Tidur yang cukup
Tidur dan Istirahat Yang Cukup Sumber: blog.tokopedia.com

Gulalives.co, SEMARANG – Untuk Anda, pasangan suami istri yang sedang membina biduk rumah tangga dan memiliki hubungan harmonis tentu akan saling mendukung untuk hidup sehat sehingga terhindari dari berbagai serangan penyakit. Namun, hubungan yang mengalami krisis dapat membuat sepasang kekasih stres dan menderita sejumlah masalah kesehatan lainnya. Hubungan tak harmonis bisa membahayakan kesehatan seseorang, salah satunya kualitas tidur.

Ilustrasi gairah seks. (Foto: thinkstock)
Ilustrasi gairah seks. (Foto: thinkstock)

Sebab, merasa dihargai oleh pasangan adalah kondisi yang penting untuk mendapatkan tidur yang lebih baik. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang mencari tahu mengenai pengaruh hubungan seseorang dengan kesehatan tidur.

Banyak hal diketahui sebagai penyebab seseorang mengalami kesulitan tidur malam. Mulai dari makanan, minuman, kesehatan tubuh hingga kondisi kamar, disebut-sebut dapat menjadi penyebab masalah tidur. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa hubungan seseorang dapat membuat orang terjaga di malam hari. Dilansir Gulalives.co dari laman WebMD pada Selasa (23/8/2016), ternyata ada beberapa kondisi hubungan yang dapat memicu masalah tidur.

Beberapa Hal yang Seharusnya Diketahui Sebelum Bercinta
Ilustrasi pasangan hendak berhubungan seks. (Foto: Google Images)

Pasangan suami-istri yang memiliki hubungan bermasalah akan mendapatkan tidur yang tak nyenyak. Kalau kualitas tidur sepasang suami-istri buruk, hal itu hanya akan membuat mereka terjebak di dalam lingkaran setan. Tidur di samping pasangan yang suka mendengkur akan merusak tidur kita. Sehingga kita akan mudah lelah di siang hari dan lebih rentan mengalami peningkatan berat badan.

kemandulan_kejarcitamu.com
kemandulan_kejarcitamu.com

Penelitian telah menunjukkan bahwa memeluk seseorang dapat melepaskan sejumlah besar hormon bahagia seperti endorfin, oksitosin dan vasopressin di otak. Studi ini juga menemukan bahwa memeluk seseorang juga memiliki manfaat yaitu menurunkan tingkat stres dan tekanan darah. Pasangan yang tak harmonis tidak hanya kehilangan manfaat ini, tetapi juga menghadapi tingkat stres dan tekanan darah yang lebih tinggi karena konflik di antara mereka.

Kebohongan Pasangan (clear.co.id)
Kebohongan Pasangan (clear.co.id)

Sebuah pepatah lama menyarankan untuk tidak beranjak ke kasur dalam keadaan marah. Tentu saja hal itu berlaku untuk sebuah hubungan jangka panjang. Sebuah riset yang dilakukan oleh peneliti Turki menganalisa data dari 698 orang Amerika Serikat, berumur 35-86 yang menikah atau hidup bersama.

Pasangan Cuek
Pasangan yang Super Cuek Sumber: www.megaindah.web.id

Dari kelompok ini, sebanyak 219 orang masuk dalam studi tidur, untuk memberikan peneliti ide yang lebih baik tentang bagaimana mereka mendapatkan tidur yang berkualitas. Jenis tidur terbaik disebut tidur restoratif. Kondisi ini adalah ketika tidur tidak terganggu dan membuat seseorang bangun dalam keadaan segar dan siap menjalankan kegiatan selama satu hari penuh.

Pasangan yang membosankan
Bersikap Membosankan Sumber: www.kosovarja-ks.com

Dalam penelitian, diketahui bahwa untuk mendapatkan kondisi ini, seseorang harus merasa nyaman, aman, terlindungi dan bebas dari ancaman. Masalah keamanan dan kenyamanan ini tidak hanya dari masalah dunia luar seperti pekerjaan. Namun juga dari orang yang tidur di sebelahnya.

Via bisikan.com
Via bisikan.com

Para partisipan ditanya oleh peneliti untuk mendapat sebuah nilai yang disebut dengan ‘pasangan yang tanggap’. Hal ini untuk membuktikan bagaimana pasangan mereka peduli dan menghargai perasaan para partisipan.

Dari sini kemudian diketahui bahwa ‘pasangan yang tanggap’ merupakan faktor penting yang dapat membuat seseorang merasa puas dengan hubungannya.Temuan tentang pentingnya rasa dilindungi dan nyaman diungkap dalam jurnal Personalitas Sosial dan Ilmu Psikologi.

Mengungkit masa lalu pasangan dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: astaga.com
Mengungkit masa lalu pasangan dapat berpotensi membuat pernikahan menjadi retak sumber foto: astaga.com

Psikolog Perkembangan dan Sosial yang sekaligus peneliti dari Middle East Technical University di Turki, Emre Selcuk kemudian mengatakan bahwa rendahnya kecemasan dapat meningkatkan kualitas tidur dan kondisi bangun yang lebih bergairah.”Memiliki pasangan yang responsif, yang pasti ada untuk melindungi dan memberikan kenyamanan untuk kita adalah cara yang efektif untuk mengurangi kecemasan dan tensi manusia,” katanya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY