Gulalives.co, JAKARTA – Saat ini, film adalah salah satu cara untuk membangun opini publik tentang sebuah tujuan. Nah jika dalam pendidikan, barangkali ada banyak film yang sudah tayang sepanjang sejarah. Namun ada 23 film paling inspiratif tentang pendidikan versi Gulalives.co yang wajib Anda tonton tentang pentingnya pendidikan. Berikut rinciannya.

1. 3 Idiots

3 idiots
cloudfront.net

Seperti judulnya film ini tentang 3 orang pemuda yang sering berbuat bodoh, padahal mereka menuntut ilmu dikampus paling favorit, ini dikarenakan kehadiran satu mahasiswa yang selalu menjadi pelopor tindakan-tindakan konyol namun kreatif mereka. Ketiganya bernama Farhan Qureshi (Madhavan), Raju Rastogi (Sharman Joshi) dan ‘Rancho’ Shamaldas Chanchad (Aamir Khan). Awalnya Raju membuat geram dekan kampus, Professor Viru ‘Virus’ Sahastrabuddhe (Boman Irani) karena semua ulahnya yang terkesan di luar kebiasaan kampus tersebut yang terkenal elit dan disiplin.

Bagaimana tidak, virus menekan sedemikian rupa mahasiswanya hingga mempunyai disiplin tingkat tinggi dalam menuntut ilmu, bahkan secara tidak langsung berperan pada rasa putus asa salah satu mahasiswa tingkat akhir hingga bunuh diri yaitu Joy Lobo. Salah satu mahasiswa pintar kebanggaan Virus adalah Chatur ‘Silencer’ Ramalingam (Omi Vaidya), namun dia pernah dipermalukan oleh Rancho sehingga membuat Catur sangat benci dan dendam dengan Rancho. Rancho jatuh cinta kepada putri Virus yang merupakan mahasiswi kedokteran, bernama Pia (Kareena Kapoor).

Ada satu adegan saat ketiga sahabat ini menerobos masuk ke rumah virus pada malam hari agar Rancho dapat menemui Pia, namun dikarenakan pengaruh alkohol, tanpa sadar salah satu dari mereka buang air seni di depan pintu rumah Virus. Hari berikutnya, Virus mengancam akan mengeluarkan Raju yang pernah buang air dirumahnya.

Karena tertekan atas keputusan Virus, Raju mencoba bunuh diri, dengan melompat dari lantai asramanya, namun ternyata ia masih hidup, walau dengan cidera yang sangat serius. Setelah menjalani perawatan intensif yang juga dibantu Pia, akhirnya Raju bangun dari koma, justeru setelah Rancho mengatakan bahwa Farhan hendak menikahi adiknya.

Kekakuan dan kediktatoran Virus tak berhenti sampai disitu, ia berupaya agar ketiga pemuda itu tak akan pernah lulus dari universitasnya, dengan berbagai cara, namun cara apapun yang dilakukan oleh Virus selalu tidak berhasil karena ketiga pemuda itu selalu dinaungi keberuntungan dan kecerdikan guna keluar dari rintangan-rintangan yang dibuat oleh Virus.

Ketiganya akhirnya lulus dan Rancho mendapatkan penghargaan spesial karena bakat dan kepandaiannya. Beberapa tahun berlalu, mereka bertemu kembali. Catur yang punya dendam dengan Rancho, ingin mengetahui sampai mana kesuksesan ketiga pemuda yang waktu kuliah sering mempermalukannya.

Karena dia pikir dia telah menjadi yang tersukses di antara semua temannya, punya rumah besar dan mobil mewah. Akan tetapi bukan pembalasan dendam yang dia dapatkan, melainkan rasa malu yang lain, karena Rancho ternyata adalah petinggi tempat Catur bekerja, ia justeru terkenal dengan nama lain Phunsuk Wangdu. Justru nama tersebutlah yang merupakan nama asli dari Rancho.

2. Dead Poets Society

deadsDead Poets Society adalah sebuah film klasik yang mengisahkan perjalanan 7 anak lelaki yang masuk ke sebuah akademi elit di Amerika : Akademi Welton. Akademi ini terkenal dengan kedisiplinan yang tinggi, dan menganut prinsip Tradisi, Kehormatan, Disiplin, dan Prestasi. Seorang guru baru, John Keating, yang merupakan alumni Akademi Welton, dengan gaya mengajarnya yang berbeda, menginspirasi anak-anak tersebut untuk membuat perubahan. Salah satu motto paling terkenal di dunia, Carpe Diem, menjadi populer karena film ini.

Film ini memenangkan Penghargaan Oscar tahun 1990 untuk kategori Best Writing, serta nominasi Best Actor, Best Director, dan Best Picture.

3. Good Will Hunting

good willWill Hunting adalah seorang pemuda jenius yang punya kelebihan dalam matematika, dengan tambahan kemampuan ingatan yang sangat kuat. Dia memilih untuk tidak menghabiskan waktunya di sekolah, dan malah bekerja sebagai petugas kebersihan di MIT. Suatu hari, dia menyelesaikan soal matematika sulit dari seorang professor MIT dengan anonim. Hingga akhirnya ditemukan, Will pun setuju untuk belajar matematika, sambil dibimbing seorang psikiater untuk menyelesaikan masalah-masalahnya.

Film ini memenangkan Penghargaan Oscar tahun 1998 untuk kategori Best Supporting Actor Role, Best Writing, serta nominasi Best Picture, Best Leading Actor, Best Supporting Actress, Best Director, Best Film Editing,dan Best Music.

4. To Sir, with Love

To Sir, with LoveBagi yang ingin menonton film lawas tentang pendidikan, “To Sir, with Love” bisa menjadi salah satu pilihan. Bercerita tentang seorang insinyur pengangguran yang melamar menjadi guru matematika di sebuah sekolah di Inggris. Namanya Mark Thackeray. Ia berhasil memenangkan hati siswanya, setelah berhadapan dengan berbagai isu, terutama masalah ras.

Thackeray adalah seorang berkulit hitam yang mengajar seluruh siswanya yang berkulit putih, pada masa dimana isu ras sedang hangat. Film ini memenangkan Grammy Awards tahun 1968, untuk kategori Best Original Score from a Motion Picture or Television Show.

5. Front of the Class

Front of the ClassFilm yang satu ini tergolong baru, dirilis pada tahun 2008, yang dibuat berdasarkan sebuah buku dari Brad Cohen. “Front of the Class” mengisahkan tentang seorang anak yang tinggal bersama ibunya yang telah bercerai dan seorang adiknya. Setelah melalui berbagai masalah di sekolah, akhirnya diketahui bahwa Brad mengidap Tourette Syndrome, yang membuat seseorang mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan tanpa bisa mengontrolnya. Dengan bantuan ibu dan kepala sekolahnya, Brad pun tumbuh menjadi seorang guru yang brilian.

Itulah 4 rekomendasi film bertema pendidikan yang bisa kamu pilih untuk ditonton. Sengaja kami pilihkan dari berbagai rentang waktu, agar kita bisa belajar lebih banyak sudut pandang tentang pendidikan dari film-film ini. Karena pastinya, semuanya akan sangat menginspirasi bila ditonton.

6. The Great Debaters

The Great DebatersFilm ini berkisah tentang orang kulit hitam yang meneriakkan kepedihan mereka akan diskriminasi yang diterima. Digambarkan bagaimana perjuangan mereka mendapatkan kesetaraan hak. Wiley College, salah satu sekolah kulit hitam yang cukup bermutu bertekad membentuk tim debat yang kuat. Ide ini dicetuskan oleh Melvin B. Tolson (Denzel Washington). Dari beberapa murid yang berminat, akhirnya dipilihlah 4 orang siswa.

Empat siswa terpilih ini juga berasal dari berbagai macam latar belakang dan kisah masing-masing. Tentunya, mempengaruhi pola pikir mereka juga. Mereka digembleng oleh Tolson dengan berbagai macam cara agar terbentuk jadi pribadi yang memiliki karakter kuat. Berbagai macam halangan menghampiri tim debat ini. Keterlibatan Tolson dalam gerakan pekerja dan petani mendapatkan sorotan dari berbagai pihak yang kurang suka terhadap eksistensi kaum kulit hitam.

Akibatnya, salah satu anggota tim debat memutuskan anggota keluar. Ditambah, konflik antar anggota tim debat yang mengancam kelangsungan tim itu sendiri. Halangan terberat mereka temui ketika di tengah perjalanan, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang membakar orang kulit hitam tanpa alasan yang jelas. Setelah semua tim debat dari sekolah kulit hitam berhasil mereka tundukkan, Tolson berusaha melawan tim debat dari tim kulit putih. Ini jelas merupakan ide yang cukup gila.

7. Freedom Writers

Freedom WritersFilm yang rilis tahun 2007 ini diangkat dari kisah nyata lho! Ceritanya tentang perjuangan seorang guru di wilayah New Port Beach, Amerika Serikat dalam membangkitkan kembali semangat anak-anak didiknya untuk belajar. Erin Gruwell, seorang wanita idealis berpendidikan tinggi, datang ke Woodrow Wilson High School sebagai guru Bahasa Inggris. Ia mengajar untuk kelas khusus anak-anak korban perkelahian antar geng rasial. Misinya, memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak bermasalah.

Namun, kadang kenyataan tidak seindah yang dibayangkan. Di hari pertamanya mengajar, ia baru menyadari bahwa perang antar geng yang terjadi di kota tersebut juga terbawa sampai ke dalam kelas. Di dalam kelas, murid duduk berkelompok menurut ras masing-masing. Sedikit kesalahpahaman yang terjadi di dalam kelas bisa memicu perkelahian antar ras. Kebayang kan susahnya mengajar dalam kondisi seperti itu?

Akhirnya, Erin coba menaklukkan para murid dengan meminta mereka menulis buku harian. Di buku harian itu, mereka boleh menulis apa pun yang mereka alami, rasakan dan inginkan. Melalui cara mengajarnya yang unik, ia berusaha membuat para murid sadar bahwa dengan pendidikan mereka bisa mencapai kehidupan yang lebih baik. Walaupun segala upayanya tidak didukung oleh rekan-rekan guru yang lain dan pihak sekolah, Erin tetap maju. Bahkan, sampai rela mengorbankan waktu luangnya untuk bekerja sambilan demi membeli buku-buku bacaan yang berguna bagi para muridnya. Buku harian yang mereka tulis diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul ‘The Freedom Writers Diary’.

Film ini menampilkan bagaimana seseorang peduli pada pendidikan anak-anak (yang sudah dianggap sebagai sampah masyarakat) mampu merubah mereka menjadi orang yang lebih berguna. Buku-buku yang digunakan Erin Gruwell untuk mendidik para murid di film ini adalah buku yang benar-benar ada. Salah satunya, ’Diary of Anne Frank’ yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan sudah dijual di pasaran. Konflik dalam film ini tentu memberi banyak inspirasi bagi para guru yang ingin terus berinovasi dalam mengajar.

8. Stand and Deliver

Stand and DeliverFilm klasik yang menggambarkan pentingnya peran guru dalam masyarakat saat ini. Diangkat dari kisah nyata, film ini diperankan oleh Edward James Olmo sebagai Jaime Escalante, pemeran utama. Jaime adalah seorang guru matematika yang mengajar di sekolah dangan standar pendidikan di bawah rata-rata dan akan ditutup. Ia harus menghadapi murid-muridnya yang berasal dari anggota geng jalanan dan berlatar belakang rendah. Jaime merupakan sosok guru yang  punya cara pandang yang jauh lebih tinggi terhadap konsep pendidikan yang revolusioner. Ia akhirnya memotivasi murid-muridnya dan membantu mereka mempelajari Kalkulus dengan metode pengajaran yang mudah dipahami. Film ini berhasil meraih penghargaan bergengsi seperti Oscar dan Golden Globe.

9. Lean on Me

Lean on MePada film ini, Morgan Freeman tampil sebagai Joe Clark. Ia merupakan guru yang mendedikasikan dirinya untuk SMA papan atas, Eastside High School. Namun tanpa alasan yang jelas, pihak sekolah memecatnya. Sepeninggalnya dari sekolah, keadaan justru memburuk. Murid sulit dikendalikan, terlibat aktivitas kriminal, nilai anjlok, angka kelulusan merosot, dan sebagainya. Ancaman pengambilalihan oleh pemerintah membuat pihak sekolah memanggil Joe Clark kembali pasca 20 tahun dari pemecatannya.

Semenjak kedatangannya kembali, Joe Clark tidak lagi tampil sebagai guru, melainkan kepala sekolah. Kepala sekolah yang sebelumnya koma karena dipukuli secara brutal oleh siswanya sendiri. Sekolah ini hampir ditutup kalau mereka tidak mampu memenuhi target 75 persen siswa lulus tes dasar bahasa dan berhitung. Akhirnya, ia menciptakan peraturan sendiri. Di hari pertama, ia langsung meminta daftar nama anak-anak yang terlibat narkoba, kasus kekerasan dan kriminal, serta sudah berada di sekolah lebih dari 5 tahun. Ada 300 anak yang langsung dipanggil ke atas panggung, dan di depan seluruh warga sekolah, langsung diberhentikan dan diusir saat itu juga. Gebrakan-gebrakan yang dibuatnya perlahan memperbaiki keadaan sekolah tersebut. Keadaan yang dihadapi tentu tidak mudah. Satu kebijakan berbuah solusi, sekaligus datangnya masalah lain. 

10. The Miracle Worker

The Miracle WorkerSebuah film klasik yang dirilis tahun 1962 menceritakan tentang keajaiban dalam pengajaran. Terinspirasi dari kisah nyata yang diramu secara apik dari kisah Helen Keller. Helen adalah seorang anak usia 12 tahun yang buta, tuli, juga bisu. Tingkahnya tidak seperti anak-anak pada umumnya membuat orangtuanya hampir memasukkannya ke dalam rumah sakit jiwa.

Anne Sullivan hadir untuk membimbingnya. Jelas tidak mudah menghadapi siswa unik seperti Helen. Terlebih, karena cara mengajarnya sempat membuat Helen takut, Tuan dan Nyonya Keller memperpendek masa kerja Ny.Sullivan. Dengan berbagai upaya, ia berhasil meyakinkan keduanya bahwa Helen sangat membutuhkannya. Ia juga mengalami kasus serupa sejak kecil sehingga ia mampu jadi pembimbing yang tepat untuk Helen. Beberapa cuplikan sangat mendebarkan, terutama di bagian interaksi dan cara mengajar Nonya Sullivan kepada Helen. Film ini memberikan sebuah gambaran tentang pentingnya keteguhan hati.

11. Taree Zameen Par

Taree Zameen ParIshaan (Darsheel Safary) merupakan siswa kelas 3 yang ‘payah’ dalam urusan apapun di sekolahnya. Itu karena dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia selalu melihat dunia dengan imajinasinya. Setiap pelajaran mendapat nilai jelek, yang membuat guru-gurunya geram. Terlebih lagi dia sering membolos sekolah. Ishaan dicap sebagai anak pemalas, nakal, dan idiot.

Puncaknya, orang tua Ishaan memindahkannya ke sekolah berasrama. Namun di sekolah yang disiplin dan tegas tersebut, dia tetap mendapat nilai yang buruk dalam semua mata pelajaran yang membuatnya depresi. Dia juga merasa sedih karena harus tinggal jauh dari keluarganya. Sampai akhirnya ada seorang guru baru bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Guru Ishan yang bernama Ram Shankar Nikumbh melatih Ishan sedikit demi sedikit dengan cara melatih Membaca,Menulis,Melukis dan Belajar menghitung dengan cara naik turun tangga. hingga akhirnya Ishan bisa seperti layaknya anak anak lain.

Ram Shankar Nikumbh mengadakan lomba melukis yang di ikuti oleh semua Siswa Siswi dan Guru Guru, tetapi pada saat itu Ishan menghilang Ram Shankar Nikumbh mencari Ishan,dan menanyakan ke sahabat Ishan yang bernama Rajan Damodaran,tetapi dia tidak tahu dimana Ishan berada. dan setelah itu Ishan datang untuk mengikuti perlombaan tersebut. kemudian Ishan melukis dengan imanijasinya yang tinggi. setelah juri menilai,ternyata lukisan Ishan lah yang terbaik. dan Ishan lah yang menjadi pemenangnya, dan diberikanlah piala tersebut kepada Ishan, setelah perlobaan selesai dan Orang tuanya menjemputnya,dan keluarganya tidak menyangka [bangga]. dan pada akhirnya ishan menjadi anak yang pintar.

12. I Not Stupid Too

I Not Stupid TooI Not Stupid Too merupakan judul sebuah film Singapura. Film ini menarik karena mengandung humor dan mengandung nilai – nilai pendidikan yang mampu mengkritisi para Guru, Orangtua, dan tentunya para siswa. Film ini juga menyuguhkan fakta aktual tentang kehidupan anak – anak jaman sekarang, maka tidaklah tepat bila kita masih terus saja terpaku pada metode – metode pangajaran jaman dulu.

13. Renaissance Man

Renaissance ManFilm ini menceritakan seorang guru yang humoris, dan menginspiratif yang mengajarkan pelajaran hidup tentang sebuah tanggung jawab dan pembentukan karakter. Film ini tidak hanya mengisahkan komedi ringan, akan tetapi dibalik itu film tersebut memiliki makna yang sangat dalam.

Karakter yang dibawakan oleh DeVito yang memerenkan sang guru dalam film tersebut membuktikan bahwa William Shakespeare  mempunyai banyak pemikiran, pelajaran, dan inovasi-inovasi dalam mengajar siswa-siswanya.

14. Dangerous Mind

Dangerous MindDangerous Mind merupakan film box office Amerika. Film yang diperankan oleh Michelle Pfeiffer, yang memerankan tokoh bernama Louanne Johnson ini mengisahkan tentang seorang mantan marinir yang berpindah profesi menjadi seorang guru SMA dengan siswa-siswanya berasal dari anak-anak jalanan yang mempunyai status ekonomi rendah dan susah diatur.

15. Detachment

Adrien Brody in Tony Kaye's DETACHMENT.
Adrien Brody in Tony Kaye’s DETACHMENT.

Film ini mengisahkan tentang pendidikan, dimana para guru bahkan orang tua wajib menontonnya, untuk diterapkan pada anak-anaknya. Film ini disutradari oleh Tony Kaye yang pernah mencetak American History X dan tema pendidikan. Sepertinya Tony cukup menaruh perhatian pada isu fundamental yang satu ini.

16. School of Rock

SCHOOL OF ROCK, Joey Gaydos Jr., Kevin Clark, Jack Black, Rebecca Brown, 2003, (c) Paramount/courtesy Everett Collection  film still
SCHOOL OF ROCK, Joey Gaydos Jr., Kevin Clark, Jack Black, Rebecca Brown, 2003, (c) Paramount/courtesy Everett Collection film still

Sesuai judulnya, film ini memang kental dengan suasana sekolah, guru, siswa dan musik rock. Di dalam film ini ada aktor Jack Black yang berperan sebagai Dewey Finn. Dia adalah seorang rocker dan member dari sebuah band, yang kemudian mendepaknya keluar. Hal itu membuatnya kebingungan, sebab dia tidak memiliki pemasukan sama-sekali. Sampai-sampai dia mesti jadi ‘benalu’ bagi sahabatnya.

Suatu saat, ada kesempatan baginya untuk menjadi guru gandungan di sebuah sekolah. Pada waktu itu ia memerhatikan kalau para muridnya memiliki potensi di bidang musik. Kebetulan akan ada festival musik rock bertajuk “Battle of the Band”. Dewey bertekad mengikutsertakan muridnya, dengan harapan hadiahnya yang besar bisa ia renggut dan semua bayaran yang menjepitnya bisa terbayar. Dari kelakuan awal saja, film yang seru dan lucu ini sudah menggiring Dewey pada masalah. Namun berangkat dari hal itu pula, berbagai kejadian seru dan inspiratif akan datang.

17. Mr Holland’s Opus

MR. HOLLAND'S OPUS, Richard Dreyfuss, conducting his school orchestra class, 1995.
MR. HOLLAND’S OPUS, Richard Dreyfuss, conducting his school orchestra class, 1995.

Film ini sangat berkesan dan memberikan semua guru harapan dan pemikiran bahwa sesungguhnya mereka benar-benar berdampak pada siswa mereka. Richard Dreyfuss adalah adalah seorang musisi atau komposer yang harus mengambil pekerjaan sebagai pengajar untuk mendukung ekonomi keluarganya.

18. Laskar Pelangi

Gambar via: leomovies.com
Gambar via: leomovies.com

Film fenomenal yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata ini memang pantas disematkan bukan saja sebagai salah satu film Indonesia yang memberikan pendidikan, namun juga sebagai film Indonesia terbaik. Banyak sekali pelajaran yang diberikan dari kisah Ikal dan kawan-kawannya itu. Bagaimana perjuangan pantang menyerah mereka menuntut ilmu yang akan menjadi modal untuk lepas dari kemiskinan yang ironisnya terjadi di pulau penghasil timah terbesar di Indonesia (hal yang sama terjadi seperti Denias di Papua). Sangat ironis pula bahwa hingga 40 tahun setelah latar waktu di novel dan film ini, masih banyak kita saksikan gedung dan bangunan sekolah dengan kondisi memprihatinkan seperti sekolah Muhammadiyah yang dikelola oleh Ibu Muslimah itu.

19. Accepted

AcceptedFilm Accepted adalah film komedi Amerika tahun 2006 disutradarai oleh Steve Pink dan ditulis oleh Adam Cooper, Bill Kolase, dan Mark Perez. Pusat-pusat petak utama di sekitar kelompok calon mahasiswa yang kuliah, setelah ditolak dari semua perguruan tinggi dan universitas yang mereka telah diterapkan, lanjutkan untuk membuat mereka sendiri “kuliah”.

20. Negeri 5 Menara

Film Nasional Negeri 5 Menara
Kehidupan enam santri pesantren dituangkan dalam Negeri 5 Menara. Gambar via: boxxmovie.blogspot.com

Alif (Gazza Zubizareta) adalah seorang anak sederhana yang baru saja lulus SMP di Maninjau. Bersama sahabatnya Randai (Sakurta Ginting), Alif ingin melanjutkan SMA di kota Bandung dan kemudian masuk ke Kampus idamannya, ITB. Namun mimpi tinggal mimpi ketika Amaknya (Lulu Tobing) menginginkan Alif untuk masuk ke Pondok Madani, sebuah pesantren di sudutPonorogo, jawa Timur. Walau pada awalnya Alif tidak mau, akhirnya Alif memenuhi pinta orang tuanya, walau dengan setengah hati.

Saat Alif tiba di Pondok Madani bersama Ayah (David Chalik), hatinya makin remuk. Tempat itu benar-benar makin ‘kampungan’ dan mirip penjara di matanya. Ditambah lagi dengan keharusan mundur setahun untuk kelas adaptasi. Alif menguatkan hati untuk mencoba menjalankan setidaknya tahun pertama di Pondok Madani ini.

Awalnya, Alif lebih sering menyendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, Alif mulai bersahabat dengan teman-teman satu kamarnya, yaitu Baso (Billy Sandy) dari Gowa, Atang (Rizky Ramdani) dari Bandung, Said (Ernest Samudera) dari Surabaya, Raja (Jiofani Lubis) dari Medan, dan Dulmajid (Aris Putra) dari Madura. Mereka berenam selalu berkumpul di menara masjid dan menamakan diri mereka Sahibul Menara alias para pemilik menara.

Suasana kian menghangat di kelas pertama, saat Alif disentak oleh teriakan penuh semangat dari Ustad Salman (Donny Alamsyah): Man Jadda Wajada! Artinya, Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. “Mantra” ini lah yang menambah semangat dan kegigihan keenam anak itu.

Para sahibul menara selalu berpikir visioner dan bercita-cita besar. Mereka masing-masing memiliki ambisi untuk menaklukan dunia. Dari tanah Indonesia, Amerika, Eropa, Asia hingga Afrika. Dibawah menara Madani, mereka berjanji dan bertekad untuk bisa menaklukan dunia dan mencapai cita-cita; Dan menjadi orang besar yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.

21. Ivory Tower

Ivory TowerFilm ini mempertanyakan nilai pendidikan tinggi di era ketika harga perguruan tinggi telah meningkat lebih dari layanan lain di Amerika Serikat. Ini mengeksplorasi berbagai jenis pendidikan tinggi di seluruh bangsa. Ini termasuk: perguruan tinggi, universitas empat tahun, sekolah kejuruan, kursus online, dan bentuk-bentuk tradisional kurang pendidikan. Film ini berpendapat bahwa tingginya biaya kuliah adalah pada titik puncaknya.

22. Half Nelson

Half NelsonDiadaptasi dari sebuah film pendek berjudul Gowanus, Brooklyn yang juga merupakan hasil kolaborasi antara Ryan Fleck dan Anna Boden, Half Nelson sendiri merupakan sebuah batu loncatan dalam karir seorang Ryan Gosling.

Plot utama dari Half Nelson juga berkisah tentang sebuah perubahan. Dalam berbagai kesempatan mengajar, Dunne sering membahas berbagai hal dalam sejarah yang pada intinya berkisah tentang keberanian untuk merubah sesuatu secara radikal kearah yang lebih baik. Sosok Dunne sendiri tengah berusaha untuk berubah. Dia menyadari kelakuan buruknya sebagai seorang guru dan dia berusaha berubah dengan mencoba melakukan sesuatu yang ia anggap baik dan benar. Kedekatannya dengan Drey sendiri didasari oleh keinginan tersebut. Dia ingin berbuat sebuah kebaikan kepada muridnya tersebut yang ia harapkan bakal menjadi suatu perubahan yang lebih baik dalam hidupnya.

Disamping hal tersebut. Half Nelson juga memiliki sebuah sub cerita tentang bagaimana sosok guru di dalam kelas. Apa yang diajarkan Dunne dianggap melenceng dari kurikulum, apakah itu merupakan kesalahan? Bisa ya bisa juga tidak. Karena seitdaknya ia benar-benar tahu apa yang ia ajarkan dan murid-muridnya merasa nyaman dengan caranya mengajar.

Pujian patut diberikan pada duo Ryang Gosling dan Shareeka Epps atas akting serta chemistry kuat antara keduanya. Shareeka sanggup dengan begitu baik memerankan sosok Drey yang tengah mencari sosok yang menuntun dan menemani kehidupannya serta tengah berusaha mencari arah hidup yang menurutnya benar.

Sedangkan Gosling sempurna sebagai sosok guru sekaligus pria yang juga berada dalam kesendirian dan tengah terjebak pada dilema dalam norma kehidupannya. Mungkin pada akhirnya Half Nelson masih belum terlalu maksimal bagi saya tapi film ini tetap terasa mengesankan berkat segala kesederhanaan yang ditampilkan dalam kisah yang dituturkan dengan rapih tersebut.

24. Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2)

rudy-habibieFilm Drama “Rudy Habibi” bercerita tentang beberapa dekade sebelumnya dari cerita Habibie & Ainun. Film Rudy Habibie akan menceritakan kisah masa muda dari seorang teknoral dengan jiwa anak muda yang memiliki banyak impian dan lika liku cintanya.

Rudy memiliki sebuah cita cita yaitu berhasil dalam membuat pesawat yang juga merupakan wasiat dari ayahnya untuk berguna bagi banyak orang lain. Namun, untuk menggapai cita citanya tersebut, tentunya memerlukan perjuangan yang cukupsulit mulai dari segi keuangan, waktu,dan lainlain. Rudy dikuliahkan di RWTH Ancheen, Jerman Barat.

Di Jerman, Rudy hidup dengan segala keterbatasan, ditambah lagi rasa kangennya dengan orang tuanya yang berada di Indonesia. Rudy juga belajar arti cinta, persahabatan, pengkhianatan, dengan mahasiswa Indonesia yang baru dikenalnya di Jerman. 

Rudy sangat ingin membuat pesawat untuk memenuhi pesan almarhum Papinya: “menjadi mata air”, menjadi berguna untuk orang banyak. Tapi di atas hanya arus membuat keluarga nya berkorban karena dia harus kuliah di RWTH Aachen, Jerman Barat. Di sana Rudy hidup dalam kondisi terbatas, rasa rindu rumah, dan belajar soal arti persahabatan, pendidikan, cinta, juga pengkhianatan bersama para mahasiswa Indonesia yang baru dikenalnya di sana. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY