Photo by : www.merdeka.com

Gulalives.co, SEMARANG – Untuk Anda para penderita insomnia, membuat tubuh tidur tidak semudah mematikan sakelar lampu di samping tempat tidur. Namun, para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa sebenarnya, ada alat pengatur di otak yang membuat manusia tertidur. Melansir Telegraph, para ilmuwan Oxford University berusaha mengetahui proses otak yang secara tidak diatur dapat jatuh tertidur.

anehjuga.com
anehjuga.com

Pada dasarnya tidur diatur oleh dua sistem. Pertama, sistem yang disebut jam sirkadian yang membuat tubuh betah melek di siang hari.

Sedangkan sistem kedua disebut ‘homeostat tidur’ yang dapat memicu seseorang untuk terlelap, walaupun tidak berada di waktu malam atau kondisi gelap. “Jam sirkadian membuat manusia mengantisipasi perubahan lingkungan sekitar yang disebabkan oleh rotasi Bumi,” kata pemimpin penelitian, Gero Miesenbock.

“Dengan demikian, jam sirkadian memastikan manusia tertidur ketika sudah lelah. Namun ini tidak menjawab mengapa manusia membutuhkan tidur,” lanjutnya.

bahaya mengkonsumsi garam dapat menyebabkan memperlambat kinerja otak
bahaya mengkonsumsi garam secara berlebih _ memperlambat kinerja otak. Via : ismaelferreirapalomo.blogspot.com

Menurut Miesenbock, penjelasan yang paling mungkin dapat dipahami tentang alasan manusia membutuhkan tidur adalah dari sistem kedua, yaitu homeostat tidur. Miesenbock menjelaskan, homeostat berpengaruh pada sesuatu yang masih belum dapat dipastikan oleh ilmuwan. Sesuatu itu disebut ada pada otak manusia ketika sadar. Namun, dalam kondisi tertentu yang melibatkan ‘sesuatu’ tersebut, manusia dapat tertidur.”Sistem seperti ini menghilang saat tidur, dan siklus kembali dimulai saat manusia terbangun,” kata Miesenbock.

Kemudian tim meneliti homeostat di lalat buah yang dianggap memiliki sistem saraf kendali tidur mirip dengan manusia.  Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature tersebut menjelaskan, ketika saraf tidur aktif, lalat buah lalu tertidur. Namun ketika sistem saraf ini ‘tertidur’, lalat justru terbangun.

www.medscape.com
www.medscape.com

Para peneliti menemukan aktif tidaknya sistem saraf pengendali tidur ini disebut dengan ‘sakelar Sandman’. sakelar ini adalah gerbang fisik yang berfungsi menghantar atau menghalangi sinyal elektrik menuju sel. Aktivitas ‘sakelar’ ini ternyata dipengaruhi oleh dopamin. Ketika tubuh berhenti memproduksi dopamin, ‘sakelar’ ini aktif dan manusia pun tertidur.

Para ilmuwan mulai berpikir untuk membuat ramuan kimia untuk ‘sakelar’ ini sebagai bentuk baru obat tidur yang super-efisien. “Bila sel manusia punya ‘sakelar’ yang mirip dengan Sandman, ini berpeluang menjadi pil tidur yang aman dan efisien. Ini akan jadi cara yang sangat cepat untuk tidur bagi penderita insomnia,’ katanya.

“Tidur masih menjadi misteri bagaimana tubuh dapat tertidur tujuh hingga delapan jam dalam sehari. Tujuan jangka panjang kami adalah mencari tahu tujuan terjadinya tidur, mencobanya dan mengendalikannya.” lanjut Miesenbock.

Tiga Hal yang Bikin Otak Awet Muda
Tiga Hal yang Bikin Otak Awet Muda

Selain itu, para ahli dari Harvard School of Medicine dan the University at Buffalo School of Medicine and Biomedical Sciences, baru-baru ini menemukan suatu sirkuit di kedalaman batang otak yang memicu tahap tidur dalam. Dalam penelitian yang diterbitkan Agustus 2014 pada jurnal Nature Neuroscience, diungkapkan bahwa sebagian dari pusat pengatur tidur berada di zona parafacial di batang otak.

Batang otak adalah bagian di dasar otak yang berfungsi mengatur segala fungsi dasar tubuh seperti bernafas, suhu badan, tekanan darah dan denyut jantung. Keberadaan pusat pengatur tidur di batang otak, menunjukkan betapa pentingnya proses tidur bagi keseluruhan fungsi tubuh manusia. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY