Nicaragua's President Daniel Ortega greets supporters during the celebrations to mark the 37th anniversary of the Sandinista Revolution at the Juan Pablo II square in Managua, Nicaragua July 19, 2016. REUTERS/Oswaldo Rivas

Gulalives.co, MANAGUA – Masyarakat negara Nikaragua, terlebih pihak oposisi dan para simpatisannya, khawatir akan berdirinya dinasti rezim Presiden Daniel Ortega untuk bertahun-tahun lamanya, jika Ortega kembali terpilih pada pemilihan umum (pemilu) tahun ini. Apalagi, Presiden Ortega dengan sokongan kuat Partai FSLN atau Front Nasional Pembebasan Sandinista, sudah menjatuhkan pilihan Calon Wakil Presiden (Cawapres) kepada istrinya sendiri, Rosario Murillo.

Ortega menggambarkan ‘pemerintahannya bersama’ dengan Murillo kelak akan menjadi simbol dari kesetaraan gender. “Kami tidak memiliki keraguan menjadikan perempuan sebagai cawapres. Dan adakah yang lebih baik dari pasangan yang telah teruji kerjanya sangat efisien dan disiplin?,” ujar Ortega dihadapan pendukungnya seperti dikutip Gulalives.co dari Reuters, Rabu (3/8/2016).

nikaragua ortegaMurillo bukan orang asing di pemerintahan Ortega. Ia pernah menjabat sebagai juru bicara pemerintah. Ortega pertama kali memerintah di negara yang terletak di Amerika Tengah itu pada 1980-an. Namun baru pada 2007 ia kembali ke tampuk kekuasaan (menandai periode keduanya) melalui partai sayap kiri, Front Pembebasan Nasional Sandinista (FSLN).

Ketika itu upacara pelantikannya dihadiri oleh Presiden Venezuela, Hugo Chavez, dan Presiden Bolivia, Evo Morales. Sementara itu sang istri, Morillo disebut telah berafiliasi dengan FSLN sejak 1970-an. Dan pasangan ini menikah pada 2005 lalu.

Selain FSLN, dua partai politik lainnya yakni oposisi, Partai Liberal Independen dan Partai Liberal Konstitusionalis juga akan ikut bertarung dalam pilpres mendatang. Namun jajak pendapat yang dirilis pekan lalu menunjukkan, Ortega unggul dengan dukungan 65 persen sementara rival-rivalnya tertinggal jauh. Pemilu yang akan berlangsung pada 6 November juga akan memilih 90 anggota Majelis Nasional Nikaragua.

Sejumlah kritik menuding pasangan suami istri tersebut menjalankan kekuasaan seperti perusahaan sendiri. Ortega jarang muncul di televisi, namun istrinya muncul di televisi hampir setiap hari untuk mendiskusikan masalah politik dan lainnya. 

Namun sejumlah oposisi khawatir pencalonan Murillo sebagai cawapres berisiko memunculkan sebuah dinasti keluarga dalam perpolitikan di Nikaragua, negara miskin di Amerika Tengah. 

nikaraguaKritik pedas pun dilontarkan dari kubu oposisi. “Saya selalu berpikir bahwa rencana Ortega adalah menjamin suksesi keluarganya, seandainya dia tidak lagi berkuasa dan ini (pemilihan istri sebagai Cawapres) adalah buktinya,” ungkap eks anggota Kongres Nikaragua dari pihak oposisi Partai Liberal, Eliseo Núñez, dikutip The Gazette, Rabu (3/8/2016).

Ortega, 71, adalah mantan gerilyawan sayap kirip yang sukses memimpin revoluasi melawan kediktatoran keluarga Somoza, yang sudah menguasai Nikaragua selama empat dekade. Ortega sendiri akan kembali maju di Pemilu tahun ini untuk memperpanjang rezim di periode ketiga. Sebelumnya, Ortega memimpin Junta Rekonstruksi Nasional sejak 1979 dan menjabat Presiden Nikaragua pada periode pertamanya, 1985-1990.

Namun kelanjutan periode rezim Ortega sempat tertunda, lantaran dia kalah oleh Violeta Chamorro untuk periode masa jabatan 1990-1997. Ortega baru kembali maju dan menang pada Pemilu 2006, serta kembali menang pada Pemilu 2011. (DP)

loading...

LEAVE A REPLY