keuntungan jomblo
http://www.isigood.com/

Gulalives.co, SEMARANG – Status jomblo sering bikin orang ngerasa malu. Soalnya enggak sedikit para jomblowan dan jomblowati yang di-bully gara-gara itu status. Padahal malah terbukti, sebagian jomblo lebih bahagia.

Orang yang tidak punya pasangan alias jomblo adalah orang Indonesia yang paling bahagia. Indeks kebahagiaan kaum jomblo 68,77, sementara mereka yang udah punya pasangan cuma 68, 74. Kalau kalian jombloer di-bully orang yang udah punya pacar, bisa jadi dia lagi ngiri karena kalian lebih bahagia dibanding dia. Gimana enggak bahagia, jadi jomblo punya lebih banyak keuntungan. Salah satunya dalam hal keuangan.

Sebuah hasil studi yang dipresentasikan di American Psychological Association’s Annual Convention, Denver, AS, menyimpulkan bahwa pria dan wanita lajang memiliki level bahagia lebih tinggi ketimbang rekan mereka yang sudah menikah. Hasil studi itu menguraikan bahwa perkembangan psikologi lajang menunjukkan peningkatan dibandingkan mereka yang telah berumah tangga.

“Warga Amerika percaya bahwa menikah membuat hidup lebih bahagia, sehat, dan lingkungan sosial pun stabil, baik secara emosional maupun interpersonal. Mereka percaya karena studi membuktikannya, namun, seperti yang saya jelaskan dan saya bicarakan, semua hasil studi yang mengatakan pernikahan membuat Anda lebih bahagia, bisa jadi berlebihan dan keliru,” jelas Dr Bella DePaulo, penulis studi yang mempelajari 814 hasil studi mengenai psikologi.

Dr DePaulo pun memberikan contoh sejumlah studi yang coba membuktikan kebahagiaan setelah menikah. Peneliti, kata dia, mengikuti dan mempelajari kehidupan orang-orang yang sudah menikah. Ternyata, responden memperlihatkan, ketidakbahagiaan dan stres lebih tinggi daripada saat masih lajang.

“Orang-orang yang sudah menikah terlihat lebih bahagia seusai pesta pernikahan. Namun, sesudah itu, mereka kembali merasakan emosional yang sama seperti saat masih sendiri, baik perasaan bahagia maupun tidak bahagia,” urainya.

Menurut Dr DePaulo, kebahagiaan hidup seseorang tidak terkait dengan status pernikahan, tidak ada yang menjamin bahwa pernikahan membuat Anda jauh lebih bahagia. Kemudian, Dr DePaulo menambahkan bahwa banyak manfaat dari status lajang. Mereka menjalani hidup yang lebih seru, memiliki banyak pengalaman, dan memiliki kadar stres rendah.

Dia menjelaskan, seseorang yang lajang lebih fokus bekerja dan memiliki hubungan sosial yang baik, mulai dari bersama sahabat, rekan kerja, dan keluarga. Dr DePaulo mengatakan bahwa ada kekurangan pada studi mengenai kaum lajang. Kaum lajang sering kali dilihat sebagai kontrol atau pemicu untuk memahami mereka yang dianggap bintang, yaitu orang-orang yang sudah menikah dan menjalani hubungan.

Sehingga,  DePaulo, Ketua Studi, menyimpulkan lima kebaikan dan kebahagiaan dari hidup melajang. Berikut uraiannya:

1. Kaum lajang memiliki tujuan dan cita-cita yang logis.

exgirlfriendrecovery.com
exgirlfriendrecovery.com

Biasanya, mereka yang masih lajang memiliki banyak waktu dan ruang untuk memikirkan soal kehidupan pada masa depan. Mereka cenderung memilih untuk melakukan pekerjaan yang membuat mereka bahagia. Selain itu, mereka sangat cakap dalam memotivasi diri untuk lebih baik dan lebih maju.

2. Kaum lajang tidak membiarkan energi negatif mendominasi pikiran.

www.dailymail.co.uk
www.dailymail.co.uk

Para lajang memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena kebanyakan dari mereka mencintai pekerjaan masing-masing. Alhasil, mereka selalu terlihat yakin dengan apa yang mereka kejar dan inginkan. Selain itu, mereka juga kelompok orang-orang yang selalu ingin mengembangkan diri secara positif.

3. Kaum lajang pintar menghalau emosi negatif.

demigodsonline.blogspot.com
demigodsonline.blogspot.com

Tak ada orang lain yang bisa diandalkan kecuali diri sendiri. Jadi, kaum lajang memahami hal-hal yang membuat mereka merasa buruk dan merasa baik. Sebuah studi pernah mengungkapkan bahwa pasangan suami istri menghadapi masalah dengan menyatukan dua pikiran yang tak selalu sejalan. Tak heran mereka menjadi mudah stres dan frustrasi.

3. Kaum lajang memiliki kemampuan komunikasi yang menawan.

Para jomblo cenderung boros belanja selama buan Ramadhan. Foto: tribunnews
Para jomblo cenderung boros belanja selama buan Ramadhan. Foto: tribunnews

Mereka yang masih lajang, biasanya memiliki hubungan yang hangat dengan keluarga, sahabat, dan saudara kandung. Pasangan yang sudah menikah, terkadang tak memiliki waktu untuk bersilaturahmi dengan anggota keluarga dan orangtua karena mereka sudah memiliki dunia sendiri.

4. Kaum lajang tahu cara bersenang-senang yang seru.

keuntungan jomblo
http://www.isigood.com/

Mengerjakan hobi dan kegemaran diri sendiri tanpa ada gangguan atau batasan. Jangan heran, kelompok jomblo selalu memperlihatkan senyum di wajah mereka. Sementara itu, pasangan yang menikah acap kali memperlihatkan paras yang tegang. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY