Gulalives.co, JAKARTA – Saat ini, kita ketahui bahwa kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia. Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.

finlandia1Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting. Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.

finlandia2Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya. Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air. Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

Di era 1960-an, pendidikan di Finlandia mengalami titik nadir, bahkan sempat kalah dari Amerika Serikat. Tapi seiring berjalannya waktu, sistem pendidikan di negara tersebut terus membaik, membaik, dan membaik. Hingga pada era 2000-an, Finlandia disebut sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Jauh di atas Amerika—apalagi Indonesia.

finlandia3Terkait hal ini, satiris dan aktivis anti-perang Amerika SerikatMichael Moore tertarik mencari jawabannya. Satu pertanyaan yang ia lontarkan waktu itu: “Apa yang telah mereka lakukan?” Moore tahu ke mana harus mencari jawabannya. Benar, Menteri Pendidikan setempat.

Dan Anda tahu, apa jawaban Ibu Menteri Krista Kiuru terkait pertanyaan Moore tadi? “Mereka tidak pernah diberi PR!”. Ibu Menteri kemudian melanjutkan, “Mereka harus menjadi anak-anak, menjadi remaja, untuk menikmati hidup.”

Setelah dari Menteri Pendidikan, Moore melanjutkan petualangannya ke sekolah-sekolah. Kepada salah seorang guru ia bertanya, berapa lama anak-anak menghabiskan waktunya mereka di sekolah? “Tiga jam sehari, 20 jam dalam seminggu,” jawab guru tersebut.

finlandia4Dan tiga jam itu tidak diseluruhnya di dalam kelas. Justru kegiatan di luar kelas yang diperbanyak. “Jika hanya PR, PR, dan PR, tidak ada waktu untuk belajar, dan itu tidak berguna untuk jangka panjang,” ujar Leena Liusvaara, salah seorang kepala sekolah di Finlandia.

Benar, murid-murid di Finlandia memiliki masa pendidikan yang paling pendek dibanding negara-negara lain. Meski demikian, mereka lebih berprestasi dibanding murid-murid di belahan dunia lainnya. “Kami mengajari mereka untuk bahagia, untuk menghargai orang lain dan dirinya sendiri,” ujar seorang guru matematika di negara yang terletak di wilayah Eropa Utara itu. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY