Menikah Muda (arah.com)

Gulalives.co, Depok– Sabtu, (6/08/2016) publik Indonesia mengetahui tentang pernikahan putra pertama dari dai kondang Ustad Arifin Ilham, Muhamad Alvin Faiz. Berita tersebut cukup mengejutkan masyarakat Indonesia. Dimana tidak, publik Indonesia kaget bukan karena pernikahannya, tetapi umur putra Arifin Ilham yang masih sangat muda, yakni 17 tahun. Usia 17 tahun saat ini bukanlah umur yang wajar bagi seseorang melakukan pernikahan.

Alvin menikah engan seorang gadis muallaf dari etnis Tionghoa. Gadis tersebut bernama Larissa Chou. Selain umur Alvin yang tergolong masih muda, pernikahan tersebut juga berbeda usia. Dimana Larissa berumur dua tahun lebih tua dari Alvin yakni 19 tahun.

Pernikahan Alvin dan Larissa berlangsung dengan khidmat di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor. Dimana acara akad nikah berlangsung usai bada sholat Shubuh. Dalam akad tersebut tampak ramai para jamaah yang menyaksikan acara sakral tersebut.

Tentunya pernikahan Alvin dan Larissa mengejutkan publik, dimana di era saat ini sangat jarang ada pasangan yang menikah di usia 17 tahun. Dimana pada usia tersebut anak-anak masih fokus untuk menyelesaikan pendidikan. Alvin dan Larissa mengambil jalur pernikahan, karena mereka tidak ingin melakukan pacaran yang bisa menjurus kepada zina.

Cara Alvin dan Larissa mungkin bisa menjadi contoh bagi anak-anak muda di Indonesia agar mereka berani untuk menikah di usia muda. Sangat jarang kita bisa menemui hal tersebut di Indonesia. Mungkin setelah Alvin dan Larissa akan ada lagi anak-anak muda di Indonesia yang berani untuk menikah di usia 20 tahun.

Generasi muda saat di Indonesia saat ini memang lebih mengambil jalur pacaran saat muda dibandingkan dengan mengambil pernikahan. Beginilah alasan-alasan anak muda Indonesia yang enggan untuk menikah di usia muda seperti Alvin dan Larissa. Lupakan 10 hal yang selalu jadi momok bagi setiap anak muda yang enggan menikah di usia muda. Berikut 10 hal yang menjadi alasan anak muda enggan menikah muda.

1. Menikah di Usia Muda, Takut Tidak Bisa Menikmati Masa Muda Bersama Teman-Teman

Menikah Di Usia Muda, Ditakuti Tidak Bisa Bersama-sama dengan Teman
Menikah Di Usia Muda, Ditakuti Tidak Bisa Bersama-sama dengan Teman

Masa muda memang masa yang tidak bisa terulang kembali. Biasanya para anak muda di Indonesia lebih senang untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan daripada mereka harus memikirkan pernikahan. Hal-hal yang menyenangkan tersebut, yakni lebih senang untuk menghabiskan banyak waktu bersama teman-teman, dibandingkan harus mengurusi keluarga.

Apa lagi jika usia mereka memasuki usia 17 tahun. Dimana di usia 17 tahun adalah usia yang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian nasional sebagai syarat kelulusan. Usia 17 tahun merupakan usia yang sarat untuk mengejar impian untuk masuk ke universitas terbaik.

2. Menikah Di Bawah Usia 20 Tahun Dianggap Belum Dewasa

Merasa Belum dewasa menjadi alasan enggan menikah muda
Merasa Belum dewasa (duaapah.com)

Merasa belum dewasa memang menjadi alasan lain bagi setiap pribadi yang enggan untuk menikah di bawah usia 20 tahun. Mereka menganggap di usia tersebut mereka masih mencari jati diri, sehingga mereka masih takut untuk melangsungkan pernikahan. Menikah muda dianggap belum siap mental.

Padahal kedewasaan seseorang tidaklah diukur dari segi umur mereka yang masih dibawah 20 tahun. Kedewasaan diukur dari cara berpikir seseorang terhadap sesuatu. Sebagian besar beranggapan bahwa seseorang berumur 20 tahun belum pantas untuk melangsungkan pernikahan. Bahkan sebagian besar laki-laki dan wanita berkeinginan untuk menikah di atas usia 20 tahun.

3. Menikah Di Bawah 20 Tahun Belum Memiliki Cukup Materi

Merasa Belum Cukup Materi Menjadi Alasan Enggan Menikah Muda
Merasa Belum Cukup Materi Menjadi Alasan Enggan Menikah Muda

Para pria dan wanita sering beranggapan bahwa menikah di bawah umur 20 tahun adalah pernikahan yang belum siap dari segi materi. Banyak anak muda yang ingin ketika mereka menikah, mereka menikah dengan sebuah resepsi yang mewah, dan ketika menikah mereka sudah memiliki tempat tinggal sendiri. Bukan menumpang di ‘Pondok Mertua.’

Hal ini menjadi momok bagi setiap muda-mudi di Indonesia. Mereka menganggap menikah itu harus dengan resepsi yang mewah, memiliki rumah sendiri, dan memiliki pekerjaan tetap dahulu. Baru mereka berani untuk melakukan pernikahan yang mereka inginkan.

Sangat jarang ada seseorang yang berani menikah tanpa memiliki uang yang cukup. Dimana setiap ingin menikah mereka ditakuti dengan jumlah mahar yang diminta oleh pihak wanita. Padahal mahar bukanlah satu hal yang harus dengan jumlah yang besar. Mahar masih bisa Anda dan calon pasangan untuk di negosiasi, dan cobalah jujur dengan kesanggupan kamu untuk membayar mahar. Mahar juga bukan hanya materi.

4. Menikah Di Bawah 20 Tahun Takut Tidak Mampu Menafkahi Keluarga

Ketakutan Tidak Mampu Menafkahi Keluarga Menjadi Alasan Tidak Menikah Muda
Ketakutan Tidak Mampu Menafkahi Keluarga Menjadi Alasan Tidak Menikah Muda (Harianaceh.co.id)

Memang tidak bisa dipungkiri ketakutan tidak bisa menafkahi pasangan setelah menikah menjadi alasan tersendiri bagi setiap anak muda yang berusia dibawah 20 tahun untuk menikah. Mereka takut di usia 20 tahun atau dibawah 20 tahun ia belum memiliki penghasilan dan belum mampu menafkahi keluarga.

Apa lagi jika sudah memiliki anak, maka biaya yang dikeluarkan untuk anak juga besar. Hal ini menjadi salah satu alasan enggannya orang menikah di usia 20 tahun. Meskipun terkadang sudah memiliki kecukupan dalam segi materi, seseorang enggan menikah muda karena ingin menikmati hasil keringat sendiri tanpa dengan orang lain. Padahal menikah merupakan satu cara agar rejeki melimpah.

5. Sulit Menentukan Pasangan yang Pantas Untuk Diajak Menikah Muda

Kesulitan Mencari Pasangan yang bisa diajak menikah salah satu alasan enggan menikah muda
Kesulitan Mencari Pasangan yang bisa diajak menikah salah satu alasan enggan menikah muda (laksani.com)

Bagi setiap pasangan memang sulit memilih pasangan yang bisa diajak untuk menikah dalam usia yang sangat muda. Dan biasanya mereka menganggap bahwa pasangan mereka belum memiliki pemikiran yang sesuai dengan pilihan mereka.

Masih banyak orang yang menimbang-nimbang untuk memilih pasangan yang pantas untuk diajak menikah. Bahkan orang yang sudah lama di pacarinnya pun tidak pernah ia ajak menikah sama sekali. Alasannya karena belum memiliki materi dan karir yang matang.

6. Ingin Mendapatkan Pasangan yang Benar-Benar Sesuai Kriteria

Tidak juga bertemu dengan pasangan yang sesuai kriteria, menjadi salah satu alasan tidak mau menikah muda
Tidak juga bertemu dengan pasangan yang sesuai kriteria, menjadi salah satu alasan tidak mau menikah muda (hipwee.com)

Sulit memang mencari pasangan yang sesuai dengan selera. Untuk itu ada baiknya kalian harus memilih pasangan yang masih bisa diajak untuk kompromi dalam masalah kriteria. Di dunia ini tidak ada makhluk yang sempurna. Jadi Anda memang sudah seharusnya bisa mengetahui ego dari masing-masing.

Dimana laki-laki dan wanita saat ini lebih ingin mendapatkan pasangan yang benar-benar memiliki kriteria yang mereka inginkan. Hal inilah yang sangat sulit diperoleh. Tidak mungkin Anda akan selalu bertemu dengan orang yang akan memiliki visi dan misi yang sama dengan Anda, termasuk dalam pemilihan pasangan untuk menikah.

Untuk mendapatkan pasangan terbaik ada baiknya Anda juga harus memperbaiki diri Anda juga. Jangan sampai Anda ingin mendapatkan pasangan yang memiliki sikap lebih baik dari Anda, tetapi Anda tidak pernah mau untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

7. Menikah Muda Dianggap Penghalang Mimpi

Menikah Muda Dianggap Penghalang mimpi,
Menikah Muda Dianggap Penghalang mimpi, sumber: anekacerpen.com

Banyak anak muda yang memiliki mimpi-mimpi yang harus dapat mereka capai pada usia 20 tahun. Dimana jika mereka menikah, mereka takut akan tidak terwujudnya mimpi-mimpi tersebut. Coba bagi Anda yang belum siap menikah dipikirkan kembali, apakah dengan menikah mimpi-mimpi Anda tidak akan terwujud ?

Bahkan banyak dari anak muda yang lebih ingin menikah setelah semua hal bisa ia capai. Di era modern ini hal biasa jika mereka menikah di usia 30 tahun. Alasan mereka untuk menikah di usia tersebut karena mimpi-mimpi mereka baru tercapai setelah mereka memasuki usia 30 tahun.

Padahal ini salah satu pemikiran yang salah, menikah tidak akan menganggu mimpi kalian dan membuat mimpi kalian tidak terwujud. Jika kalian menikah di usia muda dan menggangap menikah adalah salah satu tujuannya adalah ibadah mungkin itu tidak akan menjadi satu penghalang. Bahkan dengan menikah Anda akan memiliki motivasi yang lebih besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang Anda cita-citakan sebelumnya.

8. Ketakutan Akan Perceraian Ketika Menikah Muda

Ketakutan Akan Perceraian Karena Menikah Muda, menjadi alasan enggan menikah muda,
Ketakutan Akan Perceraian Karena Menikah Muda, menjadi alasan enggan menikah muda, sumber: kawankumagz.com

Di usia muda memang pemikiran terkadang masih sangat kanak-kanakan. Dimana banyak anak muda yang takut menikah di usia muda hanya karena mereka takut dengan terjadinya perceraian ketika usia pernikahan baru berumur satu maupun dua tahun.

Ketakutan ini sangat mungkin terjadi pada anak-anak muda yang enggan melakukan pernikahan di usia muda. Apa lagi bagi perempuan, yang ketika mereka ingin menikah mereka harus berpikir dua kali agar mereka mendapatkan pasangan yang tepat dan pernikahan mereka hanya satu kali dalam seumur hidup mereka.

Jika seseorang memiliki masalah orang tua bercerai hal ini juga akan membuat setiap orang takut untuk membangun rumah tangga. Perpisahan yang dialami oleh orang tua akan menjadi pil pahit bagi anak. Anak akan takut untuk melakukan pernikahan di usia muda. Sehingga mereka ingin menikah ketika mereka sudah mendapatkan pilihan yang tepat dan cocok.

9. Menikah Muda Dianggap Tidak Bisa Membahagiakan Orang Tua

Alasan Tidak bisa membahagiakan Orang Tua Ketika Sudah Menikah, membuat banyak anak muda enggan menikah muda
Alasan Tidak bisa membahagiakan Orang Tua Ketika Sudah Menikah, membuat banyak anak muda enggan menikah muda (bukalapak.com)

Seluruh anak memang memiliki cita-cita yang tentunya sudah dimiliki oleh seluruh anak. Mereka selalu beranggapan bahwa jika mereka menikah muda, tidak akan bisa membahagiakan kedua orang tua. Banyak anak muda yang menganggap, jika mereka menikah muda hasil dari keringatnya tidak bisa di rasakan kepada orang tua. Padahal menikah merupakan bagian dari membahagiakan orang tua, orang tua jika anaknya bisa menikah dan mendapatkan pasangan yang tidak banyak macam-macam maka orang tua pun akan bahagia.

Tentunya dengan menikah di usia muda kita akan mendapatkan banyak pahala dan motivasi yang besar untuk mencari kabahagiaan dari dua sisi. Yakni membahagiakan kedua orang tua dan juga membahagiakan istri. Tak perlu takut untuk tidak bisa membahagiakan orang tua ketika sudah menikah. Karena dengan menikah kita akan berlimpah rejeki dan akan memiliki kebahagiaan yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya.

10. Menikah Muda Takut Tidak Bisa Berkomitmen

Belum mampu memiliki komitmen dengan pasangan, menjadi halangan bagi anak muda untuk menikah muda
Belum mampu memiliki komitmen dengan pasangan, menjadi halangan bagi anak muda untuk menikah muda (datangya.com)

Pernikahan adalah komitmen, dimana dalam komitmen itu kalian harus bisa menjaganya hingga kalian tua kelak. Komitmen dalam pernikahan bukan komitmen yang main-main, pernikahan merupakan satu hal yang sakral. Sehingga ketika Anda memutuskan untuk menikah muda maka kalian harus bisa menjaga komitmen sama-sama.

Komitmen dalam berumah tangga akan membuat keluarga kalian akan bahagia. Tentunya dalam berkomitmen kalian harus bisa menghadapi segala rintangan yang akan kalian temui selama kalian hidup bersama. Komitmen merupakan sebuah janji yang harus kalian tepati. Meskipun janji tersebut bukanlah janji yang harus tertulis.

Jika kalian menganggap bahwa menikah muda takut tidak bisa berkomitmen, maka hal tersebut salah. Komitmen tidak bisa dilihat dari segi umur saja, banyak orang yang menikah di usia di atas 25 tahun, tetapi mereka juga tidak bisa berkomitmen. Jadi komitmen merupakan kesepatan kamu dengan pasangan kamu. Sebelum menikah kamu harus memiliki komitmen-komitmen yang bisa kamu pegang berdua dengan pasangan. Misal komitmen dari segi kejujuran akan setiap masalah yang sudah harus diceritakan, tidak ada yang ditutup-tutupi.

loading...

LEAVE A REPLY