Gulalives.co, SEMARANG – Untuk para perempuan yang hendak menurunkan berat badan dengan cara diet, atau bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, memilih asupan makanan untuk mencapai rencana itu bukan menjadi satu-satunya hal yang harus disiapkan. Karena, menurut sebuah studi menunjukkan bahwa memiliki teman kurus ternyata mampu mempengaruhi penurunan berat badan.

Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.
Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.

Sebagaimana dilansir Gulalives.co dari laman Live Science pada Sabtu 20 Agustus 2016, bahwa untuk orang yang tengah menurunkan berat badan seperti obesitas cenderung memilih berkawan dengan orang berbadan sedikit gemuk. Kondisi ini dikarenakan fakta bahwa orang yang kegemukan atau obesitas lebih merasa aman tanpa ada perasaan terdiskriminasi saat bersama orang sedikit gemuk dibanding dengan orang yang kurus atau ramping.

Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan. Foto: infomusehat.blogspot
Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan. Foto: infomusehat.blogspot

Selain itu, sebagaimana data yang didapatkan pada penelitian yang diterbitakan pada jurnal Obesity, meski bersosialisasi dengan orang gemuk akan mampu mengelola stigma atas ukuran tubuh, namun di sisi lain kondisi itu malah melemahkan semangat penurunan berat badan. Dalam jurnal tersebut, diketahui bahwa para peneliti menganalisis informasi dari 9300 orang 18-65 tahun di Amerika Serikat dalam sebuah jajak pendapat Gallup, berkaitan dengan berat badan dan jaringan sosial.

Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.
Tidak sarapan malah mengacaukan program diet turun berat badan.

Dalam penelitian tersebut, oleh peneliti, peserta diminta untuk mengungkapkan keinginan menurunkan atau menambah berat badan, memberikan informasi tentang empat orang terdekat dan meminta menganalisa terkait berat badan mereka, serta intensitas pertemuan dengan mereka. Selanjutnya, peneliti menganjurkan para peserta kemudian diminta untuk mengisi survei tersebut kembali satu tahun kemudian.

Barat badan yang turun drastis tanpa diet sebaiknya diwaspadai adanya gangguan kesehatan serius.
Barat badan yang turun drastis tanpa diet sebaiknya diwaspadai adanya gangguan kesehatan serius.

Dan ternyata, hasilnya menunjukkan orang yang ingin turun berat badan setidaknya memiliki satu kerabat atau teman yang lebih berat dari mereka, dan memilih untuk menjalin relasi dengan orang yang gemuk, dibandingkan dengan yang memiliki berat badan sama. Kemudian orang yang ingin menurunkan berat badan juga kurang menjalin relasi dengan yang berbadan lebih kurus satu tahun kemudian, dibandingkan mereka yang ingin menjaga berat badan.

Tanpa disadari orang yang sedang diet melakukan kesalahan-kesalahan yang justru menggagalkan diet (Foto: Medicaldaily)
Tanpa disadari orang yang sedang diet melakukan kesalahan-kesalahan yang justru menggagalkan diet (Foto: Medicaldaily)

Namun, mereka yang memiliki seorang teman kurus dalam jejaring sosial pertemanan dalam setahun akan lebih mungkin turun berat badannya. Menambah seorang teman kurus menurunkan indeks massa tubuh sebesar 0,08 yang berarti sekitar 0,3 kilogram per orang dengan tubuh setinggi 178 centimeter.

(Foto: Menshealth)
(Foto: Menshealth)

Menurut hal lain dari penelitian ini, temuan lainnya adalah fakta bahwa pada setiap 100 kali interaksi dengan seorang kurus sanggup menurunkan bobot tubuh hingga 0,03 kilogram. Sedangkan 100 kali interaksi dengan orang gemuk sanggup menaikkan berat badan hingga 0,04 kilogram. Kondisi ini ternyata sangat mirip dengan temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa orang akan mungkin mengalami obesitas bila memiliki teman dengan kelebihan berat badan.

(Foto: wikiwomenshealth)
(Foto: wikiwomenshealth)

Akan tetapi, peneliti menulis bahwa penemuan baru ini bukan berarti harus mendepak teman Anda yang gemuk atau lebih berat. Para peneliti juga belum menemui hubungan sebab akibat dari temuan ini. “Yang kami belum tahu adalah apa yang dilakukan responden dengan teman-teman mereka,” kata Matthew Anderson, asisten professor sosiologi Baylor University Texas. “Mereka mungkin saja pergi makan, ke gym, kami tidak tahu,” imbuhnya.

Gambar via: www.foxnews.com
Gambar via: www.foxnews.com

Selanjutnya, oara peneliti juga mengungkapkan bahwa penelitian ini hanya mengandalkan laporan dari responden tanpa melihat pengukuran riil terhadap bobot tubuh mereka. Perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat lebih objektif dari temuan yang mencengangkan ini. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY