Gambar via: www.redbookmag.com

Gulalives.co, SEMARANG – Saat ini, peran ayah dalam hidup rumah tangga tak kalah pentingnya dengan peran ibu. Tidak hanya soal materi, ayah pun turut berperan dalam mengembangkan kepribadian dan psikologi anak. Tak heran, ada saat-saat di mana balita lebih mencari ayahnya ketimbang ibunya. Selain itu, kaum ayah modern memperlihatkan perubahaan perilaku yang membahagiakan.

Gambar via: www.parenting.com
Gambar via: www.parenting.com

Memiliki seorang ayah yang ideal bagi keluarga dan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Dalam keluarga, selain menjadi pendidik sanga anak dan juga menjadi penanggung jawab keluarga. Jika orangtua gagal dalam mendidik anaknya dapat memberikan efek negatif yang berkepanjangan seperti sang anak sering melakukan tindakan yang tidak terpuji, suka berbohong dan membentak orang tua.

Dalam konsep sederhana, peran seorang ayah dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. Yang pertama adalah peran ayah dalam aktivitas eksternal atau diluar rumah, yang kedua adalah peran ayah dalam aktivitas internal atau dalam rumah. Jika seorang ayah dapat mengoptimalkan dikeduanya, maka dialah seorang ayah yang ideal dan seorang ayah yang super.

Ayah perlu lebih intens terlibat dalam pengasuhan anak. Foto: thinkstock
Ayah perlu lebih intens terlibat dalam pengasuhan anak. Foto: thinkstock

Seorang ayah mendapatkan tanggung jawab yang besar sebagai pencari nafkah bagi keluarga. Hukum seorang ayah untuk menafkahi keluarga adalah wajib. Maka dari itu sudah menjadi hal yang biasa seorang ayah menjadi tulang punggung bagi sebuah keluarga. Karena semakin banyaknya anggota keluarga yang lahir semakin bertambah juga kebutuhan pokok rumah.

Selain itu, Ayah adalah kepala keluarga yang berarti memiliki peran paling pentin dalam kehidupan keluarga. Seorang ayah juga harus memiliki sifat kasih sayang dan lembut kepada keluarganya.

Sekarang, para pria yang telah berkeluarga, semakin terlibat berbagi tugas domestik dengan istri tercinta. Banyak para ayah yang tidak keberatan mencuci piring, menyiram tanaman, menyiapkan buku sekolah anak, dan sebagainya. 

dindamustikawati.blogspot.com
dindamustikawati.blogspot.com

Program televisi, TODAY, melakukan survei terhadap 2000 ayah dan ibu di Amerika Serikat. Peneliti mendapatkan akses eksklusif mengikuti kegiatan masing-masing keluarga dalam keseharian. Dan hasilnya, ayah dan ibu zaman sekarang memiliki level stres yang lebih tinggi, ketimbang kakek dan nenek Anda.

Perlu diketahui bahwa level stres tersebut berasal dari kesulitan dalam mengatur waktu kerja dan keluarga secara proporsional. Namun, kabar gembiranya, ayah dan ibu memiliki peran seimbang serta kebebasan beropini dalam rumahtangga.

Berdasarkan survei, berhasil menemukan fakta bahwa 57 persen ayah sudah pintar dalam mengganti popok anak, dan hanya 37 persen yang masih kesulitan urusan popok. Lalu, 30 persen ayah mengaku, melakukan belanja bulanan, dan 26 persen memasak serta menyiapkan hidangan untuk keluarga.“Para ayah di zaman sekarang lebih dekat dengan anak, ketimbang waktu yang dahulu,” jelas Dana Glazer, sutradara film dokumenter filmThe Evolution of Dad, yang juga ayah satu anak.

ayah dan anak
Ayah dan Anak Tetap Harmonis Sumber: www.ummi-online.com

Glazer mengatakan, persepsi peran pria dalam rumah tangga yang ternyata memperlihatkan perubahan signifikan dalam soal berbagi pekerjaan rumahtangga.“Pria yang berpikir bahwa mereka lebih bernilai ketika sukses membawa uang dalam keluarga banyak, masih ada, tetapi jumlahnya semakin minim,” jelasnya.

Dirinya pun mengatakan bahwa umumnya, para ayah modern tak hanya bertugas cari uang, tetapi mereka juga membangun hubungan hangat dengan anak-anak, dan  lebih terlibat dalam perkembangan anak-anak.

Urusan cari uang, kata Glazer, tidak hanya tanggungjawab utuh suami, tetapi istri juga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan keuangan rumahtangga.

peran ayah dalam kecerdasaan emosional anak (8)Kemudian, survei yang dilakukan tersebut ternyata juga memperlihatkan keterlibatan orangtua modern dalam kehidupan dan tumbuh kembang anak, semakin seimbang dan ideal. “Cinta adalah landasan di sini, bukan batasan jender,” jelas Kyle Pruett, seorang pakar masalah keluarga dari Yale School of Medicine, dan penulis Fatherneed: Why Father Care Is as Essential as Mother Care for Your Child.

Selanjutnya, peralihan dan perubahan perilaku dalam rumahtangga, menurut Pruett, sudah terjadi semenjak era 80-an.“Era 80-an merupakan masa di mana terjadi ledakan karyawan wanita. Mereka memiliki tanggungjawab besar, berkaitan dengan kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga. Pemahaman dan tuntutan ini disikapi dengan bijak oleh kebanyakan pria yang telah siap menjadi kepala keluarga,” pungkas Pruett. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY