Gulalives.co, JAKARTA – Badan kesehatan dunia (WHO) menyarankan lima porsi buah dan sayur setiap hari. Tapi hasil penelitian University College London menunjukkan, lima kali sehari tidaklah cukup. Manusia setidaknya harus mengkonsumsi tujuh porsi buah dan sayur.

Mereka menganalisa studi kesehatan dari Inggris. Konsumsi sayur dan buah mengurangi resiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan sirkulasi, serta stroke. Tapi realistiskah menuntut seseorang untuk makan buah dan sayur tujuh kali dalam sehari? Bagaimana dengan anak-anak yang sulit untuk diharuskan makan sayur?

anak gemukBerapa banyak sayur dan buah yang dimakan si kecil? Bila porsinya minim, maka Anda sebagai orang tua dapat dikatakan ‘melanggar’ peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Dalam peraturan tersebut, Pemerintah menganjurkan agar orang tua mulai membiasakan anak mengonsumsi buah dan sayur sejak usia dini. Porsi buah dan sayur yang diberikan orang tua kepada anak harus mencakup 50 persen dari porsi sekali makan.

Gambar via: www.sheknows.com
Gambar via: www.sheknows.com

Berdasarkan penelitian Blisset pada 2011 dan Peters pada 2012, apabila orang tua memberikan buah dan sayur dengan cara yang tepat, maka tidak akan sulit bagi si anak untuk menyukai buah dan sayur. Lebih dari itu, mungkin anak akan mengonsumsi buah dan sayur sesuai porsi yang dianjurkan.

“Hanya saja, orang tua banyak melakukan kesalahan dalam pemberian buah dan sayur tersebut,” ujar Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga, dilansir dari CNN Indonesia.

Nina, sapaan akrabnya, menyebutkan beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan oleh orang tua.

ajak anak siapkan sayuran sumber foto: ewisee.com
ajak anak siapkan sayuran sumber foto: ewisee.com

Kesalahan pertama adalah mencekoki anak dengan buah, sayur, atau jamu. Cara tersebut justru akan membuat anak merasa trauma dengan makanan itu. “Dia [anak] akan semakin tidak suka dengan buah dan sayur,” jelas ibu dua orang anak ini.

Kesalahan ke-dua adalah menyuapi anak. Hal ini, diungkapkan Nina, bisa membuat anak menjadi semakin malas untuk makan. Anak jadi tidak mau makan kalau tidak disuapi ibu atau ayahnya.

Kesalahan terakhir adalah membiarkan anak makan sambil melakukan kegiatan lain, seperti jalan-jalan ke taman, bermain gawai, dan menonton televisi. Menurut Nina, kegiatan tersebut justru akan membuat anak tidak menyadari makanan yang masuk mulutnya.

tawarkan anak makanan sayuran saat dia lapar sumber foto: www.sehatfresh.com
tawarkan anak makanan sayuran saat dia lapar sumber foto: www.sehatfresh.com

“Anak jadi tidak menikmati makanan tersebut,” katanya. Lebih buruk lagi, hal itu dapat mengakibatkan obesitas pada anak, lantaran anak tidak menyadari apakah sudah kenyang atau belum.

Nina menjelaskan efek jangka panjang jika anak kurang mengonsumsi buah dan sayur, salah satunya adalah tumbuh kembang anak akan bermasalah. “Tinggi dan berat badan anak cenderung kurang maksimal,” katanya. Selain itu, bisa berdampak juga pada organ dalam tubuh anak.

Permasalahan lain yang akan muncul adalah tidak optimalnya kecerdasan anak, yang pada akhirnya berpengaruh pada kepribadian. Nina mengungkapkan, “Anak mungkin akan butuh proses yang lama dalam menangkap omongan orang lain. Dia juga akan merasa tidak berdaya karena ‘terpaksa’ saat diberi makan.”

(Foto: Favim)
(Foto: Favim)

Untuk itu, ada beberapa cara yang baik, yang dapat dilakukan orang tua agar anak mau mengonsumsi buah dan sayur. Misalnya,  dengan melibatkan anak saat menyiapkan makan atau bekal untuk sekolah.

“Kita [orang tua] bisa bilang pada anak, ‘Kamu boleh enggak suka sayur dan buah, tapi ini harus dimakan. Kamu mau makan ini kapan? Hari apa? Mau makan yang mana?’ Tanpa harus [mengatakannya] dengan tensi tinggi,” ungkap Nina.

Nina juga menuturkan bahwa hal yang tidak boleh dilakukan orang tua adalah membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain. Selain itu, orang tua sepatutnya mengapresiasi sang anak atas hal yang ia lakukan.

sajikan makanan dnegan sayuran dengan menarik sumber foto: www.youtube.com
sajikan makanan dnegan sayuran dengan menarik sumber foto: www.youtube.com

“Kalau anak sudah duduk diam dan makan sampai habis, itu harus diapresiasi. Tapi ketika dia jalan-jalan atau bermain, jangan dimarahi. Tetap dengan cara halus, ajak anak untuk kembali ke meja makan,” papar psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

Trik terakhir yang disampaikan oleh Nina adalah dengan memberikan anak penghargaan. “Walaupun masakan kita variatif, anak pasti tetap akan meminta makanan lain, misalnya sosis. Kita [orang tua] tidak perlu marah,” kata Nina. “Kita cukup berkata, ‘Boleh makan sosis, setelah makanan ini dihabiskan.'”

Orang tua bisa juga dengan mengatakan kepada anak, “Maaf, untuk sekarang makanan yang tersedia ini. Kalau kamu lapar, kalau kamu mau makan, maka kamu harus makan ini.” (DP)

 

loading...

LEAVE A REPLY