Gulalives.co, YOGYAKARTA – Guys, sebentar lagi akan kita rayakan bersama hari kemerdekaan RI ke 71. Sudah tahu mau kemana saja untuk sejenak merefresh pikiran sekaligus menikmati perjalanan menyejarah bangsa ini? Kalau belu, mungkin 9 tempat wisata di DI Yogyakarta ini bisa menjadi alternatif piknik Anda akhir pekan ini bersama keluarga.

1. Benteng Vrederburg

Benteng vredenburgBenteng ini dibangun di masa pemerintahan Belanda pada tahun 1765 tepat di depan Kraton Yogya. Tujuan pembangunan sebenarnya adalah sebagai tempat bertahan jika terjadi serangan dari masyarakat Yogya. Namun, Belanda berdalih bahwa benteng tersebut dimaksudkan untuk menjaga keamanan Keraton Yogya agar mendapat izin untuk membangun. Kini, benteng telah dialihfungsikan sebagai museum yang memajang koleksi diorama perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan berikut foto-foto, lukisan, dan benda bersejarah lainnya. Arsitektur bangunan tetap dipertahankan dan telah dipugar untuk melestarikan saksi bisu perjuangan di masa penjajahan Belanda ini.

Museum Benteng Vredeburg berlokasi di dekat kawasan titik nol kilometer Yogyakarta atau kawasan Malioboro. Benteng ini berbentuk bujur sangkar dan memiliki 4 bastion di setiap sudutnya. Nama ke-4 bastion tersebut adalah Jayaprayitna di sudut tenggara, Jayapurusa di sudut timur laut, Jayawisesa di sudut barat laut, dan Jayaprakosaning di sudut barat daya. Saat ini selain sebagai peninggalan bersejarah, Benteng Vredeburg juga digunakan sebagai museum di mana kita bisa belajar tentang sejarah Indonesia dalam bentuk diorama.

2. Kraton Yogya

kratonSelain merupakan tempat tinggal Sri Sultan, Kraton Yogya juga merupakan sarana pelestarian budaya Jawa di tengah gerusan modernitas zaman. Di sini para wisatawan dapat masuk dan berkeliling keraton, menyaksikan abdi dalem melaksanakan tugas-tugas mereka, melihat-lihat barang kesenian koleksi keraton yang dipajang di kotak kaca yang tersebar di berbagai ruangan, dan juga menyaksikan pertunjukan seni seperti wayang golek, wayang kulit, wayang orang dan tari-tarian.

3. Monumen Jogja Kembali

MonjaliUntuk mengenang peristiwa sejarah perjuangan bangsa, pada tanggal 29 Juni 1985 dibangun Monumen Yogya Kembali (Monjali). Peletakkan batu pertama monumen setinggi 31,8 meter dilakukan oleh HB IX setelah melakukan upacara tradisional penanaman kepala kerbau. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 6 Juli 1989, bangunan ini selesai dibangun. Pembukaannya diresmikan oleh Presiden Suharto dengan penandatanganan Prasasti.

Monumen yang terletak di Dusun Jongkang, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kapubaten Sleman ini berbentuk gunung, yang menjadi perlambang kesuburan juga mempunyai makna melestarikan budaya nenek moyang pra sejarah. Peletakan bangunanpun mengikuti budaya Jogja, terletak pada sumbu imajiner yang menghubungkan Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan Parang Tritis. Nama Monumen Yogya Kembali merupakan perlambang berfungsinya kembali Pemerintahan Republik Indonesia dan sebagai tetengger sejarah ditarik mundurnya tentara Belanda dari Ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan kembalinya Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan petinggi lainnya pada tanggal 6 Juli 1949 di Yogyakarta.

4. Taman Sari

taman sariDulunya Taman Sari merupakan taman atau kebun istana Kraton Yogyakarta. Berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Kraton, Taman Sari dikenal berkat tempat pemandiannya yang terdiri dari tiga kolam yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk putra-putri Raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir), dan Umbul Panguras (kolam untuk Raja). Istana ini juga dikelilingi oleh danau buatan dan taman bunga indah yang ditanam di sekitarnya. Arsitektur istana yang masih megah juga tentunya sangat menyenangkan untuk dinikmati.

5. Kotagede

kotagedeKota yang terletak di sebelah tenggara wilayah Yogyakarta ini merupakan warisan sejarah Kerajaan Mataram kuno. Di sini, terdapat sisa-sisa reruntuhan istana Kedhaton dalam bentuk 3 buah batu dan dikelilingi pohon beringin besar, makam para pendiri kerajaan, Masjid Kotagede, reruntuhan benteng dan pasar tradisional yang menurut catatan sejarah sudah ada semenjak abad ke-14. Kota ini adalah wilayah pemukiman penduduk seperti pada umumnya sehingga kamu tidak perlu membayar tiket masuk. Silakan mengelilingi kota ini untuk menyelami peninggalan sejarah kerajaan masa lampau.

Bukan hanya itu, Kotagede juga sudah dikenal sebagai ‘kampung’ pengrajin perak. Di sini kamu bisa mampir ke tempat-tempat workshop di mana kamu bisa menyaksikan para pengrajin membuat perhiasan perak dan, tentunya, membeli cindera mata perak sebagai oleh-oleh.

6. Museum Sandi

museum sandiSejarah Museum Sandi Yogyakarta ini berawal dari ide Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono ke X yang menginginkan adanya tempat penyimpanan koleksi sandi-sandi di museum perjuangan sejarah kota Jogjakarta. Disana akan menampilkan seluruh koleksi sandi yang sangat bernilai sejarahnya, sebagai tambahan pengetahuan serta wawasan pengunjung mengenai dunia sandi-sandi. Museum Sandi ini dibuat sebagai sarana di bidang sosialisasi untuk masyarakat umum, jadi jika Anda kesini akan semakin lengkap mengetahui seluruh sejarah Yogyakarta.

7. Kotabaru

kotabaruKotabaru merupakan kawasan Indische yang kerap disandingkan dengan kawasan Menteng di Jakarta. Terletak di sebelah timur laut Malioboro, para wisatawan akan langsung disambut dengan udara sejuk dan pemandangan asri dari jejeran pohon rindang. Kotabaru dibangun dengan pola radial mengikuti kota-kota di Belanda pada umumnya serta memiliki ruas jalan yang cukup besar, sehingga kamu akan merasa seolah kembali ke masa kolonial Belanda.

Tapi, tentu saja Kotabaru kini pun sudah berkembang. Kamu bisa menemukan sejumlah kafe di mana kamu bisa beristirahat sambil menikmati pesona Kotabaru. Bukan hanya itu, kamu pun bisa mengunjungi galeri untuk melihat berbagai pameran seni atau mencoba beberapa tempat olahraga.

8. De Arca Statue Museum

de arcaWajar sekali apabila Anda berkunjung ke kota Jogja, selalu ingin menjelajahi hingga pelosoknya. Karena memang tempat-tempat wisata kunjungan tidak pernah ada habisnya, seperti satu tempat bersejarah ini De Arca Statue Museum. Petualangan Anda akan bertambah seru ketika masuk ke tempat ini. Lokasi museum ini berada di pasar Seni XT-square, di tempat ini terdapat patung yang pertama dibuat dan paling besar yang ada di Indonesia ini. Museum ini dijadikan sebagai rumah koleksi patung lilin yang berbentuk para tokoh penting, yang dibuat seperti sangat mirip dengan aslinya. Hanya memang karena disesuaikan dengan faktor kondisi cuaca kota Jogja, jadi patung-patung sekarang dibuatnya dari bahan resin.

9. Museum Gunung Api Merapi

museum-gunung-merapiMuseum Gunung Merapi ini memang sengaja diadakan untuk merasakan suasana kejadian pada saat meletusnya gunung yang terbesar ini. Suhu yang sangat sejuk akan menyambut kedatangan Anda, saat melangkah dari mulai parkiran hingga menuju lokasi pelataran museum. Apabila cuaca sedang cerah, titik puncak merapi yang sangat kokoh dan banyaknya rimbunan pepohonan akan nampak selayaknya lukisan alam yang sangat indah persis berada di belakang museumnya. Apabila Anda menaiki anak tangga yang di pelatarannya akan terasa seperti pada saat berada di pintu gerbang yang paling utama di komplek candi Ratu Boko.

Konsep di Museum Gunung Merapi ini sangat melekat akan unsur filosofi kultur jawa. Di posisi pintu utama Anda akan disuguhkan oleh maket Gunung merapi yang ukurannya sangat besar secara terus menerus akan banyak mengeluarkan asap serta memuntahkan magma. Selain itu bunyi gemuruh yang sangat riuh menggelegar seakan bunyi tersebut merupakan kisah nyatanya. Jika Anda menekan tombol  yang disamping maket akan menampilkan cuplikan kronologis meletusnya gunung merapi tempo dulu. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY