Seminar Pengampunan Pajak oleh Tugiman Binjarsono (gulalives.co)

Gulalives.co, Depok- Program Tax amnesty yang sudah mulai diberlakukan sejak 1 juli 2016 masih membuat banyak orang yang bingung dalam membayarkan pajaknya. Harta yang dilaporkan untuk mengikuti program tax amnesty adalah harta yang belum dilaporkan per 31 Desember 2015.

Para WP yang ingin mendapatkan pengampunan pajak maka WP hanya diminta untuk membayar tebusan saja. Tebusan yang dibayar akan oleh WP akan menghapus denda pajak dan seluruh sanksi pajak yang didera oleh WP.

Cara menghitung harta bersih yang harus dilaporkan adalah dengan

  1. Harta berupa kas dilaporkan sesuai nilai nominal,
  2. Harta selain kas dilaporkan sesuai harga wajar menurut perhitungan wajib pajak sendiri
  3. Jika dalam mata uang asing, maka harta tersebut harus di rupiahkan dengan kurs menteri keuangan pada akhir tahun 2015 pajak terakhir

Pada seminar Optimalisasi Tax Amnesty oleh UMKM yang diselenggarakan oleh gulalives.co dan ngelmu.com dengan pembicara Tugiman Binsarjono dijelaskan bagaimana cara melaporkan harta untuk mengikuti program pengampunan pajak.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh WP untuk mengikuti program pengampunan pajak. Hal yang dilakukan untuk menghitung harta bersih milik wajib pajak adalah dengan mengurangi nilai aset kotor dengan jumlah hutang. Nilai dari harta bersih atau harta yang baru dilaporkan ditambah dengan nilai pajak tertunggan WP yang menjadi dasar perhitungan uang tebusan bagi WP.

Sebagai WP juga harus membayar jumlah tebusan yang wajib dibayarkan. Bilamana untuk UMKM yang keuntungan bersihnya dibawah Rp. 10 milliar maka uang tebusannya sekitar 0,5% dari jumlah total harta bersih yang dimiliki.

Jika UMKM yang memiliki harta lebih dari Rp. 10 milliar maka uang tebusan yang harus dibayar mencapai 2 % dari jumlah harta bersih.

Tarif tebusan yang harus dibayarkan oleh WP dalam mengikuti program tax amnesty berbeda-beda, sesuai dengan waktu pajak di laporkan oleh WP. Jika WP melaporkan hartanya dalam tiga periode yang sudah diberlakukan memiliki tarif tebusan yang berbeda-beda.

Dalam periode pertama, yakni mulai tanggal 1 Juli 2016 hingga 30 September 2016 maka tarif tebusan yang harus disetorkan WP adalah sebesar 2 % untuk tarif tebusan yang di deklarasikan di dalam negeri. Jika di luar negeri Anda harus membayar tebusan sebesar 4 %.

Sementara di periode kedua yakni pada tanggal 1 Oktober 2016 sampai dengan 31 Desember 2016 maka par WP dikenakan tarif pajak sebesar 3% untuk harta yang di deklarasikan dalam negeri, dan 6 % jika di deklarasikan di luar negeri.

Sedangkan untuk periode ketiga yakni 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Maret 2017 maka para WP harus membayar pajaknya sebesar 5 % untuk harta yang di deklarasikan di dalam negeri dan 10 % untuk harta yang di deklarasikan di luar negeri.

Sementara untuk hutang terkait perolehan harta dapat dikurangkan paling banyak 75 % dari harta tambahan untuk WP badan dan 50 % untuk harta tambahan bagi WP orang pribadi.

Contoh penghitungan :

WP A hanya memiliki Harta yang berada di dalam wilayah NKRI. Dalam SPT PPh Tahun 2015

(SPT PPh Terakhir) WP Melaporkan :

Nilai Harta                         Rp 15.000.000.000,-

Nilai Hutang                      Rp 5.000.000.000,-                                                                             __________________

Nilai Harta Bersih             Rp 10.000.000.000,-

Dalam Surat Pernyataan yang disampaikan pada periode bulan pertama sampai dengan akhir bulan ketiga terhitung sejak Undang-undang ini mulai berlaku, diketahui bahwa :

Nilai Harta                         Rp 20.000.000.000,-

Nilai Hutang                      Rp 6.000.000.000,-

_________________

Nilai Harta Bersih              Rp 14.000.000.000,-

Dengan demikian dasar pengenaan Uang Tebusan adalah :

Rp 14.000.000.000,– Rp 10.000.000.000,- = Rp 4.000.000.000,-

Penghitungan Uang Tebusan : Tarif pada periode bulan pertama sampai dengan akhir bulan

ketiga terhitung sejak Undang-undang ini mulai berlaku adalah 2% (dua persen) Dasar pengenaan Uang tebusan adalah Rp 4.000.000.000,-

Uang Tebusan yang harus dibayar :

2% x Rp 4.000.000.000,- = Rp 80.000.000,-

loading...

LEAVE A REPLY