Gulalives.co, NEW YORK – Menjadi orang berkebutuhan khusus tentunya merupakan pengalaman yang kurang menyenangkan bagi sebagian orang. Mereka merasa terkucil dan hidup sendiri. Namun, sebentar lagi hal tersebut tak akan dirasakan oleh penderita tunanetra.

Berkat teknologi terbaru Facebook yang dikembangkan bersama Matt King, para tunanetra tak perlu merasa kesepian lagi. Matt King yang juga seorang tunanetra sejak 20 tahun lalu adalah sorang insinyur dengan kekurangan fisik pertama di Facebook. Ia dan tim Facebook bekerja sama membuat sebuah teknologi yang bisa mendeskripsikan sebuah foto kepada para penderita tunanetra.

matt king2Dia bekerja untuk membuat Facebook lebih mudah bagi penderita tunanetra sepertinya. Dia dan timnya membuat sebuah alat yang bisa menjelaskan isi foto kepada pengguna Facebook yang memiliki bantuan penglihatan. Matt King melamar kerja di Facebook pertama kalinya pada tahun 2009. Dia telah benar-benar buta selama hampir 20 tahun.

Sebagaimana dilansir Gulalives.co dari laman Mashable.com, Kamis (4/8/2016), dia berharap alatnya tersebut akan bisa membuat penderita tunanetra. Agar mereka tidak lagi merasa sendiri dan dapat menjadi bagian dari komunitas global. Seperti apakah alat yang diciptakannya ini bekerja?

matt king3Screenreaders adalah aplikasi terbaru untuk penderita tunanetra. Inovasi terbaru dari Facebook terus dikembangkan guna membantu anggota masyarakat yang cacat penglihatan agar dapat mengetahui foto yang diunggah. Para penyandang cacat penglihatan kini bisa menggunakan perangkat lunak navigasi canggih bernama screenreaders agar mereka dapat memakai komputer.

Peranti lunak tersebut mengubah isi layar menjadi suara atau braille. Awalnya, screenreaders hanya bisa membaca tulisan dan tidak bisa membaca gambar. Namun, sekarang dengan menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan server Facebook dapat membuka kode dan menjelaskan gambar yang diunggah ke situs, sehingga memberikan bentuk yang dapat dibaca screenreader.

matt king4Facebook menyatakan telah melatih perangkat lunak untuk mengetahui sekitar 80 objek dan kegiatan pada umumnya. Mereka juga akan menambahkan penjelasannya sebagai alt text pada setiap foto dan dengan semakin banyak foto yang dipindai maka akan semakin canggih pula perangkat lunaknya.

Melalui fitur ini para tunanetra mendapatkan gambaran dari foto yang muncul di timeline mereka. Dilansir dari IDN Times, fitur tersebut akan menyebutkan objek yang ada di dalam foto, sehingga bisa didengar oleh penderita tunanetra. Misalnya, saat melihat sebuah foto, maka otomatis fitur tersebut akan mendeskripsikan apa yang terlihat di foto dengan mengatakan: “Foto ini berisi tiga orang, tersenyum dan berada di luar ruangan.”

Untuk sementara aplikasi ini hanya tersedia pada platform iOS dan tersedia dalam bahasa Inggris. Baru para pengguna di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia, dan Selandia Baru saja yang bisa menikmati aplikasi ini. Dalam waktu dekat, Facebook berencana merilis fitur ini ke berbagai negara dan platform lainnya. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY