Gulalives.co, RIO – Olimpiade 2016 yang diselenggarakan di Rio, Brazil menjadi kompetisi olahraga terbesar di dunia yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 21 Agustus 2016. Kompetisi yang memiliki asal dari Olympia, Yunani ini mempertemukan serta mengadu negara-negara dalam berbagai olahraga untuk memperebutkan medali. 

Pesta karnaval Rio dipimpin oleh model Brazil, Izabel Goulart. Ia memimpin 50 parade yang diiringi 200 penari dan ditutup dengan pesta kembang api raksasa. Olimpiade berikutnya akan digelar di Jepang pada 2020. Secara simbolis, Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang menerima bendera olimpiade dari Walikota Rio, Eduardo Paes.

Lebih dari 200 negara termasuk Indonesia akan bertanding dalam beragam cabang olahraga seperti atletik, renang, sepeda, dan menembak. Lalu apa saja hasil dan kisah menarik selama Olimpiade Rio 2016 ini? Ada banyak hal tercipta dalam gelaran 4 tahunan ini, mulai dari insentif, hingga pemecahan rekor olimpiade. Sekarang, saatnya mengenal enam atlet wanita Muslim yang berjaya di sejumlah nomor Olimpiade Rio.

1. Majlinda Kelmendia, Kosovo

MelindaWanita berusia 25 tahun ini mencetak sejarah karena berhasil menjadi atlet pertama dari Kosovo yang berhasil memenangi emas untuk nomor 52 kilogram judo. Medali emas yang diperoleh oleh Kelmendia ini menyempurnakan prestasinya meraih dua gelar dunia dan tiga gelar Eropa. Semuanya berhasil dia raih pada tahun 2013.

“Jujur saja, saya datang ke Rio untuk mendapatkan emas. Ini benar-benar gila,” ujar Kelmendia, beberapa saat setelah sukses mendapatkan emas.

“Saya sangat bahagia untuk diri saya, pelatih saya, dan untuk negara saya,” katanya.

2. Sri Wahyuni Agustiani, Indonesia

Sri wahyuni1Satu dari 28 atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 mencatatkan prestasi membanggakan. Adalah atlet angkat besi putri Sri Wahyuni Agustiani berhasi mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Ia meraih perak pada kelas 48 kg dalam lomba Sabtu atau Minggu WIB.

Sri mendapatkan medali perak berkat total angkatan 192 kilogram (Snatch 85 kg dan 107 kg Clean & Jerk). Medali meas direbut atlet Thailand berusia 21 tahun, Sopia Tanasan, yang mengangkat total 200 kg  (Snatch 92 kilogram, Clean & Jerk 108 kilogram). Atlet Jepang, Hiromi Miyaki, merebut perunggu dengan total angkatan 188  kg. 

Sebagai informasi, Sri Wahyuni ini adalah salah satu lifter muda andalan Indonesia. Usianya baru 21 tahun. Ia lahir di Bandung pada 13 Agustus 1994 dan merupakan putri pertama pasangan Candiana dan Rosita. Sebelum Olimpiade ia sudah dijagokan untuk bisa membuat kejutan di Brasil. Maklum prestasinya memang kinclong. Pada bulan Juni 2014, ia meraih dua emas dan satu perak dari Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi yang digelar di Kazan, Rusia. 

3. Dalilah Muhammad, Amerika Serikat

dalilahWanita berusia 26 tahun asal New York ini berhasil memperoleh medali emas pada nomor lari gawang 400 meter. Sejauh ini, Dalilah telah berhasil mengumpulkan tiga prestasi terbaik dari lima kejuaraan skala dunia.

Menurut kedua orangtuanya, Nadirah dan Askia Muhammad, iman sang putri telah mengajari putri mereka mengenai disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan sehingga berhasil memberikan yang terbaik untuk Amerika Serikat di Olimpiade Rio.

4. Ibtihaj Muhammad, Amerika Serikat

Ibtihaj2Atlet berusia 30 tahun ini membawa pulang medali perunggu untuk nomor anggar. “Hal yang paling saya suka dari pengalaman saya sebagai minoritas di tim Olimpiade dari AS adalah saya bisa memberikan contoh kepada generasi muda untuk mengejar mimpi dan jangan biarkan hidup mendikte Anda,” ujar Muhammad kepada CNN.

Ibtihaj Muhammad telah membuat sejarah menjadi orang Amerika Serikat pertama yang berlaga di Olimpiade 2016dengan menggunakan jilbab. Apakah ia menang mendapatkan medali di Rio atau tidak, itu urusan nanti. Namun, Ibtihaj telah menjadi terobosan besar.

Semenjak berhasil masuk sebagai atlet anggar di tim Olimpiade 2016, Ibtihaj telah melakukan advokasi untuk menerima Muslim di AS. Hal yang sangat penting bagi capres dari Partai Republik, Donald Trump, yang selama kampanyenya justru melarang Muslim masuk Negeri Paman Sam.

Ibtihaj yang lahir di Maplewood, Ney Jersey itu sudah menekuni anggar sejak duduk Sekolah Menengah Pertama. Hingga kini Ibtihaj sudah menorehkan berbagai prestasi di kancah internasional.

Pada tahun 2011, 2012, 2013, Ibtihaj mempersembahkan medali perunggu bagi AS. Setahun berikutnya,2014, Ibtihaj membawa pulang medali emas. Setelah itu pada 2015, medali perak kembali diraih wanita 30 tahun itu. Karena prestasinya, Presiden AS, Barrack Obama pun pernah mengungkapkan rasa bangganya kepada Ibtihaj.

 

5. Aliya Mustafina, Rusia

MaliyaAtlet berusia 21 tahun ini berhasil merebut tiga medali untuk nomorgymnastic, yakni perak, perunggu, dan emas. Mustafina memang terlahir di keluarga Muslim yang berprestasi sebagai atletik kelas Olimpiade. Ayahnya, Farhat Mustafin, berhasil meraih medali pada tahun 1976 di Olimpiade Montreal untuk nomor gulat.

6. Maria Stadnik, Azerbaidjan

mariaPada nomor gulat gaya bebas 48 kilogram, Stadnik yang berusia 28 tahun sukses merebut medali perak. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY