Gulalives.co, SEMARANG – Uang memang tidak bisa semerta-merta membeli cinta atau rasa kasih sayang seseorang. Namun, uang rupanya bisa membuat seseorang terjebak atau terpaksa bertahan dalam hubungan asmara yang tidak lagi mereka inginkan.

Uang juga tidak bisa membeli kebahagiaan. Uang memang dapat membeli kebahagiaan untuk waktu singkat, seperti membeli pakaian bagus, dan pergi liburan keluar negeri. Namun, manusia tidak akan pernah puas dengan kebahagian seperti itu, dan selalu ingin lebih. Seseorang yang terus berjuang untuk lebih, tidak akan pernah benar-benar bahagia. Selalu ada barang terbaru untuk dibeli, dan  akan selalu ada orang yang lebih kaya dari Anda.

rtSebuah studi yang diselenggarakan oleh Brigham Young University, memvalidasi kebenaran bahwa Anda tidak membeli cinta. Selain cinta, hasil studi juga mengungkapkan bahwa uang tidak bisa membeli rumah tangga yang harmonis dan langgeng. Studi ini melibatkan 1734 pasangan suami istri seantero Amerika Serikat. Setiap pasangan menjalani dan melengkapi sesi tanya jawab, monitor gaya hidup keseharian, dan evaluasi komunikasi.

Peneliti ingin melihat bagaimana pasangan suami istri zaman sekarang terhadap uang dan kebutuhan memiliki segalanya. Studi menemukan bahwa pasangan yang mengatakan, uang tidak penting, lebih stabil 10 hingga 15 persen dalam menjalani rumahtangga. Mereka juga memiliki kualitas kebahagiaan yang lebih tinggi, dibandingkan pasangan yang matrealistis.

rumah tangga harmonis“Pasangan yang keduanya sangat menjunjung tinggi uang, menjalani pernikahan yang buruk,” jelas Jason Caroll, Profesor Hubungan Keluarga dan Rumahtangga, di Birgham Young University.

Caroll yang juga ketua peneliti mengatakan bahwa ada pola nyata pada pasangan yang sangat matrealistis, mereka payah dalam menanggulangi konflik dan memiliki komunikasi buruk satu sama lain. Lalu, satu dari lima pasangan suami istri yang menilai uang sangat tinggi, selalu bertengkar karena rasa tidak puas pada kehidupan secara finansial.

Rumah Tangga Harmonis (solusi-rumahtangga.com)
Rumah Tangga Harmonis (solusi-rumahtangga.com)

“Pasangan yang memiliki pernikahan tidak harmonis, sebenarnya tidak juga hidup kaya raya, tetapi mereka menganggap uang bisa membahagiakan mereka. Mereka membutuhkan uang lebih dari butuh kesehatan jasmani,” jelasnya.

Studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of Couple & Relationship Therapy ini, menyimpulkan bahwa cara pandang individu pada uang yang menghancurkan kebahagiaan hidup keseluruhan. Sebab, pasangan yang kaya raya sekalipun tetapi memandang uang sebagai kunci utama hidup, juga menjalani rumahtangga yang sarat konflik dan tidak tentram.

Bisa Pertahankan Hubungan Asmara

Gambar via: hdwallpapersrocks.com
Gambar via: hdwallpapersrocks.com

Sebuah jajak pendapat terbaru yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa hampir seperlima atau 19 persen orang dewasa terjebak dalam hubungan asmara yang tidak lagi mereka inginkan karena situasi keuangan.

Hal tersebut berarti mereka tidak bisa memutuskan hubungan asmara dengan seseorang yang tidak lagi mereka inginkan karena pertimbangan keuangan.

Hubungan yang terpaksa dipertahankan atas dasar keuangan itu rupanya dapat berlangsung dalam jangka waktu yang tidak sebentar.

Gambar via: www.lojewelers.com
Gambar via: www.lojewelers.com

Pasalnya dari 19 persen tersebut, 24 persen di antaranya mengaku tetap bertahan selama lebih dari tiga tahun dari hubungan yang sebenarnya tidak lagi diinginkan, 43 persen menyebut dapat bertahan selama satu tahun, dan 20 persen lainnya mengaku hanya dapat bertahan selama tiga bulan.

31 persen orang dewasa yang mengalami hubungan semcam itu adalah kelompok orang yang berusia antara 25 hingga 34 tahun.

Debt Advisory Centre yang melakukan jajak pendapat tersebut mengatakan bahwa hasil temuan tersebut sebenarnya tidak cukup mengejutkan.

Menikah Tanpa Pacaran? Siapa Takut!
Keseimbangan Dalam Rumah Tangga : www.lavamaticperu.com

“Sangat sulit untuk mengakhiri ikatan yang kita buat dalam suatu hubungan, dan hubungan keuangan sering menjadi hal yang paling sulit untuk diakhiri,” kata juru bicara Debt Advisory Centre, Ian Williams seperti dilansir Daily Mail, Senin (5/9/2016).

Pasalnya, sebut Williams, adanya hutang bersama, biaya sewa, atau kebutuhan sehari-hari lainnya akan terganggu bila suatu hubungan berakhir. Sehingga mereka harus berpikir kembali untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Sebuah biduk rumah tangga tidak akan lepas dari terpaan badai. Setidaknya terdapat tujuh badai rumah tangga yang patut diwaspadai oleh suami dan istri.
Sebuah biduk rumah tangga tidak akan lepas dari terpaan badai. Setidaknya terdapat tujuh badai rumah tangga yang patut diwaspadai oleh suami dan istri.

Williams melansir data hutang dari lembaganya yang menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2013, sebanyak 12 persen orang Inggris mencari bantuan hutang kepada lembaganya sebagai akibat dari putusnya hubungan asmara.

Mereka membutuhkan dana talangan untuk menopang kehidupan mereka pasca putus hubungan hingga mereka mampu menopang kebutuhan hidupnya sendiri.

“Jika keuangan mulai lepas kendali ketika sebuah hubungan berakhir, orang-orang akan cepat mencari bantuan dengan hutang mereka (agar) semakin cepat mereka dapat mulai bekerja dan mendapatkan kendali atas keuangan mereka sendiri,” tandasnya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY