinitas pacaran setidaknya satu bulan sekali dengan pasangan.

“Pacaran merupakan peluang untuk menjaga bara asmara terus menyala. Pacaran memberikan penyegaran pada rutinitas harian yang membosankan,” jelas Pepper Schwartz, PhD., seorang profesor jurusan sosiologi di University of Washington, Seattle, dan penulis buku berjudul The Normal Bar, sebagaimana dilansir Gulalives.co dari laman The Fitness Magazine, Rabu (7/9/2016).

pasanganSchwartz menyarankan agar pasangan suami istri, terutama yang telah menikah lebih dari lima tahun, untuk menjaga cinta dengan hal-hal yang mengingatkan Anda berdua mengenai apa yang membuat Anda jatuh cinta dahulu.

Studi lain yang dihelat oleh Stony Brook Universty, New York, menemukan bahwa saat Anda dan suami melakukan aktivitas yang berbeda sehingga menciptakan suasana yang fresh, membuat salah satu bagian dari otak yang memproduksi detakan bahagia di jantung lebih aktif.“Cara-cara sederhana seperti berkencan dengan suami atau istri, merupakan hal simpel yang membuat Anda berdua kembali jatuh cinta,” jelas Arthur Aron, PhD, Profesor dari Stony Brook University.

pernikahan bahagiaDalam pernikahan bahagia, aktivitas pacaran terus menerus menjadikan Anda dan suami lebih baik dan mengembangkan persahabatan. Persahabatan sangat penting dalam kehidupan pernikahan yang bahagia. Jika pasangan tidak mengembangkan kedekatan atau ikatan sebagai teman, hidup menjadi membosankan. Persahabatan bisa membuat Anda dekat satu sama lain.

Ini adalah salah satu keuntungan paling berharga dari pacaran jangka panjang setelah pernikahan. Setelah menikah, Anda bisa mengingat kenangan lembut dan kedekatan yang dibangun oleh pasangan. Kencan yang lama, makan malam, nonton film, berpesta, semuanya bisa menjadi kenangan. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY