Seminar Pengampunan Pajak

Gulalives.co, Depok– Sebagian negara di dunia sudah menjalankan program Tax Amnesty (Pengampunan pajak) sejak lama. Namun Indonesia baru menerapkan Tax Amnesty baru pada tahun 2016. Meskipun sebenarnya program tax amnesty di Indonesia sudah di wacanakan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pemberlakuan tax amnesty di setiap negara dilakukan karena banyak para wajib pajak yang menghindari pajak. Tax Amnesty dijadikan sarana untuk menghimpun penerimaan dari sektor pajak dalam waktu yang cepat dan relatif singkat. Sehingga cara ini dianggap sangat tepat untuk menarik pajak dari orang-orang yang selama ini menghindari pajak.

Amnesti pajak merupakan program pengampunan pajak yang diberikan oleh pemerintah kepada Wajib Pajak (WP). Para WP yang mengikuti tax amnesty akan diberikan penghapusan pajak yang seharusnya terhutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan memang belum dilaporkan dalam SPT.

Kali ini untuk membahas bagaimana para WP harus mengikuti program pemerintah Tax Amnesti maka diadakan seminar tentang pengampunan pajak dengan tema “Optimalisasi Tax Amnesty Oleh UMKM.”

Seminar yang dilaksanakan pada (06/08/2016) dan dibawakan oleh Tugiman Binsarjono bersama gulalives.co dan ngelmu.com dijelaskan bahwa kebijakan amnesti pajak tidak akan diberikan secara berkala. Oleh karena itu, setiap wajib pajak harus melaporkan SPT. Lalu, bagaimana para pelaku UMKM akan menghadapi program Tax amnesty ini.

Banyak hal yang disampaikan dalam seminar Optimalisasi Tax Amnesty ini dan Dihadiri oleh para pelaku UMKM terutama yang menjalani usahanya di wilayah Kota Depok.

Tax Amnesty untuk menguji perasaan para pengusaha Indonesia untuk melihat jiwa kebangsaaannya. Sehingga pemerintah meminta para pelaku yang menyimpan dananya di luar negeri untuk kembali dibawa ke Indonesia. Karena Mulai tahun 2018 dan 2019 setiap WNI tidak akan bisa lagi menyembunyikan aset-aset mereka di luar negeri. Karena akan diberlakukan The Automatic Exchange of Information (AEOI).

Tax amnesti pajak akan berlaku hingga akhir tahun 2016. Dengan adanya tax amnesti maka penerimaan pajak akan lebih baik, dan tidak perlu lagi ada isu pengurangan penerimaan pajak. Maka semua aspek amnesti itu terdiri dari PPh, PPN, PPNBM.

Tax amnesti ini akan berlaku dalam tiga periode. Periode pertama mulai dilakukan mulai 1 Juli 2016 sampai dengan 30 September 2016, periode ke 2 akan berlaku pada tanggal 1 Oktober 2016 dan juga 31 Desember 2016, dan juga pada periode ketiga mulai dari tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Maret 2017.

Meskipun tax amnesti mengincar seluruh wajib pajak tetapi ada beberapa orang yang tidak diperkenankan dalam mengikuti amnesti yaitu, WP yang sedang dalam penyidikan dan berkas penyidikan telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan WP Badan.

Lalu WP yang sedang dalam proses peradilan, dan WP yang menjalani hukuman pidana atas tindak pidana di Bidang Perpajakan. Maka ketika WP tersebut dilarang untuk mengikuti tax amnesti.

loading...

LEAVE A REPLY