Gulalives.co, JAKARTA – Game Pokemon Go yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan, ternyata menarik banyak perhatian dari para peneliti. Buktinya, mereka kini siap untuk membuat Pokemon agar dapat secara nyata hadir di dunia nyata, bahkan memengaruhi lingkungannya.

Sebagaimana dilansir Gulalives.co dari laman sciencealert.com, Sabtu (6/8/2016), para peneliti dari MIT telah meninggalkan teknologi Augmented Reality (AR), yakni teknologi yang memungkinkan pokemon terlihat berada di dunia nyata, dan beralih pada teknologi yang lebih canggih yakni Interactive Dynamic Video, yang memungkinkan pokemon tidak hanya terlihat di dunia nyata, tapi juga berinteraksi.

Pokemon Go. Foto: youtube
Pokemon Go. Foto: youtube

Teknologi terbaru ini memungkinkan Pokemon untuk menggerakkan lingkungan di sekitarnya, seperti daun, tirai, ataupun benda- benda lainnya. Maka, jangan kaget apabila suatu saat ketika sedang terlelap, Anda terpaksa bangun dan menangkap Zubat (salah satu karakter dalam pokemon), karena ia sedang mengacaukan tirai Anda!

Peneliti dari MIT Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory, Abe Davis mengungkapkan, teknologi ini memungkinkan Anda untuk memprediksi bagaimana objek (pokemon) merespon sesuatu yang belom pernah ia lihat.

Trainer berburu Pokemon. Foto: techcrunch
Trainer berburu Pokemon. Foto: techcrunch

“Teknik ini memungkinkan kita menangkap perilaku fisik benda, sehingga membuat kita dapat bermain dengan mereka (pokemon) di ruang virtual. Selain itu, dengan membuat video interaktif, kita dapat memprediksi bagaimana objek (pokemon) akan merespon lingkungan yang tidak diketahui dan mengeksplorasi cara-cara baru,”katanya.

Sebagaimana diketahui, Pokemon Go diluncurkan pada 6 Juli 2016. Permainan ini secara resmi baru tersedia di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Namun heboh permainan Pokemon Go membuat aplikasi tersedia di banyak negara, yakni dari aplikasi pihak ketiga.

Game Pokemon Go disukai berbagai kalangan. Foto: Forbes
Game Pokemon Go disukai berbagai kalangan. Foto: Forbes

Game Pokemon Go dikembangkan Niantic Inc dan Nintendo Co Ltd. Permainan ini menggunakan GPS dan sistem kamera pada perangkat elektronik yang digunakan pemain. Game Pokemon Go yang memadukan teknologi geo-locationdan Augmented Reality (AR) ini juga memiliki lebih dari 21 juta pengguna aktif setiap hari. Tak heran, Pokemon Go menjadi salah satu game mobile terbesar dalam sejara di Amerika Serikat. Namun, hingga kini belum ada informasi mengenai kapan game ini dirilis di Indonesia.

Anak memainkan Pokemon Go. Foto: imore
Anak memainkan Pokemon Go. Foto: imore

Seperti yang kita ketahui, langkah awal untuk memainkan game ini mengunduhnya terlebih dahulu file instalasi atau APK dari game Pokemon Go yang banyak tersedia di internet. Setelah aplikasi atau game Pokemon Go terinstal di ponsel, maka dapat langsung dijalankan. Langkah pertama adalah memasukkan informasi tanggal lahir dan kemudian mendaftar. Pendaftaran game Pokemon Go ini dapat menggunakan akun Google.

Saat ini, demam permainan digital Pokemon Go telah menyebabkan para pemainnya berjalan-jalan di sekitar kota dan memerangi “monster kantong” pada telepon pintar mereka. Permainan itu merupakan titik balik peningkatan realitas atau teknologi yang menumpang tindihkan pemandangan digital pada dunia nyata. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY