Gulalives.co, SEMARANG – Pendidikan adalah mata uang yang berlaku di setiap masa dan segala tempat. Ini adalah kata yang palin gtepat digunakan untuk mendeskripsikan fungsi dan peran pendidikan. Kalimat ini pula dapat diartikan bahwa pendidkan adlaah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap individu yang hidup agar dapat bertahan menghadapi jaman. Setiap individu akan muncul dari orang tua.

Setiap orang tua wajib merupakan sosk pertama yang memberikan pendidikan kepada anaknya. Di zaman yang serba pragmatis ini, kebanyakan orang menfasirkan bahwa pendidikan hanya terkait oleh materi. Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang menghabiskan biaya mahal, belajar di universitas dan sekolah mewah. Pendapat ini jug akan memunculkan bahwa peran orang tua dalam pendidikan anaknya adalah menyediakan seluruh fasilitas yang memadai dan biaya. 

perbedaan dari sumber pengetahuan dan informasi zaman dahulu dan sekarang sumber foto: kabarbuton.com
perbedaan dari sumber pengetahuan dan informasi zaman dahulu dan sekarang sumber foto: kabarbuton.com

Namun, melalui sekolah, perlu dipahami bahwa sekolah mahal atau gratis tidak menjamin anak mendapatkan nilai tinggi dan cemerlang. Sebab, anak membutuhkan orangtua yang baik dan dekat dengan mereka untuk meningkatkan prestasi akademis.

Studi dari North Carolina State University, Brigham Young University, dan University of California, menegaskan pernyataan dan kondisi yang diperlukan anak-anak usia sekolah zaman sekarang untuk meningkatkan kecerdasan akademis seperti tersebut di atas.

perbedaan dalam cara belajar dahulu dan sekarang sumber foto: nicenpramaisya.blogspot.com
perbedaan dalam cara belajar dahulu dan sekarang sumber foto: nicenpramaisya.blogspot.com

“Studi kami menunjukkan bahwa hubungan orangtua dan anak sangat penting. Orangtua harus lebih banyak menginvestasikan waktu mereka dalam kehidupan anak, seperti misalnya mengerjakan pekerjaaan rumahtangga, menghadiri acara sekolah, dan mengingatkan pada anak bahwa sekolah itu penting,” jelas Dr Toby Parcel, Profesor Sosiologi di NC State, dilansir Gulalives.co dari laman Science Daily, Senin (5/9/2016).

Dr Parcel yang juga rekan penulis studi mengatakan bahwa kedekatan antara orangtua dan anak, memainkan peran penting dalam kecerdasan dan prestasi akademis buah hati. Hasil studi ini berdasarkan mempelajari 10.000 pelajar, orangtua, dan guru sekolah, dan petugas administrasi sekolah.

Najelaa Shihab pencetus Pesta Pendidikan.
Najelaa Shihab pencetus Pesta Pendidikan.

Para peneliti mengatkan bahwa hubungan yang dekat dan hangat antara orangtua dengan anak, meningkatkan semangat belajar sehingga berpengaruh baik pada nilai sekolah si kecil. Para responden guru sekolah dan administrasi sekolah juga mempelajari prestasi akademis dengan kondisi keluarga di rumah.

Mereka melihat bahwa anak-anak yang memiliki hubungan serta komunikasi yang baik dengan orangtua, selalu berhasil memperoleh nilai cemerlang, baik secara akademis maupun ekstrkurikuler.

Pendidikan Kepada Anak (laverne.edu)
Pendidikan Kepada Anak (laverne.edu)

Seperti yang telah dijelaskan, pendidikan tidak menitik beratkan pada ilmu yang dicari (kognitif) akan tetapi jug amelibatkan sikap-sikap yang selanjutnya akan membetuk karakter anak akan lebih bermanfaat. Orang tua dapat mengajrkan norma-norma yang berlaku tidak hanya sebatas norma yang berlaku di rumah, melainkan hampir keseluruhan norma yang berlaku di masyarakat, norma pertemanan, norma agama, norma sosial bahkan jika perlu orang tua memebrikan gambaran kepada anak mengenai norma hukum yang berlaku. 

Keuntungan yang idapatkan orang tua dalam mendidika anak adalah kesempatan pertama menmberikan gambaran mengenai nilai dan norma kepada anak. Kesempatan dapat digambarkan mewarnai kertas putih jauh lebih mudah dibandingkan dengan mencari bagian puitih pada kertas yang telah berwarna. Orang tua merupakan orang pertama yang mendapat kesempatan membentuk karakter anak. Sehiangga peran orang tua sangat penting bagi perkembangan pendidikan anak.

Via konsultanpendidikan.com
Via konsultanpendidikan.com

Oleh karenya anak tidak harus kehilangan kesempatan berkembang hanya karena kesibukan orang tua. Akhir-akhir ini terapat kesalahan yang hampir berlaku secara umum di Indonesia. Kesalahan yang menggap kecerdasan anak adalah segalanya. Sehingga banyak orang tua yang memasukkan anaknya pada sekolah membaca, menghitung, penggunaan bahasa asing pada usia yang masih dini. Anak yang cerdas kognitif dianggap akan membantu sang anak pada usai selanjutnya.

Hasil studi mengenai perilaku psikologi seseorang menunjukan sekitar 50 persen kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

10 Jurusan Perguruan Tinggi Paling Diminati
Sumber : www.situsguru.com

Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah.

“Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” katanya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY