gejala depresi

Gulalives.co, JAKARTA – Dua tahun lalu aktor Robin Williams meninggal dunia. Kepergiannya sang komedian kenamaan Amerika Serikat terus dikenang. Begitu juga masalah psikologis dan gangguan saraf yang diduga memicunya melakukan bunuh diri, tak henti dibicarakan.

Walaupu tak pernah diketahui faktor atau kondisi apa yang akhirnya menggiring Williams mengakhiri hidupnya, namun dia diketahui menderita Lewy Body Dementia, sebuah kondisi otak yang dapat memicu halusinasi dan perubahan suasana hati. William juga sempat dikabarkan mengalami depresi, yang kemudian sangat disayangkan oleh penggemarnya. Alasannya, dia dikenal sebagai sosok yang bisa menceriakan semua orang di mana saja.

Berkaca dari kasus bunuh diri Williams, sebagaimana dilansir Gulalives.co dari Huffington Post, Selasa (16/8/2016), Lindsay Holmes, menyebut hampir semua orang pernah mengalami depresi, namun dengan cara yang berbeda-beda.

Hanya saja, ada sepuluh pengertian umum yang sebaiknya diketahui orang mengenai depresi itu sendiri. Di bawah ini adalah hal-hal yang harus dipahami tentang kondisi kesehatan mental.

1. Faktor Genetik

awas depresi_terrificparenting.com
awas depresi_terrificparenting.com

Riset yang saat ini sedang dikembangkan menemukan fakta bahwa depresi sangat mungkin berkaitan dengan faktor biologis. Ada beberapa area dalam DNA manusia yang berasosiasi dengan gangguan itu. Berdasarkan data dari 23andMe, perusahaan yang mempelajari faktor genetik, para peneliti menemukan ada hampir 15 gen dalam DNA yang sangat mungkin terkait dengan depresi. Gen-gen tersebut adalah gen sama yang terhubung dengan perkembangan neuron di otak.

2. Gangguan Jasmani

ilustrasi depresi
ilustrasi depresi

Depresi mempunyai gejala fisik yang dapat terlihat selain komponen emosi. Orang-orang yang mengalami gangguan mental biasanya mengalami perubahan nafsu makan, sakit kepala dan jam tidur yang berantakan.

3. Cara Penanganan

depresi
Via health.liputan6.com

Perawatan mental memang dapat dilakukan untuk menangani depresi. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa mengaktivasi tingkah laku dengan menggunakan metode terapi berbicara merupakan salah satu cara yang efektif dan tidak mahal untuk menangani depresi.

Dengan cara ini, pasien belajar untuk masuk dalam situasi yang bisa memicu mereka depresi namun tidak berlarut-larut terjebak dalam kondisi tersebut. Tak hanya berbicara langsung, namun terapi bicara via online juga dianggap dapat memberikan pengaruh.

4. Dialami Jutaan Orang

Selalu membantu dan memanjakan anak hanya menjadikannya tidak bermental tangguh. Foto: pendidikankarakter
Selalu membantu dan memanjakan anak hanya menjadikannya tidak bermental tangguh. Foto: pendidikankarakter

Depresi, hingga kini, dialami oleh 350 juta orang di seluruh dunia. Depresi pun menjadi penyebab utama disabilitas di berbagai penjuru dunia.

5. Pengaruh terhadap Pekerjaan

Membantu dan memanjakan anak hanya menjadikannya tidak bermental tangguh. Foto: duniaamerahh.blogspot
Membantu dan memanjakan anak hanya menjadikannya tidak bermental tangguh. Foto: duniaamerahh.blogspot

Kurangnya motivasi menjadi salah satu gejala seseorang mengalami depresi. Pusat Penelitian Depresi Universitas Michigan menyebut kondisi kesehatan mental dapat merugikan perusahaan hingga US$44 juta per tahun.

6. Dialami Banyak Orang

Mari Luruskan Salah Kaprah tentang Depresi
Mari Luruskan Salah Kaprah tentang Depresi

Seperti kondisi mental pada umumnya, depresi dapat dialami oleh banyak orang. Tidak peduli umur, status ataupun etnis. Selebriti, antara lain Kerry Washington dan Demi Lovato, juga publik figur di dunia olahraga macam Brandon Marshall dan Andre Agassi pernah berbicara kepada media tentang pengalaman mereka saat kesehatan mentalnya terganggu.

7. Penuh Stigma

Gagal, Menjadi Penyebab Stres (ayobuka.com)
Gagal, Menjadi Penyebab Stres (ayobuka.com)

Tak dapat dipungkiri bahwa masalah kesehatan mental menjadi stereotip negatif. Sebutan penyakit yang terkait dengan gangguan mental bahkan sering dijadikan lelucon dalam obrolan sehari-hari.  Banyak juga yang salah menangani kesehatan mental dengan kekerasan. Semua perilaku ini dapat menciptakan pengertian yang salah tentang kondisi kesehatan mental seseorang.

8. Enggan Mengaku

Gambar via: sites.psu.edu
Gambar via: sites.psu.edu

Takut dinilai atau dihakimi dengan pandangan yang negatif seringkali membuat orang yang sedang merasa tertekan lebih memilih diam. Riset menunjukan bahwa stigma negatif membuat seseorang tidak mau mencari pengobatan. Hal itu banyak terjadi oleh kaum pria yang mengalami depresi. Sebuah studi pada 2015 menemukan faktabahwa kaum pria cenderung tidak ingin membahas kepada siapa pun ketika dia berpikir untuk bunuh diri.

9. Bunuh Diri

stresGangguan psikolgis dapat menjadi masalah yang serius. Itu sebabnya sangat penting untuk menjalani perawatan kesehatan mental dan memiliki sikap penuh pengertian. Sakit mental menjadi pemicu utama—sebanyak 90 persen—kasus bunuh diri, yang dipelajari oleh National Alliance on Mental Illness.

10. Depresi Tanpa Definisi

Hindari teman palsu yang katanya membantu atasi stres (Foto: Theodysseyonline)
Hindari teman palsu yang katanya membantu atasi stres (Foto: Theodysseyonline)

Kondisi depresi tidak dapat diterjemahkan sebagai karakter pribadi seseorang. Seperti halnya kanker dan diabetes yang tak dapat dijadikan identitas seseorang, sakit mental pun tak bisa dijadikan sebagai definisi atas seseorang. Penderita gangguan kesehatan mental dalam ditangani dengan perawatan yang benar. Mereka sangatlah mungkin untuk hidup bahagia dan sehat. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY